Banten

KRONOLOGI ANCAMAN BARU: Setelah 338 Jiwa Melayang, BMKG Ungkap Bibit Siklon 91S Jadi Pemicu Hujan Ekstrem di Sumut

Saeful Anwar | 9 Desember 2025, 17:42 WIB
KRONOLOGI ANCAMAN BARU: Setelah 338 Jiwa Melayang, BMKG Ungkap Bibit Siklon 91S Jadi Pemicu Hujan Ekstrem di Sumut

  • Setelah 18 Wilayah Dilanda Banjir Bandang, Sumatera Utara Kembali Dibayangi Curah Hujan Tinggi dalam Sepekan ke Depan

AKURAT BANTEN-Bencana alam besar berupa banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang 18 kabupaten di Sumatera Utara (Sumut) pada akhir November 2025 telah meninggalkan duka mendalam.

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa, 9 Desember 2025, mencatat angka korban yang sangat mengejutkan: 338 jiwa dilaporkan meninggal dunia

Tragedi ini juga memaksa puluhan ribu warga mengungsi, dengan konsentrasi tertinggi di Tapanuli Tengah (18,3 ribu jiwa), Langkat (11,1 ribu jiwa), dan Humbang Hasundutan (2,2 ribu jiwa).

Saat proses penanganan bencana dan pemulihan masih berlangsung, masyarakat Sumut kini harus dihadapkan pada kecemasan baru.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan keras: Sumut berpotensi kembali diguyur hujan lebat dalam sepekan ke depan, dipicu oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S.

Lantas, apa sebenarnya Bibit Siklon Tropis 91S ini? Dan mengapa ia menjadi ancaman serius bagi wilayah Sumut yang baru saja luluh lantak? Berikut ulasan mendalamnya.

 Baca Juga: MENKEU PURBAYA ANCAM! Siapkan 'Rumah' Tanpa Gaji bagi Seluruh Pegawai Bea Cukai, Jika Kinerja Tak Berubah

Apa Itu Bibit Siklon Tropis 91S? Awal Mula Ancaman Baru di Tengah Duka Sumut

Bibit Siklon Tropis 91S adalah tanda-tanda awal pembentukan badai siklon di perairan. BMKG menjelaskan awal mula terbentuknya bibit siklon ini:

Waktu dan Lokasi Pembentukan: Bibit Siklon Tropis 91S terbentuk pada 7 Desember 2025 di wilayah Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Lampung. Lokasi ini berada di dalam Area of Responsibility (AoR) TCWC Jakarta.

Kondisi Terkini: Saat ini, kecepatan angin maksimum bibit siklon tercatat sekitar 20 knot (37 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1008 hPa.

Prediksi Perkembangan: Dalam 24 jam ke depan, BMKG memastikan bibit siklon ini memiliki kategori perkembangan menjadi siklon tropis yang rendah. Meski demikian, dampaknya terhadap cuaca di daratan Indonesia tidak bisa diabaikan.

Meskipun perkembangan menjadi siklon penuh masih rendah, bibit siklon ini sudah cukup kuat untuk mengganggu pola cuaca dan menyebabkan penambahan signifikan pada curah hujan.

 Baca Juga: Timnas U-22 Keok Lawan Filipina, Indra Sjafri Soroti Minimnya Eksekusi dan Fokus Pemain

Penambahan Uap Air Besar-besaran: Ini Mekanisme Ancaman BMKG di Sumut

Kepala BBMKG Wilayah I, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 91S tidak bekerja sendiri. Kombinasi faktor atmosfer membuatnya menjadi pemicu "bencana lanjutan" di Sumut:

Pola Angin Atmosfer: Bibit siklon ini mengakibatkan terjadinya belokan angin (shearing) dan konfluensi (pertemuan massa udara) di wilayah Sumut.

Dukungan Gelombang Atmosfer: Kondisi ini diperkuat oleh aktifnya gelombang atmosfer dan Madden Julian Oscillation (MJO) di sekitar pusat sirkulasinya.

Faktor Pemanasan Laut: Suhu muka laut di perairan sekitar terpantau hangat, berkisar 29-30 derajat celsius. Fenomena ini didukung oleh kondisi IOD (Indian Ocean Dipole) negatif yang masih berlangsung hingga Desember 2025.

Dampaknya: Suhu laut hangat dan kelembapan udara yang tinggi di semua lapisan atmosfer menyebabkan penambahan uap air secara masif di wilayah Sumatera Utara.

"Dengan adanya faktor-faktor ini, wilayah Sumatera Utara diprediksi akan menerima tambahan uap air. Sehingga terjadi peningkatan pembentukan awan-awan hujan, khususnya di wilayah pantai barat," tegas Hendro Nugroho.

 Baca Juga: Tarif Tol Turun Saat Libur Nataru, Ini Daftar Lengkap Ruas yang Dapat Diskon hingga 20 Persen

Daftar Wilayah Paling Kritis: Nias dan Pesisir Barat Diwaspadai!

BBMKG Wilayah I telah merilis daftar wilayah yang berpotensi terdampak oleh hujan dengan intensitas tinggi, bahkan hingga level sangat lebat, akibat aktivitas Bibit Siklon Tropis 91S ini:

Potensi Hujan Lebat dan Sangat Lebat (Paling Kritis)

Kabupaten: Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan.

Kawasan Nias: Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli.

Pesisir Barat: Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan.

 Baca Juga: Misteri Kematian Guru SD di Bogor, Saksi Sebut Korban Dibonceng Tak Wajar hingga Kaki Terseret Aspal

Potensi Hujan Intensitas Lebat

Curah hujan lebat juga berpotensi melanda area-area padat penduduk dan kawasan lain yang sebelumnya sudah terdampak banjir:

Padat Penduduk/Metropolitan: Kota Medan, Kota Binjai, Deli Serdang, Langkat.

Kawasan Lain: Kota Padang Sidempuan, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Karo, Simalungun, Samosir, Serdang Bedagai, Kota Pematang Siantar, dan Labuhanbatu Selatan.

Peringatan kepada seluruh pihak dan masyarakat Sumut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di dataran rendah atau dekat tebing, di mana risiko longsor dan banjir susulan sangat tinggi (**) 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman