Banten

Bukan Pencetak Gol, Ini Alasan Rodri Jadi Pemain Paling Berpengaruh Saat Spanyol Kalahkan Prancis 2-0

Viona Sebastian Nolani | 15 Juli 2026, 14:45 WIB
Bukan Pencetak Gol, Ini Alasan Rodri Jadi Pemain Paling Berpengaruh Saat Spanyol Kalahkan Prancis 2-0
Rodri saat membeli timnas Spanyol. (instagram/@fifaworldcup)

AKURAT BANTEN - Rodri memang bukan pemain yang selalu mencuri perhatian dengan aksi spektakuler di lapangan.

Ia bukan gelandang yang sering mencetak gol dari jarak jauh, melakukan sprint eksplosif, atau merayakan gol dengan ekspresi penuh gairah.

Namun dalam kemenangan Spanyol 2-0 atas Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026, Rabu pagi 15 Juli, sosok dengan nomor punggung 16 itu menjadi pemain yang memberikan pengaruh paling besar di antara seluruh pemain di lapangan.

Sejak masih kecil, Rodri sudah menunjukkan karakter yang berbeda dibanding pemain lainnya.

Baca Juga: Scaloni Ubah Taktik Argentina Jelang Hadapi Inggris, Formasi Baru Bisa Bikin Messi Terisolasi

Besar di Villanueva de la Canada, kawasan pinggiran Madrid, ia sering mendapat dorongan dari sang ayah, Antonio, agar lebih berani bermain menyerang dan mencetak gol.

Ayahnya yang pernah menjadi bek di kompetisi amatir selalu memberikan pesan kepada putranya: "Tidak ada yang mengingat tekel. Mereka hanya mengingat gol, kartu merah, atau momen-momen luar biasa."

Namun, Rodri memilih jalannya sendiri. Baginya, kepuasan terbesar bukan berasal dari mencetak gol, melainkan dari kemampuan membaca alur pertandingan dan mengendalikan permainan dari lini tengah.

"Saya suka membaca permainan. Saya suka memahami bagaimana sepak bola bekerja," Rodri pernah berbagi.

Baca Juga: Harry Kane Beri Peringatan Jelang Inggris vs Argentina, Bukan Cuma Lionel Messi yang Harus Diwaspadai

Ketika kemudian berada di bawah arahan Pep Guardiola di Manchester City, Rodri justru mendapatkan arahan yang berbeda. Guardiola memintanya untuk lebih disiplin menjaga posisi.

"Kamu terlalu banyak bergerak. Seorang gelandang bertahan harus tetap di posisinya. Jangan berlari ke sana kemari. Tetap di sana," kata Pep.

Rodri mengikuti instruksi tersebut dan berkembang menjadi sosok penting dalam skema Manchester City.

Ia menjadi pemain utama yang membantu klub meraih treble bersejarah, sekaligus figur yang dianggap Guardiola sulit digantikan.

Namun, saat menghadapi Prancis di semifinal Piala Dunia 2026, Rodri kembali menunjukkan sisi berbeda.

Bermain di Dallas, Amerika Serikat, ia terlihat aktif menguasai hampir seluruh area penting pertandingan. Pergerakannya mencakup wilayah pertahanan sendiri hingga area dekat kotak penalti lawan.

Ia tampil sebagai pemain yang mampu bertahan, mengatur tempo, membantu serangan, sekaligus selalu hadir di posisi yang tepat untuk menyelesaikan berbagai masalah di lapangan.

Pep Guardiola pernah menyebut bahwa ketika Rodri berada di lapangan, 10 pemain lainnya akan bermain lebih baik.

Performa melawan Prancis menjadi gambaran nyata dari pernyataan tersebut.

Menariknya, sulit menemukan satu momen ikonik dari penampilan Rodri. Ia tidak mencetak gol, tidak memberikan assist, dan tidak melakukan aksi individu yang membuat stadion bergemuruh.

Justru, ciri khasnya tetap sama: terus memberi arahan kepada rekan-rekannya, menjaga struktur tim, mengontrol bola dengan ketenangan, serta memastikan permainan Spanyol tetap berada dalam kendali.

Pengaruh Rodri hadir melalui detail-detail kecil yang sering luput dari perhatian. Statistik pertandingan melawan Prancis menunjukkan perannya dengan jelas.

Ia mencatat akurasi umpan sebesar 87%, membuat 15 umpan progresif, memenangkan seluruh 4 duel udara, melakukan 4 tekel, serta mencatat 2 sapuan dan 2 kali merebut bola.

Jika melihat performanya sepanjang turnamen, Rodri juga menjadi salah satu pemain paling dominan.

Ia memimpin daftar pemain Piala Dunia dengan total jarak tempuh 83,47 kilometer, menyelesaikan 629 operan dengan tingkat keberhasilan 94%, serta mencatat jumlah operan terobosan terbanyak di turnamen dengan 62 kali percobaan.

Meski demikian, kualitas terbesar Rodri tidak hanya terlihat melalui statistik. Ia sering tidak muncul dalam tayangan kamera karena mampu membaca situasi dan bergerak lebih awal menuju ruang yang tepat.

Terkadang ia mengisi area kosong yang ditinggalkan pemain bertahan yang naik membantu serangan. Terkadang ia membuka opsi umpan bagi rekan setimnya. Dan dalam banyak kesempatan, kehadirannya memberikan rasa aman bagi seluruh tim.

Dengan akurasi umpan mencapai 87%, memenangkan 4 dari 4 duel udara, serta mencatat 4 tekel, Rodri kembali membuktikan dirinya sebagai elemen penting dalam keberhasilan Spanyol melaju ke final.

Ia menjadi benteng pertama ketika lawan menyerang, pemain tambahan di lini belakang saat situasi membutuhkan, penghubung utama dalam distribusi bola, bahkan terkadang menjadi pemain yang membantu fase menyerang sebelum kembali bertahan.

Saat Spanyol berada dalam tekanan, para pemain tahu bahwa memberikan bola kepada Rodri bisa menjadi solusi.

Kehadirannya memberikan waktu tambahan bagi rekan setim untuk mengambil keputusan dan mengatur ulang permainan.

Situasi tersebut terlihat berulang kali saat semifinal menghadapi Prancis.

Ketika Kylian Mbappe berduel dengan Pau Cubarsi, Rodri hampir selalu berada di dekatnya untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain.

Pergerakannya membuat Mbappe kehilangan banyak ruang untuk melakukan penetrasi sekaligus membantu Cubarsi lebih nyaman menghadapi duel satu lawan satu.

Bukan hanya Cubarsi yang mendapat keuntungan dari kecerdasan posisi Rodri.

Marc Cucurella, Fabian Ruiz, Dani Olmo, hingga Lamine Yamal juga merasakan dampak positif dari kemampuan gelandang Manchester City tersebut dalam membaca permainan dan menempatkan diri di momen yang tepat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.