Hantavirus Terdeteksi di RI, Kemenkes Sebut Gejalanya Mirip DBD dan Tifus

AKURAT BANTEN - Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian publik setelah muncul laporan terkait kapal pesiar asal Belanda, MV Hondius, yang membawa penumpang terindikasi terpapar virus tersebut.
Penyakit yang ditularkan melalui tikus ini ternyata bukan virus baru di Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengungkapkan hantavirus telah terdeteksi di Tanah Air sejak puluhan tahun lalu.
Baca Juga: Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Usai Rumahnya Terbakar Saat Renovasi di Jagakarsa
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa sepanjang 2024 hingga 2026 terdapat 23 kasus hantavirus terkonfirmasi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
“Saat ini ada dua kasus suspek di DKI Jakarta dan DIY yang masih dalam proses pemeriksaan konfirmasi,” ujar Aji, Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penelitian menunjukkan hantavirus telah ada di Indonesia sejak era 1980-an. Sejumlah studi yang dilakukan di berbagai kota besar menemukan tingkat seroprevalensi hantavirus pada manusia mencapai sekitar 11,6 persen.
Baca Juga: Bikin Merinding! Bukan Soal Kemewahan, Inilah Alasan Tersembunyi Ruben Onsu Bangun Masjid Megah
Artinya, dari setiap 10 orang, setidaknya satu orang pernah terpapar virus ini, meski banyak yang tidak menyadarinya atau tidak terdiagnosis secara resmi.
Sementara itu, pada populasi tikus yang menjadi reservoir utama virus, angka infeksi ditemukan berkisar antara 0 hingga 34 persen. Kondisi tersebut menunjukkan hantavirus masih aktif beredar di lingkungan, terutama di wilayah dengan populasi rodensia tinggi dan sanitasi yang kurang baik.
Dalam dokumen resmi Kementerian Kesehatan, hantavirus dikategorikan sebagai zoonosis emerging atau penyakit baru yang berpotensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Masih Ingat Ferdy Sambo? Putrinya Resmi Jadi Dokter, Sang Ayah Kirim Surat Penuh Haru dari Penjara
Gejala Hantavirus Mirip Demam Berdarah
Salah satu tantangan terbesar dalam mendeteksi hantavirus adalah gejalanya yang mirip dengan penyakit lain seperti demam berdarah dengue, tifoid, hingga leptospirosis.
Penderita umumnya mengalami demam, nyeri otot, mual, sakit kepala, hingga tubuh lemas. Akibat kemiripan gejala tersebut, banyak kasus diduga tidak terdeteksi atau salah diagnosis.
Fenomena ini dikenal sebagai “iceberg phenomenon”, yakni kondisi ketika kasus yang terlihat di permukaan hanya sebagian kecil dari jumlah kasus sebenarnya yang terjadi di masyarakat.
Baca Juga: Barcelona Mulai Bergerak! Julian Alvarez Bisa Tinggalkan Atletico Madrid Usai Gagal Total Musim Ini
Cara Penularan Hantavirus
Hantavirus menyebar melalui paparan partikel dari urin, feses, atau air liur tikus yang terkontaminasi di udara. Virus dapat masuk ke tubuh manusia saat seseorang menghirup debu yang telah tercemar.
Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung dengan rodensia, permukaan yang terkontaminasi, maupun luka terbuka pada kulit.
Artinya, seseorang tidak harus digigit tikus untuk bisa tertular hantavirus. Berada di lingkungan dengan banyak tikus dan sanitasi buruk sudah cukup meningkatkan risiko infeksi.
Hingga saat ini belum ada vaksin hantavirus yang disetujui secara luas untuk digunakan masyarakat. Karena itu, pengendalian penyakit sangat bergantung pada upaya pencegahan.
Langkah yang disarankan antara lain menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, memperbaiki sanitasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap area yang berpotensi menjadi sarang rodensia.
Pemerintah juga mendorong edukasi masyarakat dan penguatan surveilans berbasis risiko guna mencegah penyebaran hantavirus lebih luas di Indonesia. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D







