Anak Sekolah Rakyat Ternyata Gemar Buku Horor, Ini Temuan Kepala Perpusnas

AKURAT BANTEN - Minat baca siswa Sekolah Rakyat ternyata didominasi cerita populer yang dekat dengan imajinasi mereka. Salah satu genre buku yang paling diminati anak-anak yaitu cerita horor.
Kepala Perpustakaan Nasional RI, Aminuddin Aziz mengungkapkan, temuan tersebut diperoleh setelah ia mengunjungi sejumlah Sekolah Rakyat tingkat SD, SMP, hingga SMA di berbagai daerah dan berdialog langsung dengan para siswa mengenai kebiasaan membaca mereka.
“Cerita horor ternyata sangat disukai anak-anak. Saya tanya kenapa, mereka bilang di televisi juga banyak dan seru untuk dibaca,” kata Aminuddin usai menghadiri Pelatihan Teknis Peningkatan Kapasitas Tenaga Pengelola Perpustakaan Sekolah Rakyat, di BSD Tangerang, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: Arahan Prabowo: Pemerintah Percepat Hadirkan Perpustakaan Modern di Sekolah Rakyat
Selain horor, lanjut Aminuddin, siswa Sekolah Rakyat juga menunjukkan minat besar pada buku bertema superhero, tokoh kartun, kisah nabi, hingga cerita tentang tokoh terkenal yang dianggap mampu menginspirasi mereka.
Menurutnya, ketertarikan pada tokoh pahlawan mencerminkan cita-cita besar anak-anak untuk menjadi sosok hebat di masa depan.
“Mereka bilang ingin menjadi orang hebat. Artinya buku yang mereka pilih sebenarnya menggambarkan harapan dan mimpi mereka,” katanya.
Baca Juga: Hizbullah Pilih Perang! Tolak Negosiasi Damai dengan Israel, Konflik di Lebanon Memanas
Genre lain yang banyak diminati adalah cerita petualangan dan kisah tentang luar angkasa. Buku-buku tersebut dinilai mampu membawa imajinasi siswa keluar dari kehidupan sehari-hari yang terbatas.
Ia juga menemukan sebagian siswa mulai tertarik pada cerita dunia remaja, seiring usia mereka yang sedang memasuki fase pencarian jati diri. Namun, Perpustakaan Nasional tetap memastikan koleksi buku yang tersedia sesuai usia pembaca.
“Temuan ini menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menyediakan koleksi bacaan di Sekolah Rakyat agar lebih sesuai dengan minat siswa, sekaligus tetap edukatif dan aman,” ungkapnya.
Baca Juga: Dinkes Kota Tangerang Perkuat Upaya Preventif lewat Cek Kesehatan ASN
Aminuddin menilai pendekatan literasi perlu menyesuaikan selera anak agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi ruang yang benar-benar hidup dan diminati pelajar. (***)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







