Soal Penggusuran di Bantaran Sungai Cibanten, Walikota Serang: Bukan Salah Kami Wong Bantaran Sungai

AKURAT BANTEN - Walikota Serang, Syafrudin mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tidak memiliki anggaran kompensasi untuk rumah-rumah warga yang digusur lantaran berada di bantaran sungai Ciujung.
"Cibanten itu sebenarnya anggaran relokasinya tidak ada," katanya
Ia mengatakan, terkait penggusuran rumah-rumah warga di bantaran sungai Ciujung, hal tersebut bukanlah tanggung jawab Pemkot Serang, lantaran warga di lingkungan itu tidak difasilitasi oleh pemerintah.
"Itu kan, bukan difasilitasi pemerintah membangun disitu, masing-masing dari masyarakat, tanpa ijin," cetusnya.
Meski demikian, orang nomor satu di Kota Serang itu akan mengkoordinasikan hal tersbut kepada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3).
"Akan tetapi ada kemungkinan nanti kita bicarakan dengan balai dengan pemerintah kota serang mudah mudahan ada bantuan," ucapnya, Jumat (29/9/23).
Baca Juga: Warga yang Tinggal di Bantaran Sungai Cibanten Lingkungan Karang Serang Terancam Digusur
Saat disinggung atas uang yang diberikan kepada warga sebesar 2,5 juta sebagai uwng kompensasi, ia mengaku akan mengusahakan hal tersebut dengan berkoordinasi dengan BBWSC3.
"Iya, mudah-mudahan nanti kita koordinasikan dengan Balai C3," jelasnya
Kata Syarudin, nasib untuk warga yang kini kebingungan tidak memiliki tempat tinggal ia menegaskan itu bukan salah Pemerintak Kota Serang.
"Bukan salah kami itumah, wong bantaran sungai, tapi in syaa allah mudah-mudahan ada kebijakan, tapi saya tidak janji karena itu yang melaksanakan balai c3 itu kewenangan balai c3," tandasnya.
Baca Juga: Normalisasi Sungai Cibanten, Puluhan Rumah Terancam Digusur
Diberita sebelumnya, Saat ini, Susanti dan sumainya warga yang tinggal di bantaran sungai masih kebingungan untuk memastikan tinggal dimana, lantaran belum ada uang yang cukup untuk kembali membuat rumah semi permanenya.
Kondisi suami yang bekerja serabutan hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari bersama anak-anaknya.
Meskipun begitu ia juga tidak tinggal diam membantu suami mencari rejeki dengan berjualan es dan jajanan lainnya didepan rumah kakaknya.
"Belum tau mau tinggal dimana, saya mah gimana suami aja," ucapnya.
Baca Juga: Sungai Ciujung Menghitam, DLH Keluarkan Hasil Lab Uji Baku Mutu Air
Santi dan anak-anaknya kini menumpang di rumah kakak ke dua nya di lingkungan Karang Serang, Kecamatan Banten, Kota Serang, untuk tinggal sementara waktu sebelum mendapatkan tempat tinggal barunya.
"Sementara numpang dulu di rumah kaka, tapi ini juga rumahnya bisa jadi di gusur juga," keluhnya.
Ia berharap ada kebijakan lebih baik lagi dari pemerintah sebab uang sisa dari yang diberikan oleh pemerintah sebagai ganti rugi hanya cukup untuk makan saja.
"Semoga ada ganti rugi yang layak, ini sisa hanya 800 ribu dari uang ganti ruginya," ucap Santi kepada wartawan. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









