Banten

Waspada Hantavirus di Jakarta, Dinkes Catat 3 Kasus Positif dan 6 Suspek Masih Dipantau

Riski Endah Setyawati | 19 Mei 2026, 04:42 WIB
Waspada Hantavirus di Jakarta, Dinkes Catat 3 Kasus Positif dan 6 Suspek Masih Dipantau
Ilustrasi Hantavirus (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkapkan bahwa hingga kini terdapat tiga warga yang terkonfirmasi positif hantavirus di wilayah ibu kota.

Selain kasus terkonfirmasi, sebanyak enam orang lainnya juga masih berstatus suspek dan berada dalam pengawasan intensif oleh otoritas kesehatan.

“Untuk update kasus hantavirus yang ada di Jakarta, sampai dengan saat ini kita masih menemukan ada tiga kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan, tapi ada enam suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini,” ujar Ani.

Baca Juga: Puluhan Tahun Jual Daun Pisang, Perjuangan Nenek Painah Akhirnya Mengantarkannya ke Tanah Suci

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh fasilitas layanan kesehatan di Jakarta.

Kebijakan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan dari Kementerian Kesehatan terkait peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi penyebaran hantavirus.

Tidak hanya itu, sejumlah rumah sakit umum daerah juga telah ditunjuk sebagai rumah sakit sentinel guna memperkuat sistem pemantauan dan deteksi dini terhadap kemungkinan bertambahnya kasus.

Baca Juga: PS5 Pro Resmi Hadir di Indonesia Mulai 20 Mei 2026, Harga Tembus Rp15 Juta dengan Performa Gaming Revolusioner

“Untuk hal-hal kewaspadaan yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan menindaklanjuti surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan, kami sudah memberikan surat edaran terkait kewaspadaan kasus hanta ini untuk seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Jakarta,” jelasnya.

Ani juga menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim gerak cepat yang bertugas melakukan respons dini apabila ditemukan lonjakan kasus yang signifikan di tengah masyarakat.

Langkah ini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko penyebaran lebih luas dapat ditekan.

Baca Juga: KPK Dalami Peran Muhadjir Effendy dalam Polemik Kuota Haji Tambahan, Eks Menag Ad Interim 2022 Diperiksa

"Juga ada tim gerak cepat yang terus melakukan sistem kewaspadaan dini apabila memang ada peningkatan kasus yang cukup signifikan," kata Ani.

Dalam upaya pencegahan, masyarakat diminta lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, khususnya area yang berpotensi terpapar tikus.

Hantavirus diketahui dapat menular melalui paparan kotoran, urine, maupun air liur tikus yang terkontaminasi.

Baca Juga: PS5 Pro Resmi Hadir di Indonesia Mulai 20 Mei 2026, Harga Tembus Rp15 Juta dengan Performa Gaming Revolusioner

Karena itu, warga diimbau berhati-hati saat membersihkan lokasi yang terdapat jejak tikus agar tidak meningkatkan risiko penularan.

“Sehingga perlu diwaspadai pada saat kita membersihkan area-area yang ada kotoran tikus, dipastikan bahwa ventilasinya bagus, kemudian jangan dibersihkan dalam keadaan kering. Jadi harus disemprot dulu dengan disinfektan,” tutur Ani.

Pemerintah daerah berharap langkah preventif ini dapat menekan potensi penyebaran virus sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.