Insiden Bus Terbakar, Timwas DPR RI Awasi Ketat Transportasi Jemaah Haji

AKURAT BANTEN - Perpindahan jemaah haji dari Madinah ke Makkah menjadi fase penting yang mendapat sorotan serius dari Anggota Timwas Haji DPR RI, Maman Imanul Haq.
Ia menekankan bahwa proses mobilisasi harus berjalan aman, terukur, dan minim risiko agar tidak memicu persoalan baru menjelang puncak ibadah haji.
Mengutip laman DPR RI, Maman menyampaikan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu mengecek langsung kondisi di Madinah guna memastikan kesiapan sarana transportasi menuju Makkah berjalan optimal.
Pengawasan ini dilakukan setelah muncul insiden bus terbakar pada tahap awal keberangkatan jemaah.
Baca Juga: Penentuan Idul Adha 2026 Dimulai Hari Ini, Kemenag Gelar Sidang Isbat
Meski tidak berdampak signifikan terhadap layanan secara keseluruhan, DPR menilai kejadian tersebut sebagai peringatan penting bagi penyelenggara haji untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kita pastikan seluruh transportasi itu aman, nyaman, dan bisa memberangkatkan jemaah haji dari Madinah ke Makkah dengan baik,” kata Maman.
Tak hanya fokus pada armada transportasi, Timwas Haji DPR juga menyoroti alur perjalanan jemaah sejak mengambil miqat di Bir Ali hingga tiba di Makkah.
Maman menilai, aspek teknis seperti titik pemberhentian bus hingga jarak tempuh menuju Masjidil Haram sangat berpengaruh terhadap kenyamanan jemaah, khususnya lansia dan penyandang disabilitas.
Baca Juga: 1.278 Jemaah Haji Terakhir Tinggalkan Madinah, Pesan Penting Petugas Jadi Sorotan
Ia menambahkan, kelompok lansia rentan mengalami kelelahan akibat perjalanan yang terlalu panjang atau kurangnya pendampingan.
Oleh karena itu, penentuan rute dan lokasi penurunan jemaah perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan, bukan semata-mata demi efisiensi transportasi.
Selain itu, pengawasan DPR juga mencakup koordinasi lintas pihak, mulai dari Kementerian Agama, petugas haji, hingga operator transportasi di Arab Saudi.
Menurut Maman, koordinasi yang tidak optimal berpotensi menimbulkan keterlambatan, jemaah tertinggal, hingga penumpukan di titik tertentu.
Baca Juga: Masa Tunggu Haji 26 Tahun Jadi Sorotan, BRIN Bongkar Penyebab dan Solusinya
Seiring meningkatnya jumlah jemaah lansia dalam beberapa tahun terakhir, DPR menilai sistem pelayanan haji tidak lagi bisa menggunakan pendekatan umum.
Diperlukan skema pelayanan yang lebih adaptif dan berbasis kebutuhan khusus agar ibadah tetap berlangsung aman dan manusiawi.
Untuk itu, Timwas Haji DPR memastikan akan melakukan pengawasan langsung pada fase perpindahan jemaah, guna menjamin seluruh proses pelayanan berjalan sesuai rencana dan standar yang telah ditetapkan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









