Terbongkar Modus Laundry Jadi Kedok Peredaran Sabu 5 Kg di Makassar

AKURAT BANTEN - Upaya pemberantasan narkoba kembali membuahkan hasil setelah aparat berhasil membongkar praktik peredaran sabu di Makassar yang dikemas dengan modus tak biasa.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengamankan seorang pria bernama Muh Yusran Aditya berusia 39 tahun yang diduga kuat berperan sebagai kurir dalam jaringan tersebut.
Selain menangkap pelaku, petugas juga menyita barang bukti sabu dengan berat lebih dari lima kilogram yang diduga siap diedarkan ke berbagai wilayah.
Baca Juga: Strategi Baru Apple iPhone 18 Dirumorkan Turun, Spesifikasi Demi Harga Tetap Ramah Pasar
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika di kawasan tersebut.
Menindaklanjuti informasi itu, tim gabungan segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka.
"Tim gabungan berhasil mengamankan Muh Yusran Aditya di Jl. Galangan Kapal Lorong Permandian 1, Kel. Kaluku Bodoa, Kec. Tallo, Kota Makassar," ujar Brigjen Pol Eko Hadi Santoso.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa Yusran tidak beraksi sendirian dalam menjalankan bisnis terlarang tersebut.
Ia bekerja sama dengan istrinya, Nasrah, yang kini masuk dalam daftar pencarian orang bersama seorang pengendali jaringan bernama Indriati.
Indriati sendiri disebut sebagai residivis yang tengah menjalani masa pembebasan bersyarat saat kembali terlibat dalam jaringan narkoba.
Baca Juga: Detik-detik Mencekam di Selat Hormuz: Saat Peluru Iran Menembus Anjungan Kapal Komersial
Untuk mengelabui aparat, pasangan suami istri ini memanfaatkan usaha laundry di tempat tinggal mereka sebagai kedok transaksi sabu.
Di lokasi tersebut, sabu dijual secara langsung dengan harga bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Tak hanya itu, mereka juga menggunakan metode tempel sesuai instruksi dari pengendali untuk mendistribusikan barang haram tersebut.
Baca Juga: SWDKLLJ dalam Pembayaran PKB, Skema Wajib yang Dikelola Jasa Raharja
Sebelum penangkapan, Yusran diketahui sempat mengambil paket sabu dari wilayah Sidrap setelah mendapat perintah dari istrinya.
Ia kemudian membawa barang tersebut menggunakan sepeda motor menuju Makassar untuk didistribusikan lebih lanjut.
Setibanya di kota tujuan, sabu sempat disembunyikan di rumah orang tuanya sebelum akhirnya polisi berhasil mengamankan tersangka.
Baca Juga: Strategi Baru Apple iPhone 18 Dirumorkan Turun, Spesifikasi Demi Harga Tetap Ramah Pasar
Dari pengakuannya, Yusran telah beberapa kali menjadi kurir sejak akhir tahun 2025 karena tergiur bayaran tinggi.
" Muh Yusran Aditya diberikan upah oleh Indriati 20 juta per kilogram sabu yang dibawanya," ungkap Eko.
Dalam operasi ini, total barang bukti yang diamankan mencapai lebih dari lima kilogram dengan nilai diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Baca Juga: SWDKLLJ dalam Pembayaran PKB, Skema Wajib yang Dikelola Jasa Raharja
Polisi menyebut pengungkapan tersebut berpotensi menyelamatkan puluhan ribu jiwa dari bahaya narkotika.
Saat ini, tersangka telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut termasuk pengembangan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang.
Sementara itu, aparat masih terus memburu dua pelaku lainnya yang diduga menjadi otak sekaligus pengendali jaringan tersebut.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







