Banten

Detik Mencekam ‘Loss Power’: Pesawat Cessna yang Jatuh di Area Sawah Karawang, 5 Awak Selamat

Andi Syafrani | 22 November 2025, 12:59 WIB
Detik Mencekam ‘Loss Power’: Pesawat Cessna yang Jatuh di Area Sawah Karawang, 5 Awak Selamat

AKURAT BANTEN – Sebuah pesawat Cessna GA-28 milik PT Wise Air terpaksa melakukan pendaratan darurat di area persawahan Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.

Pesawat yang membawa lima orang tersebut mendarat di pematang sawah dengan kondisi badan pesawat mengalami kerusakan, namun semua awak dinyatakan selamat.

Pemeriksaan awal yang dilakukan Sie Dokes Polres Karawang memastikan seluruh penumpang berada dalam kondisi baik. Tidak ada luka serius meski pesawat menghantam tanah dengan kecepatan rendah dan kondisi area pendaratan yang berlumpur.

Baca Juga: Aksi Cepat Polsek Tanah Abang Usai Kasus Asusila di Benhil Mencuat ke Publik

Insiden ini terjadi saat pesawat sedang dalam perjalanan dari Bandara Budiharto, Tangerang, menuju Bandara Cakrabuana, Cirebon. Gangguan teknis disebut muncul tiba-tiba tanpa tanda awal ketika pesawat sudah berada pada jalur penerbangan normal.

Kapten Eko Agus Nugroho, pilot pesawat, menceritakan kembali momen genting itu. Menurutnya, masalah mulai terasa ketika pesawat mencapai 5.500 kaki dan mesin mendadak kehilangan tenaga.

“Saat pesawat sudah mencapai ketinggian 5.500 kaki, secara tiba-tiba mesin seperti tidak bertenaga, loss power,” ungkap Eko kepada awak media saat ditemui bersama rombongan Bupati Karawang, Sabtu (22/11/2025).

Baca Juga: Rapat Syuriyah PBNU Putuskan Gus Yahya Mundur dari Jabatannya, Ini Tiga Pemicu Utamanya

Kehilangan tenaga mesin membuat pesawat turun drastis hanya dalam hitungan detik. Dari posisi ribuan kaki, pesawat jatuh menjadi sekitar 500 kaki, memaksa Eko mengambil keputusan cepat untuk memilih lokasi pendaratan paling memungkinkan.

“Setelah kehilangan tenaga, kami langsung mencari area yang paling memungkinkan agar bisa menyentuh tanah dengan aman,” ujarnya.

Dengan jarak pandang terbatas serta opsi pendaratan yang minim, Eko mengarahkan pesawat ke lahan persawahan di Dusun Waluya, Desa Kertawaluya. Pilihan itu terbukti tepat. Pendaratan darurat berlangsung sekitar pukul 14.20 WIB, dan semua penumpang selamat tanpa cedera serius.

Baca Juga: Lonjakan Mengejutkan QRIS Tap Menggebrak Transaksi Digital Tanah Air

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa dugaan awal insiden mengarah pada gangguan teknis.

“Diduga akibat technical error berupa ‘loss power’, kemudian pesawat mendarat darurat di persawahan Dusun Waluya,” kata Hendra dalam pernyataannya.

Saat ini, kepolisian telah melakukan olah TKP serta memeriksa seluruh awak untuk menelusuri sumber gangguan. Kerusakan fisik pada bagian sayap dan roda pendaratan menjadi fokus analisis teknis lebih lanjut, mengingat pesawat menghantam tanah berlumpur saat menurunkan kecepatan secara mendadak.

Baca Juga: EKSKLUSIF! Babak Baru Ledakan SMAN 72 Jakarta: Bom Rakitan Anak Berkonflik Hukum (ABH) Diduga Dibeli Online, Orang Tua Jadi Penerima Paket Tak Curiga

Insiden ini kembali membuka pembahasan soal standar keselamatan dan pemeliharaan pesawat kecil yang beroperasi di rute-rute pendek. Kehilangan tenaga mesin di ketinggian tinggi bukan perkara sepele, terlebih ketika pilot hanya punya beberapa detik untuk menentukan titik pendaratan darurat.

Hingga kini, area pendaratan masih dijaga petugas untuk kebutuhan investigasi tambahan, termasuk pengambilan sampel dan pemeriksaan mesin pesawat. Investigasi lengkap akan menentukan apakah gangguan berasal dari kerusakan komponen, kualitas bahan bakar, atau faktor teknis lainnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC