Terbongkar! Sindikat Pencuri Modul BTS XLSmart Menyamar Jadi Teknisi, Rugikan Rp5 Miliar

AKURAT BANTEN - Kerugian hingga sekitar Rp5 miliar dialami PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk akibat aksi sindikat pencurian modul base transceiver station (BTS) yang beroperasi di sejumlah wilayah Indonesia.
Selain menimbulkan kerugian materiil, pencurian tersebut juga berdampak pada terganggunya layanan seluler dan internet yang dirasakan ribuan pelanggan.
Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi menjelaskan, kasus ini terungkap setelah pihak XLSmart melaporkan hilangnya sejumlah modul BTS di berbagai daerah.
Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka.
Empat tersangka tersebut terdiri atas dua pelaku pencurian, satu orang penadah, dan seorang pengepul yang sekaligus mengatur pengiriman barang hasil curian.
Untuk melancarkan aksinya, para pelaku menyamar sebagai teknisi menara BTS sehingga dapat membongkar dan membawa kabur perangkat telekomunikasi tanpa memicu kecurigaan.
Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSmart, Reza Mirza, mengungkapkan bahwa sindikat tersebut umumnya membidik modul BTS generasi terbaru karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Reza menjelaskan, XLSmart bersama para mitra sebelumnya telah melaporkan sejumlah kasus pencurian perangkat telekomunikasi kepada kepolisian di berbagai wilayah.
Baca Juga: Kejagung Resmi Hentikan Pendataan MBG di Seluruh Indonesia, Ternyata Ini Alasannya
Mengingat jumlah kasus terus meningkat beserta dampaknya, penanganan perkara kemudian dikoordinasikan dengan Satuan Reserse Mobile (Resmob) Bareskrim Polri.
“Resmob Bareskrim memiliki cakupan wilayah di seluruh Indonesia, sehingga proses pengungkapan kasus dapat dilakukan lebih efektif tanpa terkendala batas yurisdiksi,” ujar Reza.
Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka Unggah Video Wabup Lombok Tengah Jenguk Tersangka Kasus Pembakaran Santri
Saat ini, Polri bersama XLSmart masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain maupun jaringan yang terlibat dalam sindikat pencurian perangkat BTS tersebut.
Upaya ini dilakukan seiring besarnya dampak yang ditimbulkan, baik terhadap kerugian perusahaan maupun kualitas layanan telekomunikasi di sejumlah daerah.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









