Banten

Profil Halim Kalla Tersangka Korupsi PLTU 1 Kalbar, Bukan Cuma Soal Adik Jusuf Kalla tapi Orang Penting Ini

Andi Syafriadi | 7 Oktober 2025, 12:36 WIB
Profil Halim Kalla Tersangka Korupsi PLTU 1 Kalbar, Bukan Cuma Soal Adik Jusuf Kalla tapi Orang Penting Ini

AKURAT BANTEN — Nama Halim Kalla, adik mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, menjadi sorotan publik setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 Kalimantan Barat (Kalbar).

Kasus ini dilaporkan menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 1,3 triliun. (Sumber: Kompas kemungkinan melalui pantauan media nasional)

Belum banyak catatan publik tentang karir politik atau bisnis Halim Kalla di luar kaitannya sebagai saudara termuda Jusuf Kalla.

Namun, dari data publik dan pemberitaan media, diketahui bahwa Halim Kalla menduduki jabatan sebagai Presiden Direktur PT BRN, perusahaan yang menjadi salah satu pihak dalam proyek PLTU Kalbar.

Baca Juga: KPK Tahan Salah Satu Keluarga Jusuf Kalla Usai Ketahuan Korupsi di Kalimatan Barat, Siapa Dan Korupsi Apa?

Sebagai direktur perusahaan kontraktor atau pengembang dalam proyek infrastruktur besar, Halim Kalla diketahui turut terlibat dalam pengambilan keputusan strategis dan pengelolaan keuangan proyek.

Posisi ini menjadikan dia berada di lingkar pusat proyek PLTU yang kini bermasalah secara hukum.

Kasus PLTU Kalbar yang mangkrak telah menjadi sorotan sejak lama, dengan catatan bahwa proyek tersebut awalnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi Kalbar, tapi tidak berjalan sesuai target dan mengakibatkan kerugian finansial besar.

Dalam penyidikan, beberapa poin dugaan modus korupsinya antara lain:

Baca Juga: Berteman Lama Dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Susi Pudjiastuti Hingga Jusuf Kalla Hadiri Peluncuran Buku Gagasan Haedar Nashir

Manipulasi proses lelang supaya perusahaan tertentu yang tidak kompeten bisa memenangkan tender.

 

Perubahan kontrak (adendum) berulang tanpa justifikasi teknis yang jelas.

 

Pengalihan pekerjaan ke pihak ketiga yang tidak kompeten dan tanpa pengawasan memadai.

 

Pekerjaan yang hanya diselesaikan sebagian, namun dibayar penuh berdasarkan skema pembayaran proyek.

Baca Juga: Jusuf Kalla: Dari Semua Pemilu, Tahun Ini Paling Kotor!

Bersama Halim Kalla, beberapa nama lain juga ditetapkan tersangka, termasuk pejabat PLN dan pihak perusahaan konstruksi terkait.

Meski telah ditetapkan, mereka belum langsung ditahan salah satu langkah yang diambil adalah pencegahan bepergian ke luar negeri agar proses penyidikan tidak terganggu.

Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau penilaian instansi terkait, nilai kerugian negara ditaksir mencapai Rp 1,3 triliun.

Angka ini mencerminkan bahwa proyek yang seharusnya menghasilkan manfaat bagi publik justru menyebabkan beban keuangan negara.

Baca Juga: Jusuf Kalla Soal Anies di Laporkan: Panggil Pak Jokowi, Baru Ramai Negeri Ini!

Angka kerugian sebesar itu memperkuat dugaan bahwa penyimpangan anggaran bukanlah skala kecil, melainkan kerumitan sistemik dalam pengelolaan proyek.

Penetapan Halim Kalla sebagai tersangka menjadi isu sensitif karena keterkaitan keluarga dengan elite politik nasional, yaitu Jusuf Kalla.

Publik mempertanyakan apakah kedekatan politik memiliki pengaruh terhadap proses hukum atau perlindungan terhadap orang dekat.

Bagi masyarakat Banten, kasus ini penting diikuti sebagai bagian dari kesadaran umum bahwa keterlibatan elit dalam dugaan korupsi harus dapat ditindak tegas, tanpa pandang status atau kedudukan.

Baca Juga: Sejumlah Petinggi Perusahaan Keluarga Jusuf Kalla PT Bukaka Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi Tol Japek II

Kasus ini akan melewati pengumpulan bukti kontrak, dokumen lelang, audit teknis pelaksanaan proyek, serta penyelidikan aliran dana.

Tantangan terbesar adalah memastikan bahwa aspek teknis memang dikerjakan, dan bahwa suara staf teknis, audit independen, serta saksi ahli diberi ruang nyata dalam proses persidangan.

Publik mengharapkan bahwa proses hukum berjalan secara objektif, transparan, dan adil tanpa intervensi politik dan bahwa konsekuensi pidana atau restitusi keuangan diberlakukan kepada pelaku nyata.

Halim Kalla sebagai adik Jusuf Kalla kini berada di tengah badai dugaan korupsi proyek PLTU Kalbar yang merugikan negara sekitar Rp 1,3 triliun.

Baca Juga: Jusuf Kalla: Serangan Hamas ke Israel untuk Kebebasan dan Kemerdekaan

Dengan posisi sebagai direktur perusahaan proyek, perannya dianggap krusial.

Namun penetapan tersangka hanyalah awal; yang paling penting untuk diikuti ke depan adalah proses hukum yang adil dan pertanggungjawaban publik yang jelas.

Bagi warga Banten dan seluruh rakyat Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa elit pun harus tunduk pada hukum ketika kasus penyalahgunaan anggaran publik muncul.

Keadilan harus berlaku bagi semua kalangan, termasuk yang mempunyai relasi dan posisi tinggi dalam politik dan bisnis Indonesia.

Baca Juga: Pemeriksaan Akhir Pekan Gubernur Kalbar oleh KPK Ungkap Dinamika Kasus Korupsi Mempawah

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.