Banten

Pengakuan Sopir Pengangkut MBG yang Tabrak Belasan Siswa SDN 01 Kalibaru: 'Salah Injak Pedal Rem'

Andi Syafrani | 11 Desember 2025, 13:17 WIB
Pengakuan Sopir Pengangkut MBG yang Tabrak Belasan Siswa SDN 01 Kalibaru: 'Salah Injak Pedal Rem'

AKURAT BANTEN - Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri memaparkan perkembangan terbaru terkait insiden kecelakaan mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak sejumlah siswa dan guru di SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara.

Menurut Bobi, sopir yang membawa kendaraan tersebut mengaku panik dan salah menginjak pedal saat sedang menanjak menuju area sekolah.

“Jadi keterangan dari sopir, posisinya kan tanjakan. Dia mau nganterin makanan ke sekolah. Ini keterangan awal ya, masih perlu pendalaman. Katanya mau ngerem, tapi remnya nggak pakem. Karena panik takut mundur, dia injek pedal lebih dalam. Kirain rem, ternyata malah gas,” ujar AKP Bobi Subasri, Kamis (11/12).

Baca Juga: Tragedi Pagi Hari: Mobil Program MBG Seruduk Barisan Siswa SDN 01 Cilincing, Korban Berjatuhan!

Bobi menegaskan, pihak kepolisian masih akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan apakah benar terjadi malfungsi rem atau ada faktor lain yang membuat kendaraan kehilangan kendali. Pemeriksaan teknis terhadap mobil juga masih menunggu tim khusus.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan penyebab kecelakaan kepada aparat. BGN menegaskan fokus utama mereka saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapat penanganan optimal.

“Terkait penyebab kejadian, kami percayakan kepada pihak berwajib,” kata Staf Khusus BGN, Redy Hendra Gunawan.

Baca Juga: Comeback di Bernabéu, Manchester City Tekuk Real Madrid dan Rebut Posisi di Klasemen Liga Champions

Redy menyampaikan bahwa BGN telah berkoordinasi dengan pihak sekolah, tenaga medis, hingga keluarga korban untuk memastikan kebutuhan para korban terpenuhi, terutama dalam hal biaya perawatan.

“Kami pastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung BGN. Yang terpenting sekarang adalah pemulihan para siswa dan guru,” ujarnya.

Insiden yang terjadi pada Kamis pagi itu meninggalkan kepanikan besar di lingkungan sekolah. Mobil boks pengangkut paket MBG tersebut melaju tak terkendali hingga masuk ke halaman sekolah dan menabrak kerumunan siswa yang sedang bersiap mengikuti kegiatan belajar.

Baca Juga: Rokok Ilegal Senilai Ratusan Ribu Batang Digagalkan Patroli Laut Bea Cukai di Teluk Bintan

Total 21 orang tercatat mengalami luka-luka, mulai dari cedera ringan hingga sedang. Para korban langsung dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Sejumlah guru yang menjadi saksi mata mengatakan momen saat mobil meluncur ke arah kerumunan berlangsung sangat cepat. Beberapa tenaga pendidik bahkan sempat berupaya menarik siswa menjauh, namun tak semuanya berhasil menghindar.

Hingga kini, pihak kepolisian masih memeriksa sopir dan mengumpulkan keterangan dari saksi lain. Proses investigasi juga akan mencakup pemeriksaan terhadap standar operasional distribusi MBG serta kelayakan kendaraan yang digunakan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga: Pemerintah Pusat All-Out Pulihkan Aceh Tamiang Usai Banjir Bandang

Pihak sekolah berharap kejadian ini menjadi perhatian seluruh instansi terkait, terutama mengenai keamanan kendaraan operasional yang kerap masuk ke area pendidikan.

“Yang kami inginkan adalah kejadian seperti ini jangan terulang lagi,” kata salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC