Banten

Profil Anom Widiantoro, Bupati Pemalang yang Kena OTT KPK: Punya Harta Rp21,3 Miliar hingga Jejak Karier di BUMN

Viona Sebastian Nolani | 29 Juli 2026, 21:22 WIB
Profil Anom Widiantoro, Bupati Pemalang yang Kena OTT KPK: Punya Harta Rp21,3 Miliar hingga Jejak Karier di BUMN
Anom Widiantoro, Bupati Pemalang yang terseret dugaan kasus jual beli jabatan, diketahui memiliki perjalanan karier panjang di lingkungan BUMN. (Instagram.com/@prokompimnews_pemalang)

AKURAT BANTEN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan penerimaan proyek dan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang sebagai dasar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang, Anom Widiantoro.

Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Rabu, 29 Juli 2026.

"Kegiatan penyelidikan tertutup ini terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati, terkait dengan proyek-proyek di wilayah Kabupaten Pemalang," kata Budi.

Baca Juga: Kejagung Ungkap Chat Lodewyk Pusung dengan Istri Jadi Bukti Dugaan Korupsi MBG

"Selain itu, penerimaan oleh Bupati juga diduga terkait dengan jual-beli jabatan," imbuhnya.

Dalam operasi senyap tersebut, KPK mengamankan total 21 orang dari sejumlah lokasi berbeda.

Sebanyak lima orang ditangkap di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan satu orang lainnya di Purworejo.

Baca Juga: KPK Periksa Plt Gubernur Riau soal Uang Penggeledahan, Jejak Kasus Abdul Wahid Kembali Disorot

"Kemungkinan siang ini sampai dengan sore tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," sambungnya.

Selain mengamankan puluhan orang, KPK juga menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar yang diduga berkaitan dengan kasus penerimaan proyek dan jual beli jabatan yang menyeret Anom Widiantoro.

Kasus ini kemudian memicu perhatian publik terhadap latar belakang politik, perjalanan karier, hingga harta kekayaan Anom Widiantoro.

Baca Juga: Videotron Melawi Tiba-tiba Tampilkan Video Tak Senonoh, Kominfo Ungkap Dugaan Diretas Hacker

Anom Widiantoro diketahui menghabiskan masa kecil hingga pendidikan menengah di wilayah Jawa Barat, tepatnya di Cimahi dan Bandung.

Ia menempuh pendidikan Sarjana (S1) Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro, Semarang, dan lulus pada 1996.

Selanjutnya, Anom meraih gelar Magister Ekonomi dan Bisnis (Ekbis) dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, pada 2005.

Baca Juga: Gempa Jepang M 7,1 Guncang Kumamoto, 50 Korban Terluka, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami ke Indonesia

Dalam perjalanan politiknya, Anom yang berpasangan dengan Nurkholes resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pemalang sejak 20 Februari 2025.

Saat mengikuti Pilkada, pasangan tersebut diusung oleh koalisi Partai Golkar, Perindo, PSI, Gelora, dan Partai Buruh.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 29 Juli 2026, Anom Widiantoro tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp21,3 miliar.

Baca Juga: Kejagung Ungkap 4 Alat Bukti Jerat Lodewyk Pusung di Kasus Korupsi MBG, Kerugian Negara Rp10,5 Triliun

Nilai kekayaan tersebut sejalan dengan rekam jejak panjangnya di dunia korporasi, terutama di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Mengacu pada laman resmi Pemerintah Kabupaten Pemalang, Anom mengawali karier di PT WIKA sejak 1996.

Selama sekitar 25 tahun, ia pernah menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari staf ahli, internal auditor, kepala seksi, manajer keuangan dan personalia, manajer keuangan dan operasi departemen luar negeri, hingga general manajer pada periode 1996–2021.

Pria kelahiran 20 Maret 1970 itu kemudian melanjutkan karier sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Property (PT Hipa) pada periode 2021 hingga 2024.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.