Banten

Terbongkar! Sindikat Pencuri Modul BTS XLSmart Menyamar Jadi Teknisi, Rugikan Rp5 Miliar

Viona Sebastian Nolani | 15 Juli 2026, 22:48 WIB
Terbongkar! Sindikat Pencuri Modul BTS XLSmart Menyamar Jadi Teknisi, Rugikan Rp5 Miliar
Polri mengungkap sindikat pencurian modul BTS XLSmart yang menyamar sebagai teknisi dengan total kerugian perusahaan mencapai Rp5 miliar. (iStock)

AKURAT BANTEN - Kerugian hingga sekitar Rp5 miliar dialami PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk akibat aksi sindikat pencurian modul base transceiver station (BTS) yang beroperasi di sejumlah wilayah Indonesia.

Selain menimbulkan kerugian materiil, pencurian tersebut juga berdampak pada terganggunya layanan seluler dan internet yang dirasakan ribuan pelanggan.

Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi menjelaskan, kasus ini terungkap setelah pihak XLSmart melaporkan hilangnya sejumlah modul BTS di berbagai daerah.

Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Baca Juga: Profil Kuntadi, Calon Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah: Pernah Usut Kasus PT Timah hingga BTS Kominfo

Empat tersangka tersebut terdiri atas dua pelaku pencurian, satu orang penadah, dan seorang pengepul yang sekaligus mengatur pengiriman barang hasil curian.

Untuk melancarkan aksinya, para pelaku menyamar sebagai teknisi menara BTS sehingga dapat membongkar dan membawa kabur perangkat telekomunikasi tanpa memicu kecurigaan.

Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSmart, Reza Mirza, mengungkapkan bahwa sindikat tersebut umumnya membidik modul BTS generasi terbaru karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Reza menjelaskan, XLSmart bersama para mitra sebelumnya telah melaporkan sejumlah kasus pencurian perangkat telekomunikasi kepada kepolisian di berbagai wilayah.

Baca Juga: Kejagung Resmi Hentikan Pendataan MBG di Seluruh Indonesia, Ternyata Ini Alasannya

Mengingat jumlah kasus terus meningkat beserta dampaknya, penanganan perkara kemudian dikoordinasikan dengan Satuan Reserse Mobile (Resmob) Bareskrim Polri.

“Resmob Bareskrim memiliki cakupan wilayah di seluruh Indonesia, sehingga proses pengungkapan kasus dapat dilakukan lebih efektif tanpa terkendala batas yurisdiksi,” ujar Reza.

Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka Unggah Video Wabup Lombok Tengah Jenguk Tersangka Kasus Pembakaran Santri

Saat ini, Polri bersama XLSmart masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain maupun jaringan yang terlibat dalam sindikat pencurian perangkat BTS tersebut.

Upaya ini dilakukan seiring besarnya dampak yang ditimbulkan, baik terhadap kerugian perusahaan maupun kualitas layanan telekomunikasi di sejumlah daerah.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.