Banten

Kronologi Satpam Dapur MBG Ciputat Curi 1.700 Ompreng, Uangnya Dipakai Beli Narkoba

Viona Sebastian Nolani | 29 Juli 2026, 21:25 WIB
Kronologi Satpam Dapur MBG Ciputat Curi 1.700 Ompreng, Uangnya Dipakai Beli Narkoba
Kasus dugaan penjualan 1.700 ompreng MBG oleh satpam SPPG di Ciputat, Tangerang Selatan menjadi sorotan publik. (Instagram.com/@winnews - @terasnegeriku)

AKURAT BANTEN - Kasus dugaan pencurian 1.700 ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciputat, Tangerang Selatan menjadi sorotan publik.

Perhatian warganet semakin besar setelah satpam berinisial TRS (50) yang telah ditetapkan sebagai tersangka diduga menjual hasil curiannya demi mendapatkan uang untuk membeli narkoba.

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq menjelaskan, ompreng yang dicuri dijual kepada pengepul barang rongsokan sebelum akhirnya dilebur karena berbahan stainless steel.

Baca Juga: Profil Anom Widiantoro, Bupati Pemalang yang Kena OTT KPK: Punya Harta Rp21,3 Miliar hingga Jejak Karier di BUMN

"Dia jual ke pengepul rongsokan dan dilebur. Kan itu (bahannya) stainless, duitnya dipakai beli narkoba," kata Bambang dalam keterangan resminya, pada Rabu, 29 Juli 2026.

Lalu, bagaimana kronologi kasus pencurian yang menyeret satpam Dapur MBG di Ciputat, Tangerang Selatan tersebut? Simak rangkumannya berikut ini.

Peristiwa pencurian diketahui terjadi di Dapur SPPG Ciputat 07, Gang Akoh Eng, Jalan RE Martadinata, Ciputat, pada 8 Juli 2026.

Baca Juga: Kejagung Ungkap Chat Lodewyk Pusung dengan Istri Jadi Bukti Dugaan Korupsi MBG

Saat itu, fasilitas tersebut baru dipersiapkan untuk mulai beroperasi sebagai pendukung program MBG di wilayah tersebut.

Dalam proses penyelidikan, polisi turut melakukan tes urine terhadap TRS.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tersangka positif mengonsumsi amphetamine dan methamphetamine.

"Dicek urine hasilnya positif amphetamine dan methamphetamine. Betul, ternyata beberapa hari yang lalu pakai (narkoba)," ungkapnya.

Baca Juga: KPK Periksa Plt Gubernur Riau soal Uang Penggeledahan, Jejak Kasus Abdul Wahid Kembali Disorot

Aksi pencurian itu menyebabkan pengelola SPPG kehilangan 1.700 ompreng, dua unit kompor, satu blender, satu printer, satu genset, serta satu power box.

Tak hanya itu, Bambang mengungkapkan bahwa perangkat perekam CCTV, kunci gerbang, hingga kunci ruangan milik Yayasan Dunia Berkah Mandiri juga ikut raib.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan, Tim Opsnal Polsek Ciputat Timur memperoleh petunjuk mengenai seseorang yang diduga menawarkan ompreng hasil curian.

Baca Juga: Videotron Melawi Tiba-tiba Tampilkan Video Tak Senonoh, Kominfo Ungkap Dugaan Diretas Hacker

"Tim mendapatkan informasi bahwa ompreng tersebut ada yang menawarkan oleh orang berinisial DH alias Bucek," terang Bambang.

Saat diperiksa penyidik, TRS sempat memilih bungkam.

Namun, setelah penyelidikan berkembang, ia akhirnya mengakui telah mencuri berbagai barang di dapur SPPG bersama tiga rekannya, yakni GZ alias Elub, DK alias Ole, dan H.

"Awalnya TRS bungkam, tapi akhirnya dia mengaku mengambil barang-barang di SPPG tersebut dengan dibantu oleh teman-temannya," beber Bambang.

Baca Juga: Gempa Jepang M 7,1 Guncang Kumamoto, 50 Korban Terluka, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami ke Indonesia

Kini TRS bersama dua rekannya telah ditahan di Polsek Ciputat Timur.

Sementara itu, seorang terduga pelaku lain berinisial H masih masuk dalam daftar pencarian dan terus diburu kepolisian.

Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih mendalami alur penjualan barang hasil curian tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus ini.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.