Tips Dokter! Gegara Video Viral di Lubang Telinga Wanita Tangsel, Bersarang Jamur Mengerikan Hingga 2 Bulan Lebih

AKURAT BANTEN - dr Ida Ayu Alit Widiantari, Sp.T.H.T.K.L Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, mengatakan jika infeksi jamur pada lubang telinga atau yang sebut Otomikosis. Meskipun jamur bukan pathogen utama, biasanya bersamaan dengan infeksi bakteri kronis pada lubang telinga bagian tengah.
Menurut dr Ida Ayu, semua jenis jamur akan tumbuh dengan baik pada suhu lembab, hangat dan gelap. Meski bukan kondisi yang serius, otomikosis memerlukan penanganan yang tepat untuk menghidari terjadinya komplikasi seperti hilangnya pendengaran atau tuli.
Dilansir dari yankes.kemkes.go.id, berbagai jenis jamur yang menyebabkan otomikosis tetapi jenis yang paling umum adalah Candida dan Aspergillus.
Faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita otomikosis antara lain:
1. Tinggal di lingkungan tropis atau hangat
2. Kemasukan air di telinga ketika berenang atau menyelam
3. Memiliki daya tahan tubuh yang lemah missal karena menderita HIV/AIDS atau sedang menjalani kemoterapi
4. Mengkonsumsi obat-obatan dalam waktu jangka panjang seperti antibiotik dan kortikosteroid
5. Menderita gangguan kesehatan yang berkaitan dengan telinga seperti eksim atopic
6. Mengalami cedera pada telinga misalnya akibat pemasangan alat bantu dengar atau penggunaan cotton bud.
Gejala yang timbul pada telinga akibat otomikosis bervariasi antara lain, gatal, nyeri, kulit mudah terkelupas, kemerahan, bengkak, mendenging dan keluarnya cairan putih, kuning, abu-abu, coklat atau hijau.
Biasanya kasus seperti ini, akan dilakukan otoskopi untuk melihat bagian dinding hingga gendang telinga, selanjutnya dokter akan membersihkan kotoran di telinga terlebih dahulu dengan membilas telinga menggunakan cairan khusus atau diisap.
Baca Juga: KPU Lebak Menggelar Deklarasikan Kampanye Damai Minta Jaga Keamanan dan Ketertiban
Kemudian akan diberikan obat antijamur yang disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi, berupa obat tetes, salep atau obat oral seperti itraconazole untuk mengatasi infeksi yang tidak bisa diatasi dengan obat tetes atau salep, terutama yang disebabkan oleh jamur Aspergillus.
Sebagai saran, lakukan pemeriksaan rutin dan hindari berenang selama masa pengobatan.
Komplikasi otomikosis antara lain dapat mengakibatkan kerusakan gendang telinga, kehilangan pendengaran, mastoiditis dan radang otak (ensefalitis).
Baca Juga: Bawaslu Periksa 3 Pejabat Pemkot Tangerang Terkait Laporan Pelanggaran Netralitas ASN
Seperti diketahui, otomikosis sulit dicegah, namun ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya otomikosis, yaitu:
1. Hindari menggaruk telinga, baik pada bagian luar maupun dalam
2. Keringkan telinga setelah mandi atau berenang
3. Hindari menggunakan cotton bud atau alat pembersih telinga untuk membersihkan lubang telinga secara mandiri
4. Jalani pembersihan telinga secara rutin ke dokter
5. Hindari menyumpal atau menaruh kapas di telinga
6. Gunakan penutup telinga atau penutup kepala ketika berenang, agar air tidak dapat masuk ke telinga.
Kasus Jamur bersarang di kuping wanita Tangsel
Seorang wanita di Tangerang Selatan, dikagetkan lantaran pada cotton bud berwarna hitam, usai membersihkan telinganya.
Wanita yang akrab disapa Lala tersebut, terbilang rutin membersihkan telinga dengan cotton bud.
Ia mengaku, jika dirinya kembali membersihkan telinganya, namun didapatinya, pada cotton bud tetap berwarna hitam, meski dilakukannya berulang-ulang.
Baca Juga: Tiga Partai Tegaskan Dukungannya untuk Airin-Ade di Pilkada Banten
"Terus kayak hah kuping gue sekotor itukah sampai warnanya hitam? Terus gue coba korek lagi, keluar lagi warnanya warna hitam, gue bingung dong, emang iya conge gue warnanya hitam?" bebernya dalam keterangan video viral, diteruskan Akurat Banten pada, Rabu (25/9/2024).
Selanjutnya dalam video tersebut, Ia mengatakan "Harusnya warnanya coklat apalagi di fase itu gue korek kuping setiap hari jadi nggak mungkin dong conge gue hitam, dan beberapa hari setelah itu kuping gue tuh rasanya budek dan sakit," kata dia. Ternyata, Lala juga mengaku, rasa sakit yang dialami menjalar ke bagian rahang.
Khawatir akan kesehatannya, akhirnya Lala memutuskan ke puskesmas. Selanjutnya dirujuk berobat ke spesialis dengan di rumah sakit dengan BPJS.
Baca Juga: Sebut Andra Soni Sebagai Sahabat, Airin Berikan Bunga Mawar Usai Mendapatkan Nomor
"Gue cek ke dr THT di RS, di sana gue cuma dicek dan dibilang gue punya jamur kuping. Gue dikasih obat minum sama obat tetes kuping tapi sudah nggak membaik setelah itu," ungkapnya.
Selama kurang lebih dua bulan. Lala kemudian berobat ke RS lain dan menjalani perawatan intensif.
"Seminggu disedot, minggu depan itu jamur tumbuh lagi, itu tricky banget literally kayak kuping luka, lembap, jamur gampang banget tumbuh lagi," tuturnya.
Baca Juga: Mengerikan! Setelah Polisi Temukan Bukti Baru, Digunakan Pelaku Pembunuh Nia Gadis Penjual Gorengan
"2,5 bulan panen jamur yang ada di kuping. Bentuknya kayak jamur makanan busuk," tukasnya.
Lala memperkirakan pemicu jamur tersebut, saat ada luka pada telinga. atau saat dirinya aktivitas berenang.
"Mungkin saat berenang itu, celah masuk jamur, karena posisi telinga juga luka."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










