Viral Dokter Kandungan Diduga Aniaya Perempuan, Muncul Pengakuan Korban Lain hingga KKI Turun Tangan

AKURAT BANTEN - Kasus dugaan penganiayaan yang menyeret seorang oknum dokter spesialis kandungan berinisial L menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.
Dugaan tersebut mencuat usai seorang perempuan mengaku menjadi korban kekerasan fisik dan membagikan kondisi luka yang dialaminya melalui akun Threads @jellyfish.45719234.
Dalam unggahan yang dibagikan, korban memperlihatkan sejumlah foto yang menunjukkan luka serius, mulai dari hidung dan wajah yang berlumuran darah, bercak darah pada celana, memar di tangan, leher, hingga kaki, serta hasil rontgen yang memperlihatkan dugaan patah tulang pada wajah.
“Teman saya sampai mengalami patah tulang di hidung dan memar parah di beberapa bagian tubuh,” tulisnya dalam utas yang diunggah pada Selasa, 28 Juli 2026.
Ia juga menyebut sosok terduga pelaku merupakan seorang dokter spesialis kandungan berinisial L yang masih aktif berpraktik di salah satu rumah sakit ternama di Bekasi Barat serta rumah sakit milik pemerintah di Jakarta Utara.
“Laki-laki ini seorang dokter spesialis kandungan berinisial L yang aktif praktik di rumah sakit terkenal di Bekasi Barat dan rumah sakit milik Pemerintah di Jakarta Utara,” imbuhnya.
Setelah utas tersebut viral dan memperoleh lebih dari 6 ribu tanda suka, muncul pengakuan dari akun lain yang mengaku pernah mengalami tindakan serupa.
“Saya turut prihatin atas apa yang terjadi terhadap korban, semoga korban diberikan kekuatan untuk melewati proses ini dan saya ucapkan terima kasih karena sudah berani speak up. Sebab saya adalah salah satu korban beliau juga,” tulis akun @kalsjqkbsja pada Rabu, 29 Juli 2026.
Baca Juga: Viral Dugaan Candi Raksasa di Cimahi, Benarkah Lebih Besar dari Candi Borobudur? Ini Faktanya
Respons juga datang dari dokter yang aktif di media sosial, Mirza Mangku Anom.
Melalui Instagram Story @drg.mirza, ia membuka ruang bagi pihak lain yang mengaku menjadi korban dokter L untuk menyampaikan pengalamannya.
“Saat ini sudah banyak korban yang cerita ke saya dan sudah dapat 2 identitas korban. Bagi para korban lain silahkan jika ingin menceritakan masalahnya, keamanan korban kami jamin,” tulisnya dalam unggahan yang dikutip pada Jumat, 31 Juli 2026.
“Bisa juga lapor ke polisi agar bisa diproses sesuai hukum,” lanjutnya.
Baca Juga: Kasus Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Geng Motor
Dokter Mirza juga mengunggah tangkapan layar percakapan yang diduga berasal dari salah satu korban.
Dalam pesan tersebut, korban menceritakan dugaan kekerasan fisik yang dialaminya, mulai dari dijambak hingga didorong sampai terjatuh.
“Badan aku biru-biru lagi gara-gara kamu, leher aku luka,” tulis pesan chat yang diunggah oleh dokter Mirza.
Di unggahan lainnya, dokter Mirza membagikan percakapan WhatsApp yang menunjukkan adanya koordinasi dengan pihak Kolegium Obstetri dan Ginekologi (Obgin).
Dalam pesan itu disebutkan bahwa penanganan kasus akan melibatkan Kolegium Obgin bersama Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).
Pihak Kolegium Obgin juga menyampaikan rencana untuk menemui korban secara langsung sebagai bagian dari proses penanganan kasus.
“Rencananya besok kami dari Kolegium dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) akan berkunjung ke alamat korban,” tulis dalam pesan tersebut.
“Proses berikutnya akan dilakukan oleh tim dari KKI. Kolegium Obgin dan KKI sudah bergerak menanggapi permasalahan ini,” tukasnya.
Baca Juga: Registrasi SIM Biometrik Wajib, Komdigi Siapkan Bilik Khusus untuk Pengguna Berhijab, Ini Alasannya
Berdasarkan keterangan yang disampaikan korban melalui utasnya, dugaan penganiayaan terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.
Peristiwa itu disebut bermula dari pertengkaran setelah terduga pelaku menuduh korban berselingkuh.
Sesampainya di area apartemen korban, pelaku diduga langsung melayangkan pukulan ke bagian hidung sambil mengucapkan ancaman, “Emang lo kira gue enggak bisa hajar lo?” sebelum kembali memukul korban.
Kekerasan disebut terus berlanjut ketika kendaraan berhenti di lobi apartemen.
Korban mengaku dicekik, kepalanya dihantamkan ke jendela mobil, hingga digigit oleh pelaku.
Korban akhirnya berhasil keluar dari dalam mobil setelah mendapat bantuan petugas keamanan.
Namun, menurut pengakuannya, pelaku juga diduga melakukan kekerasan terhadap salah seorang sekuriti dengan cara memukul dan mencakarnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026








