Siksa Karyawan Naik Turun Tangga 45 Kali Hingga Disuruh Menampar Muka Sendiri 100 Kali, Bos Perusahaan Animasi di Cari Polisi

AKURAT BANTEN - Perusahaan yang bergerak di bidang industri game dan animasi yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat. Heboh di media sosial terkait kasus eksploitasi dan penyiksaan terhadap karyawannya sendiri.
Dalam postingan yang saat ini viral dan tersebar di media sosial (Medsos), kejadian ini diceritakan oleh seorang karyawan perusahaan berinisial CS (27), yang menyebut dirinya mendapatkan kekerasan verbal dan fisik hingga pulang dini hari dari sang pemilik perusahaan C (43).
Kisah kekerasan atasan terhadap karyawannya di perusahaan yang berdomisili di Jakarta Pusat ini, dinilai sangat tidak manusiawi.
Adapun hal-hal yang dikaitkan mengarah kepada prilaku tindak kekerasan terhadap karyawannya, seperti:
1. CS mengaku kalau sang atasan berinisial C, pernah menghukumnya untuk memakan bunga dan jika tidak menurut yang atas apa yang diperintahkan maka atasannya akan sangat murka.
"Dia kalau menghukum aku, suruh aku makan bunga gitu, kalau aku enggak makan, dia marah. Dia ngamuknya tuh seram," ungkap CS di sebuah mall di Jakarta Selatan pada, Kamis (12/9/2024) dikutip Akurat Banten.
2. Pada saat korban sedang hamil mengalami keguguran akibat penerapan sistim kerja yang diluar batas, berharap dapat simpati, malah sang bos justru memarahi korban lantaran tidak masuk bekerja usai keguguran.
3. Korban juga dihukum naik-turun tangga sebanyak 45 kali di malam hari.
4. Menurut pengakuan Korban, Ia pernah mendapatkan hukuman, dimana harus menampar diri sendiri sebanyak 100 kali.
5. Tidak cukup sampai disitu, suatu waktu korban mendapatkan hukuman naik-turun tangga sebanyak 45 kali di malam hari.
6. Hampir semua karyawan tidak mendapatkan kepastian untuk jadwal kerja diperusahaan tersebut, sehingga sang pemilik perusahaan mengatur sesuai dengan keinginannya sendiri, seperti jam pulang karyawan paling cepat pukul 18.00 WIB dan paling lama pukul 04.00 WIB
Belakangan, beredar kabar kalau pemilik perusahaan zalim yang memiliki kurang lebih 80 orang karyawan itu, dicari polisi karena tindakan kekerasan yang dilakukannya. Namun nihil, karena kantor tersebut sudah kosong.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Muhammad Firdaus, berdasarkan keterangan sementara dari saksi sekuriti di sekitar lokasi, kalau perusahaan yang dimaksud beroperasi sejak 2019.
Baca Juga: Diseruduk Warga Terdampak TPA, Pemkab Pandeglang Hentikan Sementara Pasokan Sampah dari Tangsel
"Didapatkan informasi bahwa perusahaan BS bergerak di bidang industri game dan animasi. Beroperasi sekitar 2019 dan setahu saksi, pemilik tempat tersebut milik orang asing (Chinese). Untuk karyawan laki-laki dan perempuan kurang lebih berjumlah 80 karyawan," kata Firdaus saat dihubungi, Sabtu (14/09/2024).
Selanjutnya, Firdaus mengatakan kantor tersebut kini sudah dalam keadaan kosong. Berdasarkan keterangan saksi, kantor sudah tidak ditempati sejak Juli 2024.
"Saat ini keadaan situasi kantor BS tutup sekitar bulan Juli 2024 dan tempat tersebut sudah tidak ditempati. Menurut saksi, bahwa sekira pada bulan Juli 2024 tersebut, ada asisten rumah tangga yang keluar dari kantor BS berjumlah 3 orang dengan keterangan 2 laki-laki separuh baya dan 1 perempuan separuh baya," tuturnya.
Saat ini pihak kepolisian masih mencari dan menunggu laporan dari karyawan yang diduga menjadi korban prilaku kekerasan yang dilakukan oleh pemilik perusahaan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









