Banten

Viral Dugaan Manipulasi Harga Pengadaan MBG di Kota Serang, Vendor Roti Mengaku Diminta Turunkan Kualitas Produk

David Amanda | 5 Juni 2026, 17:47 WIB
Viral Dugaan Manipulasi Harga Pengadaan MBG di Kota Serang, Vendor Roti Mengaku Diminta Turunkan Kualitas Produk
Viral Dugaan Manipulasi Harga Pengadaan MBG, Vendor Roti Mengaku Diminta Turunkan Kualitas Produk (foto: istimewa)

AKURAT BANTEN - Dugaan praktik manipulasi harga dalam pengadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial Threads viral dan mendapat perhatian luas publik.

Unggahan tersebut dibuat akun @spidolls yang membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan seseorang yang disebut sebagai petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Serang.

Dalam unggahan itu, pemilik usaha roti mengaku diminta menjual produknya dengan harga jauh di bawah harga normal, namun nilai yang tercantum dalam nota tetap menggunakan harga asli.

Baca Juga: John Herdman Gemas Jelang Indonesia vs Oman, Ada Satu Hal yang Belum Bisa Ia Terima!

"Akhirnya ngebuktiin sendiri kalau MBG ini lahan basah," tulis akun tersebut dalam unggahannya yang dikutip Jumat (5/6/2026).

Dalam penjelasannya, pemilik usaha mengaku pertama kali dihubungi pada 9 April 2026 untuk memasok roti bagi program MBG.

Ia mengklaim diminta menjual roti seharga Rp1.500 per buah, padahal harga normal produk tersebut mencapai Rp3.000.

"Tanggal 9 April diminta kasih harga roti Rp1.500 padahal harga aslinya Rp3.000, tapi nota tetap harus ditulis Rp3.000," tulisnya.

Ia juga menyebut percakapan sebelumnya telah dihapus oleh pihak yang menghubunginya. Namun, menurut pengakuannya, negosiasi serupa kembali dilakukan beberapa waktu kemudian.

Baca Juga: RUU Pemilu Jadi Prioritas DPR, Bahtra Banong Soroti Putusan MK dan Kuota 30 Persen Perempuan

Dalam tangkapan layar yang diunggah, terlihat permintaan agar harga roti diturunkan dengan cara mengurangi ukuran dan menggunakan bahan baku yang lebih murah.

"Minta harga Rp1.500 per biji, dikurangi aja ukurannya bu, pakai tepung dan susu curah enggak apa-apa," demikian isi pesan yang ditampilkan dalam unggahan tersebut.

Terdapat pula pesan yang diduga menawarkan perbedaan antara harga jual sebenarnya dengan harga yang dicantumkan dalam dokumen transaksi.

"Minta harga Rp1.500, tapi di nota ditulis Rp3.000. Enggak bisa ya, bu?" tulis pesan lainnya.

Baca Juga: Polisi Tahan Pria Pemeran Video Mesum 'Bandar Bergetar', Jejak Grup Telegram VIP Dibongkar

Permintaan itu ditolak oleh pemilik usaha. Ia mengaku tidak ingin menurunkan kualitas produk yang akan dikonsumsi anak-anak penerima manfaat program.

"Saya yang enggak tega jualnya kalau gitu, apalagi buat dimakan anak-anak nantinya. Cari vendor lain aja teh, saya belum bisa kalau begitu," balasnya.

Unggahan tersebut kemudian viral dan mendapat puluhan ribu tanda suka serta ribuan komentar.

Menanggapi ramainya perhatian publik, pengunggah menyatakan belum dapat membuka identitas maupun lokasi pasti SPPG yang dimaksud karena kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwenang.

Baca Juga: Kemenhan dan BPN Belum Tunjukkan Dokumen Dasar Penguasaan Lahan dalam Sidang Sengketa Rancapinang

"Maaf ya aku belum bisa spill SPPG-nya. Untuk saat ini kasusnya sudah dilaporkan ke pihak yang berwenang, jadi kita tunggu update selanjutnya aja," tulisnya.

Selain itu, sejumlah warganet yang berkomentar pada unggahan tersebut mengaku pernah menerima tawaran serupa saat diminta memasok makanan maupun perlengkapan untuk program MBG.

Mereka mengklaim diminta menurunkan harga produk, sementara harga yang dilaporkan tetap menggunakan nilai lebih tinggi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG maupun instansi terkait mengenai kebenaran unggahan yang viral tersebut, redaksi masih menggali informasi lebih jauh. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.