‘Hajar yang Bawa Beking!’: Instruksi Keras Menkeu Purbaya untuk Pegawai Pajak

"Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menantang siapa pun yang berani menawar pajak dengan membawa bekingan. 'Kita bekingnya Presiden!', tegasnya. Simak berita selengkapnya."
AKURAT BANTEN – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja mengirimkan "pesan perang" terhadap praktik tawar-menawar pajak di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.
Di depan para pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Purbaya menegaskan tidak akan memberi ampun bagi siapapun yang mencoba mengintervensi kewajiban pajak negara, meski membawa nama besar di belakangnya.
Baca Juga: Awas Hoaks! Kemenag Tegaskan Belum Buka Pendaftaran CPNS & PPPK 2026, Jangan Asal Klik Tautan!
Strategi "Hajar" bagi Wajib Pajak Nakal
Purbaya menyoroti fenomena klasik di mana oknum wajib pajak atau dunia usaha mencoba bernegosiasi untuk mengurangi nilai pajak mereka dengan mengandalkan "beking" atau pelindung dari kalangan kuat.
"Kalau ada yang nawar-nawar, bawa beking, kasih tahu saya. Kita beresin ramai-ramai," tegas Purbaya di hadapan jajaran pegawai pajak, Kamis (22/1/2026).
Pesan ini bukan sekadar gertakan. Purbaya ingin memastikan bahwa setiap rupiah penerimaan negara terjaga tanpa adanya distorsi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Presiden Prabowo Jadi "Beking" Tertinggi
Menanggapi ketakutan pegawai pajak saat berhadapan dengan figur kuat, Purbaya memberikan jaminan keamanan yang tidak main-main.
Ia menyatakan bahwa pelindung utama para pegawai pajak dalam menjalankan tugasnya adalah Presiden Prabowo Subianto.
"Kita bekingnya Presiden langsung, jadi Anda tidak usah takut. Tidak ada bintang yang lebih tinggi dari Presiden, kan?" ujarnya dengan nada tajam.
Instruksi ini bertujuan memutus rantai keraguan di level pelaksana.
Selama ini, banyak petugas pajak merasa ragu untuk menindak pelanggaran karena adanya tekanan dari pihak-pihak yang mengaku "tak tersentuh".
Baca Juga: Geger Unggahan ‘My Husband’, Vie Shantie Khan Akhirnya Bongkar Status Hubungannya dengan Mualem!
Efek Domino OTT dan Target Pajak 2026
Ketegasan Purbaya ini tidak lepas dari rentetan peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK yang baru-baru ini menyeret oknum di Jakarta Utara.
Purbaya menyadari bahwa satu kesalahan individu dapat meruntuhkan kepercayaan publik secara total.
"Satu orang yang menyimpang bisa merusak kepercayaan rakyat. Tahun ini saya tidak punya alasan lagi jika target pajak tidak tercapai," tambahnya.
Mengapa ini penting bagi Anda? Pernyataan keras Menkeu ini menandakan era baru transparansi pajak di Indonesia.
Bagi dunia usaha, ini adalah sinyal bahwa "main belakang" tidak lagi efektif. Bagi masyarakat luas, ini merupakan harapan bahwa keadilan pajak benar-benar akan ditegakkan tanpa pandang bulu (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









