Banten

Arahan Prabowo: Pemerintah Percepat Hadirkan Perpustakaan Modern di Sekolah Rakyat

Handrian Setiawan | 15 April 2026, 13:59 WIB
Arahan Prabowo: Pemerintah Percepat Hadirkan Perpustakaan Modern di Sekolah Rakyat
Arahan Prabowo, Pemerintah Percepat Hadirkan Perpustakaan Modern di Sekolah Rakyat (foto: Handrian/Akurat Banten)

AKURAT BANTEN - Penguatan literasi nasional melalui pelatihan pengelola perpustakaan Sekolah Rakyat yang digelar bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf menyebutkan, para pengelola perpustakaan menjadi kunci utama keberhasilan Sekolah Rakyat dalam meningkatkan minat baca dan kualitas pembelajaran siswa.

“Kita ingin perpustakaan Sekolah Rakyat benar-benar hidup, mampu memotivasi siswa, meningkatkan literasi dan minat baca sehingga target pembelajaran bisa tercapai,” ujarnya usai menghadiri Pelatihan Teknis Peningkatan Kapasitas Tenaga Pengelola Perpustakaan Sekolah Rakyat, di BSD Tangerang, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Dinkes Kota Tangerang Perkuat Upaya Preventif lewat Cek Kesehatan ASN

Program ini, merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan setiap Sekolah Rakyat memiliki perpustakaan modern, dikelola profesional, dilengkapi buku terverifikasi sesuai kebutuhan siswa SD, SMP, hingga SMA, serta terhubung dengan perpustakaan digital.

Menurut Saifullah, perhatian Presiden terhadap perpustakaan berangkat dari kebiasaan membaca sejak kecil hingga memiliki koleksi perpustakaan pribadi yang menjadi inspirasi penguatan budaya literasi di sekolah.

“Untuk memastikan program berjalan serius, pemerintah menggandeng Kepala Perpustakaan Nasional, Aminuddin Aziz, dalam merancang sistem pengelolaan perpustakaan Sekolah Rakyat secara nasional,” ungkapnya.

Baca Juga: Hizbullah Pilih Perang! Tolak Negosiasi Damai dengan Israel, Konflik di Lebanon Memanas

Sejak 2025, kata Saifullah, perpustakaan Nasional telah menyiapkan konsep pengembangan perpustakaan Sekolah Rakyat, termasuk pelatihan pengelola yang kini memasuki pelaksanaan ketiga di berbagai daerah.

“Pemerintah berharap peserta pelatihan mampu langsung menerapkan hasil pembelajaran di sekolah masing-masing sehingga perpustakaan tidak sekadar menjadi ruang buku, tetapi pusat literasi aktif bagi siswa,” harapnya. (***)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.