Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang agar Tak Demo, Pengakuannya Usai Bertemu Gibran Jadi Sorotan

AKURAT BANTEN - Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin, menjadi perhatian publik setelah mengakui menerima uang terkait aksi mahasiswa yang kemudian berujung pada pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden.
Pengakuan itu disampaikan Abdi dalam sidang terbuka yang dihadiri ratusan mahasiswa serta civitas akademika UBK.
Momen tersebut terekam dalam video yang beredar luas dan diunggah akun Instagram LPM Marhaen UBK.
Dalam forum itu, Abdi memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang muncul setelah pertemuannya dengan Gibran.
Baca Juga: Fakta Terbaru El Nino 2026, Risiko Godzilla El Niño Ternyata Sangat Kecil
Sejumlah mahasiswa menilai tindakan tersebut telah mencoreng nama baik kampus yang selama ini dikenal memiliki semangat perjuangan dan reformasi.
Menanggapi hal itu, Abdi mengakui menerima uang yang menurutnya berasal dari pihak kepolisian.
“Perihal uang itu memang saya terima, agar tidak turun aksi. Tetapi kami tetap turun,” ucapnya terbata-bata saat memberikan keterangan.
Abdi menjelaskan dirinya bertugas sebagai koordinator aksi gabungan mahasiswa UBK dan UMTH.
Baca Juga: Transportasi Tanpa Macet? ITS dan Teknologi Cerdas yang Ubah Wajah Jalan Raya
Ia mengungkapkan sempat ada tawaran dana agar demonstrasi tidak dilaksanakan.
Meski awalnya menolak, ia kemudian menerima sebagian uang tersebut dengan alasan digunakan untuk kebutuhan operasional aksi.
Menurut pengakuannya, dana itu kemudian dibagikan kepada sejumlah pihak.
Dua senior masing-masing menerima Rp2,5 juta, Ketua BEM FEB memperoleh Rp2 juta, Wakil Ketua BEM Fakultas Hukum menerima Rp2,5 juta, dan seseorang bernama Mubarak mendapatkan Rp2,5 juta.
Baca Juga: Kapal Patroli FPB 28 Diuji, Begini Peran Teknologi Hidrodinamika untuk Perkuat Pengawasan Maritim
Selain itu, terdapat biaya konsolidasi sebesar Rp300 ribu serta sejumlah pengeluaran lain.
Dalam sidang yang sama, Abdi juga menyebut dirinya dan Wakil Ketua BEM FH turut menerima bagian dana tersebut.
“Ketua BEM FH UBK dan wakilnya, masing-masing mendapat Rp2 juta,” kata Abdi.
Ketika didesak mahasiswa untuk menunjukkan mutasi rekening, Abdi menolak.
Ia menegaskan hanya akan membuka data tersebut apabila diminta aparat penegak hukum atau Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Baca Juga: Bukan Sekadar Banyak Wisatawan, Ada Strategi Baru Agar Pariwisata Bali Lebih Berkelanjutan
Sebelumnya, mahasiswa UBK terlibat dalam aksi demonstrasi menuju Istana Negara pada 15 Juni 2026.
Aksi itu sempat diwarnai ketegangan dengan aparat kepolisian di kawasan Medan Merdeka Selatan.
Namun massa tetap melanjutkan demonstrasi hingga akhirnya sejumlah perwakilan mahasiswa, termasuk Abdi, diterima Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden.
Abdi mengatakan pertemuan tersebut terjadi setelah dirinya menerima undangan dari Istana Wakil Presiden.
Dalam dialog itu, ia menyampaikan sejumlah tuntutan mahasiswa, antara lain penghentian sementara dan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih, peninjauan ulang Undang-Undang Polri, penghentian militerisme, penegakan supremasi sipil, hingga langkah pemerintah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Terbongkar Dugaan Pola Kekerasan dalam Kasus Perempuan Bandung, Polisi Diminta Usut Hingga Tuntas8
Mahasiswa juga meminta pemerintah memenuhi hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau, serta meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak.
“Kami tidak ingin ada oligarki di dalam kebijakan yang dijalankan pemerintah, terutama yang membuat rakyat sengsara,” katanya.
Abdi mengklaim seluruh aspirasi mahasiswa telah dicatat oleh Gibran.
Ia menegaskan mahasiswa akan menggelar aksi dengan massa yang lebih besar apabila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti pemerintah dalam waktu lima hari.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana






