Waspada Hantavirus di Jakarta, Dinkes Catat 3 Kasus Positif dan 6 Suspek Masih Dipantau

AKURAT BANTEN - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkapkan bahwa hingga kini terdapat tiga warga yang terkonfirmasi positif hantavirus di wilayah ibu kota.
Selain kasus terkonfirmasi, sebanyak enam orang lainnya juga masih berstatus suspek dan berada dalam pengawasan intensif oleh otoritas kesehatan.
“Untuk update kasus hantavirus yang ada di Jakarta, sampai dengan saat ini kita masih menemukan ada tiga kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan, tapi ada enam suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini,” ujar Ani.
Baca Juga: Puluhan Tahun Jual Daun Pisang, Perjuangan Nenek Painah Akhirnya Mengantarkannya ke Tanah Suci
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh fasilitas layanan kesehatan di Jakarta.
Kebijakan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan dari Kementerian Kesehatan terkait peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi penyebaran hantavirus.
Tidak hanya itu, sejumlah rumah sakit umum daerah juga telah ditunjuk sebagai rumah sakit sentinel guna memperkuat sistem pemantauan dan deteksi dini terhadap kemungkinan bertambahnya kasus.
“Untuk hal-hal kewaspadaan yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan menindaklanjuti surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan, kami sudah memberikan surat edaran terkait kewaspadaan kasus hanta ini untuk seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Jakarta,” jelasnya.
Ani juga menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim gerak cepat yang bertugas melakukan respons dini apabila ditemukan lonjakan kasus yang signifikan di tengah masyarakat.
Langkah ini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko penyebaran lebih luas dapat ditekan.
"Juga ada tim gerak cepat yang terus melakukan sistem kewaspadaan dini apabila memang ada peningkatan kasus yang cukup signifikan," kata Ani.
Dalam upaya pencegahan, masyarakat diminta lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, khususnya area yang berpotensi terpapar tikus.
Hantavirus diketahui dapat menular melalui paparan kotoran, urine, maupun air liur tikus yang terkontaminasi.
Karena itu, warga diimbau berhati-hati saat membersihkan lokasi yang terdapat jejak tikus agar tidak meningkatkan risiko penularan.
“Sehingga perlu diwaspadai pada saat kita membersihkan area-area yang ada kotoran tikus, dipastikan bahwa ventilasinya bagus, kemudian jangan dibersihkan dalam keadaan kering. Jadi harus disemprot dulu dengan disinfektan,” tutur Ani.
Pemerintah daerah berharap langkah preventif ini dapat menekan potensi penyebaran virus sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









