Banten

Terungkap Potensi Logam Tanah Jarang di Lampung, Bisa Jadi Bahan Baku Industri Pertahanan Indonesia

Viona Sebastian Nolani | 20 Juli 2026, 16:03 WIB
Terungkap Potensi Logam Tanah Jarang di Lampung, Bisa Jadi Bahan Baku Industri Pertahanan Indonesia
BRIN dan Kemenhan Bahas Potensi LTJ untuk Industri Pertahanan. (brin.go.id)

AKURAT BANTEN - Potensi logam tanah jarang (LTJ) sebagai bahan baku industri pertahanan menjadi salah satu topik utama dalam audiensi antara Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Pertahanan (BIK Intelhan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pertemuan berlangsung di Pusat Riset Teknologi Mineral (PRTM), Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Iskandar Zulkarnain, Lampung, Kamis (16/7).

Audiensi ini membahas peluang pemanfaatan mineral strategis melalui dukungan riset, termasuk pengembangan teknologi ekstraksi dan pemurnian mineral untuk memenuhi kebutuhan industri pertahanan nasional di masa mendatang.

Kepala Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Fajar Nurjaman, menjelaskan bahwa PRTM BRIN memiliki fasilitas dan infrastruktur riset yang memadai untuk mendukung pengembangan teknologi pengolahan mineral, termasuk dalam mendorong program hilirisasi mineral nasional.

Baca Juga: Ampas Kopi Gayo Ternyata Berpotensi Jadi Kemasan Pangan Masa Depan

"Fasilitas riset mineral BRIN di Lampung didukung oleh infrastruktur modern yang dioptimalkan untuk mendukung hilirisasi mineral, termasuk potensi ekstraksi tingkat lanjut bagi kebutuhan industri strategis nasional," ujar Fajar.

Dengan dukungan kapasitas riset tersebut, Kementerian Pertahanan menyampaikan kebutuhan akan data dan informasi ilmiah terkait potensi mineral strategis yang berpeluang dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pertahanan dalam negeri.

Perwakilan Kementerian Pertahanan, Beny D. Widodo dan Bintang Berliant, menjelaskan bahwa penguatan kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi salah satu prioritas kementerian.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Pertahanan tengah melakukan pendataan potensi mineral strategis di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca Juga: Andra Soni Datangi Rumah Duka Rusdi Alam, Kenang Sosok Penyejuk Politik

"Kementerian Pertahanan saat ini berfokus pada kesiapan alutsista dan logistik pertahanan dalam negeri," kata Beny.

Ia menuturkan bahwa pihaknya ingin memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai potensi logam tanah jarang di Provinsi Lampung yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.

"Kami bermaksud mencari tahu secara pasti apakah terdapat kandungan mineral strategis atau Logam Tanah Jarang (LTJ) spesifik di wilayah Lampung yang dapat dipetakan untuk kemudian diolah oleh BRIN demi mencukupi kebutuhan material pertahanan di masa depan," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Peneliti Ahli Madya BRIN, Fika Rofiek Mufakhir, memaparkan prospek ekonomi pengembangan logam tanah jarang di Indonesia.

Paparan tersebut mencakup karakteristik LTJ, manfaatnya dalam berbagai sektor industri, tren harga komoditas dunia, perkembangan riset BRIN, hingga kemajuan teknologi ekstraksi dan pemurnian sebagai bagian dari pengembangan teknologi mineral kritis.

Fika turut menjelaskan bahwa logam tanah jarang memiliki peran penting dalam berbagai industri berteknologi tinggi, termasuk industri pertahanan yang membutuhkan material dengan spesifikasi khusus.

"Logam tanah jarang dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi strategis, mulai dari komponen pemandu rudal, sistem radar, hingga komponen alutsista yang memerlukan material berkekuatan tinggi," jelas Fika.

Pertemuan tersebut juga menjadi wadah pertukaran informasi mengenai kebutuhan material bagi sektor pertahanan, potensi mineral strategis yang dimiliki Lampung, serta kemampuan BRIN dalam mengembangkan teknologi ekstraksi dan pemurnian mineral.

Hasil diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama riset yang mendukung pemanfaatan mineral strategis sebagai bahan baku industri pertahanan nasional.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.