Terungkap Potensi Logam Tanah Jarang di Lampung, Bisa Jadi Bahan Baku Industri Pertahanan Indonesia

AKURAT BANTEN - Potensi logam tanah jarang (LTJ) sebagai bahan baku industri pertahanan menjadi salah satu topik utama dalam audiensi antara Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Pertahanan (BIK Intelhan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pertemuan berlangsung di Pusat Riset Teknologi Mineral (PRTM), Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Iskandar Zulkarnain, Lampung, Kamis (16/7).
Audiensi ini membahas peluang pemanfaatan mineral strategis melalui dukungan riset, termasuk pengembangan teknologi ekstraksi dan pemurnian mineral untuk memenuhi kebutuhan industri pertahanan nasional di masa mendatang.
Kepala Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Fajar Nurjaman, menjelaskan bahwa PRTM BRIN memiliki fasilitas dan infrastruktur riset yang memadai untuk mendukung pengembangan teknologi pengolahan mineral, termasuk dalam mendorong program hilirisasi mineral nasional.
Baca Juga: Ampas Kopi Gayo Ternyata Berpotensi Jadi Kemasan Pangan Masa Depan
"Fasilitas riset mineral BRIN di Lampung didukung oleh infrastruktur modern yang dioptimalkan untuk mendukung hilirisasi mineral, termasuk potensi ekstraksi tingkat lanjut bagi kebutuhan industri strategis nasional," ujar Fajar.
Dengan dukungan kapasitas riset tersebut, Kementerian Pertahanan menyampaikan kebutuhan akan data dan informasi ilmiah terkait potensi mineral strategis yang berpeluang dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pertahanan dalam negeri.
Perwakilan Kementerian Pertahanan, Beny D. Widodo dan Bintang Berliant, menjelaskan bahwa penguatan kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi salah satu prioritas kementerian.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Pertahanan tengah melakukan pendataan potensi mineral strategis di sejumlah wilayah Indonesia.
Baca Juga: Andra Soni Datangi Rumah Duka Rusdi Alam, Kenang Sosok Penyejuk Politik
"Kementerian Pertahanan saat ini berfokus pada kesiapan alutsista dan logistik pertahanan dalam negeri," kata Beny.
Ia menuturkan bahwa pihaknya ingin memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai potensi logam tanah jarang di Provinsi Lampung yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.
"Kami bermaksud mencari tahu secara pasti apakah terdapat kandungan mineral strategis atau Logam Tanah Jarang (LTJ) spesifik di wilayah Lampung yang dapat dipetakan untuk kemudian diolah oleh BRIN demi mencukupi kebutuhan material pertahanan di masa depan," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Peneliti Ahli Madya BRIN, Fika Rofiek Mufakhir, memaparkan prospek ekonomi pengembangan logam tanah jarang di Indonesia.
Paparan tersebut mencakup karakteristik LTJ, manfaatnya dalam berbagai sektor industri, tren harga komoditas dunia, perkembangan riset BRIN, hingga kemajuan teknologi ekstraksi dan pemurnian sebagai bagian dari pengembangan teknologi mineral kritis.
Fika turut menjelaskan bahwa logam tanah jarang memiliki peran penting dalam berbagai industri berteknologi tinggi, termasuk industri pertahanan yang membutuhkan material dengan spesifikasi khusus.
"Logam tanah jarang dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi strategis, mulai dari komponen pemandu rudal, sistem radar, hingga komponen alutsista yang memerlukan material berkekuatan tinggi," jelas Fika.
Pertemuan tersebut juga menjadi wadah pertukaran informasi mengenai kebutuhan material bagi sektor pertahanan, potensi mineral strategis yang dimiliki Lampung, serta kemampuan BRIN dalam mengembangkan teknologi ekstraksi dan pemurnian mineral.
Hasil diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama riset yang mendukung pemanfaatan mineral strategis sebagai bahan baku industri pertahanan nasional.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









