Banten

China Tawarkan Hadiah 10 Insentif Untuk Taiwan, Diplomasi atau Strategi Politik?

Cristina Malonda | 14 April 2026, 17:34 WIB
China Tawarkan Hadiah 10 Insentif Untuk Taiwan, Diplomasi atau Strategi Politik?
China Longgarkan Aturan untuk Taiwan Tawarkan 10 Insentif (foto: Ilustrasi/Istimewa)

AKURAT BANTEN - China kembali menjadi sorotan setelah menawarkan hadiah 10 paket insentif untuk Taiwan, yang mencakup pelonggaran sektor pariwisata, media, hingga perdagangan produk pangan.

Kebijakan ini muncul di tengah dinamika hubungan lintas selat yang kembali menghangat setelah kunjungan tokoh oposisi Taiwan ke Beijing.

Langkah ini diumumkan setelah kunjungan ketua partai oposisi Taiwan, Cheng Li-wun, yang melakukan pertemuan dengan Presiden China, Xi Jinping.

Baca Juga: Dijuluki Bapak Program Rudal Iran, Siapa Hassan Tehrani Moghaddam?

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya stabilitas, perdamaian, dan upaya rekonsiliasi antara China dan Taiwan.

Kuomintang (KMT), partai oposisi utama di Taiwan, turut menjadi bagian penting dalam dialog politik ini, yang oleh Beijing disebut sebagai upaya membuka kembali komunikasi lintas selat.

Isi 10 Langkah Insentif dari China

Menurut laporan media resmi Xinhua, kebijakan baru ini mencakup beberapa poin utama, di antaranya:

  • Pelonggaran pembatasan pariwisata lintas selat

  • Wacana pembukaan kembali penerbangan penuh antara China dan Taiwan

  • Izin kunjungan bagi warga dari Shanghai dan Fujian ke Taiwan

  • Fasilitasi penjualan produk makanan dan hasil perikanan Taiwan ke pasar China

  • Pelonggaran standar inspeksi produk pangan dengan syarat politik tertentu

  • Pembukaan izin tayang untuk drama, dokumenter, dan animasi Taiwan dengan kriteria tertentu

Baca Juga: Italia Geram! Soal Donald Trump Serang Paus Leo XIV, Hubungan Diplomatik Terancam?

China menegaskan bahwa berbagai kebijakan ini tetap berada dalam kerangka politik “menentang kemerdekaan Taiwan”.

Menanggapi kebijakan tersebut, Dewan Urusan Daratan Taiwan nampak masih skeptis terhadap langkah baik hati Beijing.

Pemerintah Taiwan menegaskan bahwa mereka mendukung pertukaran lintas selat yang sehat dan saling menguntungkan, namun menolak segala bentuk interaksi yang disertai prasyarat politik.

Baca Juga: Roy Suryo Syok Mantan Pengacaranya Tiba-tiba Muncul di Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Jadi Saksi Mahkota Joko Widodo?

Presiden Taiwan saat ini, Lai Ching-te, juga menegaskan penolakannya terhadap klaim kedaulatan Beijing atas Taiwan, yang masih menjadi sumber ketegangan utama kedua pihak.

Adapun, diplomat Amerika Serikat di Taiwan menyerukan agar China menghentikan tekanan dan ancaman militer terhadap Taiwan.

Washington menilai dialog langsung antara kedua pihak penting untuk mengurangi risiko kesalahpahaman dan menjaga stabilitas kawasan Asia Timur. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.