Usai Ramai Polemik ‘Mens Rea’, Pandji Pragiwaksono Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya

AKURAT BANTEN - Pandji Pragiwaksono mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Jumat, 6 Februari 2026, untuk memenuhi undangan klarifikasi dari kepolisian. Kehadirannya berkaitan dengan polemik materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea yang belakangan menuai pelaporan dari sejumlah pihak.
Komika sekaligus artis itu menyatakan ingin memperoleh penjelasan secara langsung mengenai laporan yang ditujukan kepadanya. Pandji mengaku ingin mengetahui siapa saja pihak pelapor, serta bagian mana dari materinya yang dinilai bermasalah hingga berujung proses hukum.
Kepolisian sebelumnya mengonfirmasi telah menerima lima laporan polisi dan satu aduan masyarakat terkait penampilan Mens Rea. Materi tersebut diketahui tayang di platform streaming Netflix pada akhir Desember 2025 dan sejak itu memantik perdebatan di ruang publik.
Dalam kedatangannya ke Polda Metro Jaya, Pandji tampak didampingi oleh aktivis hak asasi manusia dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar. Kehadiran Haris disebut sebagai bentuk pendampingan agar proses klarifikasi berjalan terbuka dan proporsional.
Baca Juga: Bobon Santoso Umumkan Pamit dari YouTube, Akun 18 Juta Subscriber Dilepas dengan Harga Rp20 Miliar
Haris menjelaskan bahwa agenda utama pemeriksaan adalah saling memberikan penjelasan antara Pandji dan pihak kepolisian terkait substansi laporan. Menurutnya, klarifikasi ini penting agar persoalan tidak berkembang berdasarkan asumsi semata.
“Kami akan ngobrol, poin-poin apa yang ingin diklarifikasi polisi ke Pandji,” ujar Haris.
“Pandji juga ingin tahu, siapa lima pelapor itu dan apa saja yang dilaporkan,” tambahnya.
Selain itu, Pandji juga disebut siap menyampaikan hasil pertemuannya dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kepada penyidik. Sebelumnya, Pandji telah bertemu dengan pimpinan MUI pada Selasa, 3 Februari 2026, guna membahas materi Mens Rea yang dipersoalkan.
“Kalau ditanya, tentu kami sampaikan. Kalau tidak ditanya, ya tetap bisa diceritakan. Ini klarifikasi, bukan debat,” ucap Haris menegaskan.
Sementara itu, Pandji memilih tidak banyak berbicara kepada awak media sebelum masuk ke gedung Polda. Namun, ia sempat menyampaikan bahwa proses klarifikasi ini justru akan membuka ruang dialog yang lebih sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










