Gugur dalam Tugas Kemanusiaan, Kisah Heroik Dua Polisi Cisarua yang Terhimpit Truk Saat Menuju Lokasi Longsor

AKURAT BANTEN - Kepolisian Daerah Jawa Barat kini tengah diselimuti awan duka yang mendalam setelah kehilangan dua putra terbaiknya dalam sebuah insiden memilukan. Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery, dua sosok Bhabinkamtibmas yang dikenal dekat dengan masyarakat, mengembuskan napas terakhir saat tengah bergegas menuju lokasi bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Dedikasi mereka untuk menolong sesama di tengah situasi darurat berakhir menjadi sebuah pengorbanan nyawa yang tak ternilai harganya.
Kejadian yang menyayat hati ini bermula pada Sabtu (24/1) sore, ketika wilayah Desa Pasirlangu dihantam musibah tanah longsor akibat intensitas hujan yang tinggi.
Tanpa menunggu lama, kedua personel Polsek Cisarua ini langsung bergerak menggunakan sepeda motor demi mempercepat waktu tiba di titik bencana untuk membantu proses evakuasi warga. Namun, takdir berkata lain saat mereka melintas di kawasan Jalan Cimeta, Desa Tugumukti, yang menjadi saksi bisu kecelakaan maut tersebut.
Baca Juga: Cuma Sampai 27 Januari! Indofood Tangerang Buka Lowongan S1 Semua Jurusan, Segera Daftar!
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi, menyatakan bahwa status gugurnya kedua anggota tersebut adalah dalam rangka menjalankan tugas negara. Beliau menegaskan bahwa keberadaan mereka di jalanan sore itu murni untuk misi kemanusiaan, menjawab panggilan darurat dari masyarakat yang tertimbun material longsor.
Kesigapan mereka dalam merespons bencana menjadi cermin nyata dari pengabdian tanpa batas seorang aparat kepolisian sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.
“Dua anggota kami kemarin, saat terlibat langsung dalam penanggulangan bencana, menjadi korban kecelakaan lalu lintas,”ucap Irjen Pol. Rudi dengan nada getir saat memberikan keterangan pers di Bandung pada Minggu siang.
Baca Juga: Mensos Pastikan Bansos Reguler Tahap Pertama Mulai Disalurkan Februari 2026
Kronologi kecelakaan ini menggambarkan betapa malangnya situasi yang dialami kedua korban di lapangan. Saat sedang berkendara, sebuah truk di depan mereka mendadak berhenti secara tiba-tiba karena kondisi jalan yang sulit.
Nahas, di saat yang bersamaan, sebuah truk lain dari arah belakang mengalami kegagalan fungsi rem alias rem blong. Posisi sepeda motor korban yang terjepit di antara dua kendaraan besar tersebut membuat dampak benturan menjadi sangat fatal dan tak terelakkan bagi keduanya.
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari institusi terhadap jasa dan pengorbanan mereka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa (anumerta).
Kini, pangkat keduanya naik satu tingkat lebih tinggi sebagai simbol apresiasi negara atas dedikasi yang diberikan hingga titik darah terakhir. Kenaikan pangkat ini diharapkan dapat menjadi sedikit pelipur lara bagi keluarga yang ditinggalkan di tengah kesedihan yang mendalam.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pemuda 19 Tahun dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak di Tangerang Selatan
“Almarhum sudah dimakamkan, satu tadi malam dan satu lagi pagi ini. Keduanya mendapatkan penghargaan kenaikan pangkat dari Bapak Kapolri,” lanjut Rudi sembari memastikan bahwa seluruh hak serta santunan bagi ahli waris akan segera dicairkan tanpa kendala birokrasi yang rumit.
Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman kedua pahlawan kemanusiaan tersebut yang dilakukan secara militer. Ratusan rekan sejawat dan warga setempat turut mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir, mengingat kiprah almarhum selama ini yang sangat aktif dalam kegiatan sosial di Desa Pasirlangu.
Baca Juga: Penusukan di Jagakarsa Berawal dari Teguran Rokok, Pelaku Resmi Jadi Tersangka
Kehilangan ini bukan hanya milik Polri, melainkan juga kehilangan besar bagi warga Bandung Barat yang selama ini merasa terbantu oleh kehadiran dua sosok polisi religius dan humanis tersebut.
Gugurnya Aiptu Hendra dan Aipda Jerry menjadi pengingat keras bagi kita semua mengenai risiko pekerjaan yang dihadapi para petugas di garda terdepan penanganan bencana. Di balik seragam yang mereka kenakan, ada jiwa-jiwa pemberani yang rela menerjang bahaya demi keselamatan orang lain.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










