Banten

Geger! Biduan Dangdut 'Goyang' Panggung Isra Mikraj di Banyuwangi, Panitia Akhirnya Buka Suara

Saeful Anwar | 17 Januari 2026, 17:09 WIB
Geger! Biduan Dangdut 'Goyang' Panggung Isra Mikraj di Banyuwangi, Panitia Akhirnya Buka Suara

AKURAT BANTEN– Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang biduan dangdut bernyanyi dan berjoget di atas panggung dengan latar belakang (backdrop) bertuliskan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.

Kejadian yang berlangsung di Banyuwangi ini memicu perdebatan panas di kalangan netizen.

Banyak yang menyayangkan pemilihan hiburan tersebut karena dinilai tidak selaras dengan nilai-nilai religius dari acara inti.

Baca Juga: Blak-blakan! Gus Yaqut Ngaku 'Ditinggal' Jokowi Saat Bahas Kuota Haji: Saya Tidak Ada di Situ!

Kronologi Kejadian: "Hiburan Setelah Acara Selesai"

Setelah video tersebut viral, pihak panitia penyelenggara segera memberikan klarifikasi untuk meredam kegaduhan.

Menurut mereka, aksi panggung tersebut tidak dilakukan saat rangkaian ibadah atau pengajian berlangsung.

Sudah Selesai: Panitia menegaskan bahwa rangkaian acara inti Isra Mikraj, termasuk ceramah dan doa bersama, telah ditutup secara resmi.

Hiburan Penutup: Penampilan biduan tersebut diklaim sebagai hiburan tambahan bagi warga dan panitia yang masih berada di lokasi setelah acara utama berakhir.

Kelalaian Atribut: Pihak panitia mengakui adanya kekurangtelitian karena tidak segera mencopot atau menutup banner bertuliskan Isra Mikraj sebelum hiburan dangdut dimulai, sehingga menciptakan kesan visual yang kontradiktif.

Baca Juga: Kenapa Harus Aku?'Sambil Menangis, Nathalie Holscher Bongkar Alasan Lepas Hijab: Jujur, Aku Kecewa Sama Allah...

Mengapa Ini Menjadi Viral?

Alasan utama video ini mendapat sorotan tajam adalah kontras visual yang ekstrem.

Dalam video yang beredar, tampak seorang penyanyi dengan pakaian khas panggung beraksi di depan tulisan hari besar Islam yang sangat sakral bagi umat Muslim.

Bagi sebagian besar masyarakat, hal ini dianggap sebagai bentuk kurangnya rasa hormat (suul adab) terhadap nilai-nilai keagamaan, meskipun dilakukan di luar jam acara inti.

"Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ini murni kekhilafan kami karena tidak langsung menurunkan banner acara saat hiburan dimulai," ungkap salah satu perwakilan panitia melalui keterangan singkatnya.

Baca Juga: Lulusan Baru Merapat! Daftar Instansi CPNS 2026 Ini Sepi Peminat tapi Tawarkan Gaji hingga Rp12 Juta

Pelajaran Penting bagi Penyelenggara Acara

Kasus di Banyuwangi ini menjadi pengingat penting bagi panitia acara di mana pun untuk:

Menjaga Relevansi: Memastikan jenis hiburan selaras dengan tema besar acara.

Manajemen Panggung: Segera menurunkan atribut keagamaan jika area panggung akan digunakan untuk kegiatan yang bersifat profan (umum).

Sensitivitas Publik: Memahami bahwa di era media sosial, setiap momen bisa direkam dan disalahpahami tanpa konteks yang lengkap.

Hingga saat ini, komentar netizen masih terus mengalir. Ada yang memaklumi karena sudah "di luar acara", namun tidak sedikit yang meminta agar kejadian serupa tidak terulang kembali demi menjaga kesucian peringatan hari besar keagamaan (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman