Kasus Pesta Babi Memanas, Yasinta Moiwend Mengaku Diteror dan Ajukan Perlindungan ke LPSK

AKURAT BANTEN - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menerima permohonan perlindungan dari tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, yang mengaku mengalami berbagai bentuk intimidasi dan fitnah setelah melaporkan dugaan eksploitasi dirinya dalam film dokumenter berjudul 'Pesta Babi'.
Mama Sinta, sapaan akrab Yasinta Moiwend, mendatangi kantor LPSK di Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat (5/6).
Didampingi tim kuasa hukumnya, ia menjalani pemeriksaan dan memberikan keterangan secara tertutup kepada petugas LPSK terkait permohonan perlindungan tersebut.
"Pasca-membuat laporan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, banyak sekali hal-hal negatif yang saya rasakan. Saya memohon perlindungan kepada negara melalui LPSK," ujar Yasinta di Jakarta, Jumat (5/6).
Baca Juga: Prabowo Dikritik Terlalu Sering ke Luar Negeri, Istana Bongkar Fakta Biaya dan Jumlah Rombongan
Menurut Yasinta, sejak kasus yang dilaporkannya bergulir di kepolisian, dirinya menjadi sasaran serangan di media sosial, termasuk berbagai tudingan yang dinilainya tidak sesuai fakta.
Salah satu isu yang beredar menyebutkan bahwa keberangkatannya ke Jakarta dibiayai pihak tertentu menggunakan jet pribadi.
"Demi Tuhan, itu tidak benar. Saya bayar sendiri naik pesawat komersial biasa. Di Jakarta saya bebas kemana saja, ke Bogor, ibadah di Gereja Pantekosta, belanja kebutuhan, hingga makan di PKL yang ramai," tegasnya.
Selain itu, Yasinta juga menyoroti adanya laporan polisi yang dibuat di Polres Merauke oleh pihak yang tidak dikenalnya.
Baca Juga: Korupsi Program MBG Terbongkar, DPR Minta Kepala BGN Baru Prioritaskan Sistem Antikorupsi
Laporan tersebut menyebut dirinya menjadi korban penculikan dan intimidasi selama berada di Jakarta. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar.
"Lucunya yang melapor ke Polres Merauke itu bukan keluarga dan bukan warga dari kampung saya. Kenapa mereka sibuk mengisukan saya diculik saat saya sedang fokus pada penanganan hukum terhadap orang-orang yang mengeksploitasi saya? Saya di Jakarta baik-baik saja," herannya.
Menanggapi pengajuan tersebut, Komisioner LPSK Sri Suparyati membenarkan bahwa lembaganya telah menerima draf permohonan perlindungan dari Yasinta.
LPSK saat ini akan melakukan penelaahan terhadap laporan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran Tindak Pidana Pelindungan Data Pribadi (PDP).
Baca Juga: RUU Pemilu Jadi Prioritas DPR, Bahtra Banong Soroti Putusan MK dan Kuota 30 Persen Perempuan
Kasus ini bermula ketika Yasinta Moiwend melaporkan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Merauke, Johnny Teddy Wakum, dan sutradara film Dandhy Dwi Laksono ke Polda Metro Jaya pada Jumat (29/5).
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran Pasal 65 juncto Pasal 67 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Yasinta menilai wajah dan identitas dirinya ditampilkan dalam film 'Pesta Babi' tanpa adanya persetujuan tertulis dari dirinya sebagai pihak yang bersangkutan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang
- 10Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan







