'Saya Merasa Ini Kriminalisasi!' Suara Tegas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sebelum Digiring ke Rutan KPK

AKURAT BANTEN — Suasana di Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, mendadak membara pada Jumat (24/7/2026) malam.
Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, akhirnya muncul ke publik di tengah sorotan lampu kamera dan kepungan awak media yang telah menantinya sejak sore.
Tanpa menunjukkan gestur gentar, Febrie melangkah keluar dengan kepala tegak.
Di detik-detik akhir sebelum dirinya digiring menuju mobil tahanan, ia melontarkan pernyataan bernada perlawanan yang langsung menghentak publik nasional.
"Tetapi ini sudah menjadi keputusan pimpinan, saya siap menghadapinya. Dan saya merasa memang ini kriminalisasi."
Pernyataan tajam tersebut langsung memantik tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Bagaimana bisa seorang figur yang dulunya berada di garda terdepan penegakan hukum kini justru mengenakan status sebagai tersangka dan dijebloskan ke tahanan?
Bongkar Kejanggalan Prosedur: "Di Gedung Bundar Tidak Pernah Seperti Ini!"
Bukan tanpa alasan Febrie melontarkan kalimat sarat makna tersebut.
Di hadapan para jurnalis, ia secara terbuka membongkar adanya prosedur yang dinilai tidak lazim dalam proses penetapan tersangka hingga penahanan dirinya terkait kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Febrie membeberkan, dirinya sempat melakukan diskusi mendalam dengan jaksa pemeriksa sebelum keputusan penahanan ini diambil.
Menurut penilaiannya, alat bukti yang disodorkan penyidik masih terlalu prematur dan belum memenuhi standar kekuatan hukum yang matang.
Sehingga menurut saya, ini belum cukup untuk dilakukan penahanan. Di Gedung Bundar tidak pernah seperti ini.
Sebagai mantan petinggi yang lama malang melintang di lingkaran strategis Korps Adhyaksa, Febrie memahami betul standar operasional penanganan perkara korupsi besar.
Ia menyebut, semestinya seluruh alat bukti diuji secara berlapis dan melalui serangkaian gelar perkara (expose) yang transparan agar tidak menyisakan kesan kesewenang-wenangan atau dzalim kepada subjek hukum.
"Semua alat bukti harus dikonfirmasi dan diperdalam dulu, dan berkali-kali dilakukan expose baru kita yakin bahwa ini tidak dzalim. Barulah kita melakukan penahanan," tegasnya menambahkan.
Baca Juga: Man City Mengamuk! Bantah Tegas Tawaran Real Madrid untuk Rodri, Fakta di Balik Layar Terkuak!
Misteri Emas 74 Kilogram dan Sikap Kooperatif
Sorotan publik tidak hanya tertuju pada proses penahanannya, tetapi juga pada barang bukti krusial yang sempat disita dari kediamannya beberapa waktu lalu, yakni emas seberat 74 kilogram.
Ketika dikonfirmasi mengenai kepemilikan dan asal-usul barang mewah tersebut, Febrie memilih untuk tidak banyak berkomentar dan menyerahkan sepenuhnya pembuktian tersebut kepada jalannya penyidikan.
"Biar jaksa penyidik yang lihat, itu punya siapa dan digunakan untuk apa, kegiatan apa. Nanti minta penyidik untuk jawab," ujarnya singkat.
Meski secara terbuka menyatakan keberatan dan merasa menjadi korban kriminalisasi, Febrie menegaskan bahwa dirinya tetap akan bersikap kooperatif demi menghormati institusi tempatnya pernah mengabdi.
Malam itu, dengan pengawalan ketat, Febrie Adriansyah resmi dibawa ke Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kasus ini dipastikan bakal menjadi episentrum pemberitaan nasional dalam beberapa hari ke depan, mengingat dinamika politik hukum yang melibatkan mantan elite penegak hukum selalu menyedot perhatian jutaan pasang mata di tanah air.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










