Prostitusi di Hotel Cipondoh Kota Tangerang Diduga Diatur Langsung di Lokasi

AKURAT BANTEN - Aktivitas malam di salah satu hotel kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, memunculkan dugaan praktik prostitusi terselubung. Para Pekerja Seks Komersial (PSK) pun disediakan.
Indikasi tersebut muncul setelah seorang petugas keamanan secara terbuka menawarkan mekanisme transaksi langsung kepada calon tamu.
Dalam percakapan yang diperoleh Akurat Banten, petugas keamanan itu tidak menyarankan penggunaan aplikasi daring yang selama ini identik dengan praktik prostitusi modern.
Baca Juga: Jusuf Kalla Dilaporkan Eks Relawan Jokowi, Isu Ijazah Diduga Bermuatan Politik
Pria yang duduk mengarahkan parkiran motor itu, justru mengarahkan tamu untuk datang langsung datang ke lokasi. Yaitu di area parkiran hotel.
“Gampang itu mah. Nongkrong saja di sini. Tidak perlu pakai aplikasi. Adanya malam habis Isya. Harga nanti diobrolin saja,” kata petugas, Kamis (16/4/2026).
Ia pun mengaku jika sejumlah PSK tersebut tersedia pada malam hari dengan harga sewa yang bervariatif.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Gagal Total? Puluhan Kapal Tetap Lolos dari Pengawasan AS
“Harga gampang. Nanti diomongin aja. Tapi adanya malam. Kalau siang, mereka pada kerja,” katanya.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan internal penginapan serta kemungkinan adanya keterlibatan oknum dalam memfasilitasi aktivitas ilegal.
Sempat Digerebek, Ditemukan 12 PSK Dibawah Umur
Sedangkan sebelumnya, Satpol PP Kota Tangerang menggerebek sebuah penginapan yang diduga menjadi sarang prostitusi di kawasan Kampung Pulo, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang itu.
Dalam razia gabungan yang melibatkan TNI/Polri pada Kamis (10/7/25) malam itu, ditemukan sedikitnya 12 PSK online dibawah umur yang sedang melayani pria hidung belang.
Pada saat itu, Ketua RW 04 Kampung Pulo, Sujai mengaku jika keberadaan guest house yang sebelumnya merupakan tempat menginap pramugari maskapai Garuda Indonesia itu sangat meresahkan warga.
"Sejak berdiri kurang lebih empat tahun lalu, tempat ini berubah fungsi dari mes pramugari menjadi kosan lalu penginapan. Ini sangat meresahkan warga," keluhnya.
Padahal kata Sujai, pada awal Juli 2025, Satpol PP Kota Tangerang sebelumnya juga telah melakukan razia di lokasi tersebut dan mengamankan 12 pasangan bukan pasangan suami istri.
Baca Juga: Anak Sekolah Rakyat Ternyata Gemar Buku Horor, Ini Temuan Kepala Perpusnas
Sehingga ia bersama warga mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk menyegel dan menutup lokasi tersebut.
“Kita sudah banyak laporan dari warga kalo tempat ini, jadi tempat prostitusi online. Jadi kami berharap secepatnya tempat ini ditutup permanen. Ini sudah kedua kalinya dirazia dalam bulan ini," ungkapnya.
Namun hingga berita ini diturunkan, manajemen hotel Satpol PP Kota Tangerang tidak merespon mengenai pengawasan penginapan di wilayah Cipondoh. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










