Selat Hormuz Ditutup Lagi, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan

AKURAT BANTEN - Keputusan Iran kembali menutup Selat Hormuz dan berdampak langsung pada operasional pelayaran internasional, termasuk dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang hingga kini masih tertahan.
Penutupan ini terjadi hanya beberapa jam setelah jalur vital tersebut sempat dinyatakan terbuka untuk aktivitas pelayaran komersial.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Iran guna memastikan kondisi kapal dan awak tetap aman.
Baca Juga: HP dan Paspor PMI Tewas di Korea Dipertanyakan, Keluarga Soroti Kejanggalan Penanganan Barang
“Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran (terkait kapal Pertamina),” ujar Bahlil.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi lintas kementerian terus diperkuat, terutama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, untuk memantau perkembangan situasi yang berubah cepat.
“Kolaborasi ESDM dengan Kemlu itu juga kita lakukan terus,” ucapnya.
Baca Juga: Advokat Maluku Resmi Laporkan Ade Armando dan Abu Janda soal Video JK yang Dipotong
Di sisi lain, pihak Pertamina International Shipping memastikan terus memantau kondisi di lapangan secara ketat.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyebutkan dua kapal yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro masih berada di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melanjutkan pelayaran melewati Selat Hormuz.
“Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz,” jelasnya.
Baca Juga: Polisi Bongkar Promosi Judi Slot Online via WhatsApp, Pria 24 Tahun Ditangkap di Jakarta
Selain pemantauan, perusahaan juga melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas setempat, guna memastikan keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama.
Langkah antisipasi turut disiapkan dengan menyusun rencana pelayaran alternatif yang dinilai lebih aman jika kondisi belum memungkinkan untuk melintas dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, sempat menyatakan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz telah dibuka sepenuhnya bagi kapal komersial.
Baca Juga: Bukan Main-Main! Ini Alasan Firdaus Oiwobo Sebut Pernyataan Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi Berbahaya
Ia bahkan menegaskan bahwa jalur tersebut “completely open” menyusul kesepakatan gencatan senjata yang terjadi di Lebanon.
Namun situasi kembali berubah dalam hitungan jam setelah militer Iran memutuskan menutup kembali selat tersebut, memicu ketidakpastian bagi pelayaran global.
Kondisi ini membuat arus distribusi energi dunia berpotensi terganggu, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak internasional.
Baca Juga: Polemik Termul Memanas, PDIP Tegaskan Tak Ikut Campur Konflik JK dan Relawan Jokowi
Pemerintah Indonesia pun terus memprioritaskan keselamatan awak kapal serta menjaga stabilitas pasokan energi di tengah dinamika geopolitik yang belum mereda.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










