Banten

Fakta Kasus KD Tewas Dikeroyok di Tabanan Bali, Istri Ungkap Diduga Cari Uang untuk Bayar Sekolah Anak

Viona Sebastian Nolani | 27 Juli 2026, 20:22 WIB
Fakta Kasus KD Tewas Dikeroyok di Tabanan Bali, Istri Ungkap Diduga Cari Uang untuk Bayar Sekolah Anak
Putu Dewi Suryantini buka suara usai suaminya tewas dalam kasus pengeroyokan di Bali. (Instagram/berita_gosip)

AKURAT BANTEN - Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pria berinisial KD di Kabupaten Tabanan, Bali, terus menjadi perhatian publik.

Polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, sementara video yang memperlihatkan putri korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SD menangis histeris saat jenazah ayahnya tiba di rumah duka viral dan memicu simpati warganet.

KD diketahui meninggal dunia setelah diduga dikeroyok massa usai dituduh mencuri ayam aduan milik warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ini Sosok Destry Damayanti yang Kini Pimpin BI

Istri korban, Putu Dewi Suryantini, mengungkapkan bahwa suaminya telah tiga hari tidak pulang ke rumah sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia akibat pengeroyokan.

“Enggak berpamitan, dia udah enggak pulang 3 hari. Mungkin karena enggak punya uang untuk bayar SPP, bayar sekolah anak saya,” ucap Putu Dewi, dikutip dari unggahan akun Instagram @berita_gosip pada Senin, 27 Juli 2026.

“Suami saya mungkin cari uang untuk bayar sekolah anak. Bayar Rp2,7 juta,” lanjutnya.

Putu Dewi juga menjelaskan bahwa mereka memiliki tiga orang anak.

Baca Juga: Irjen Kemhan Kunjungi King's College London, Indonesia-Inggris Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Satu anak sudah menikah, sedangkan dua lainnya masih menempuh pendidikan.

“Ini yang sekolah, kelas 1 SMK satu anak, yang kelas 2 SD satu anak,” imbuhnya.

Putu Dewi mengatakan kabar mengenai kondisi suaminya pertama kali ia terima dari pihak keluarga.

“Ini ada keluarga di sini yang beri tahu, ada orang yang kasih tahu,” kata Putu Dewi lagi.

Baca Juga: Komisi XIII DPR Nilai Freeport Indonesia Penuhi Standar HAM, Jadi Contoh Tata Kelola Bisnis

Keterangan serupa disampaikan anggota keluarga korban, Made Parta.

Ia mengaku awalnya menerima informasi mengenai penemuan mayat di wilayah Baturiti sebelum memastikan identitas korban.

“Awalnya sekali diinformasikan ada mayat di Desa Baturiti, itu informasinya. Lalu saya ke Polsek, lalu setelah itu disuruh cek ke rumah sakit,” ucap Made Parta.

Dari hasil penyelidikan, kepolisian telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan KD.

Baca Juga: 59 Persen Gen Z Indonesia Curhat ke ChatGPT, Pakar Ingatkan Bahaya yang Mengintai

Kelima tersangka masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND.

Polisi menyatakan penyidikan masih terus berlangsung, termasuk mendalami kemungkinan adanya tersangka lain serta peran masing-masing pelaku dalam peristiwa tersebut.

“Kami belum bisa menyampaikan peran masing-masing karena masih dilakukan pendalaman. Lima orang inilah yang berdasarkan alat bukti sementara telah kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, dalam konferensi pers di Mapolres Tabanan pada Minggu, 26 Juli 2026.

Baca Juga: WHO dan UNICEF: Cakupan Vaksin Anak di Indonesia Naik Jadi 82 Persen, Masih Ada Ratusan Ribu Belum Divaksin

Sebelumnya, dugaan pencurian ayam aduan yang melibatkan KD terjadi pada Jumat dini hari, 24 Juli 2026, sekitar pukul 01.30 WITA.

Selain diduga mengeroyok korban hingga meninggal dunia, massa juga diketahui membakar satu unit sepeda motor milik KD.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.