12 Lahan Pertanian di Pandeglang Dilanda Banjir, Rusak Tanaman Padi Jika Seminggu Tidak Surut

AKURAT BANTEN – Terjadinya hujan deras yang melanda Kabupaten Pandeglang Sebanyak dua belas Kecamatan lahan pesawahan pertanian di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten terendam banjir diantaranya Kecamatan CIkeusik, Panimbang, Sobang, Munjul, Angsana, Sindangresmi, Saketi, Bojong, Cisata, Pagelaran, Patia dan Sukaresmi.
“Jadi di masing-masing wilayah kecamatan itu pesawahan pertanaman padi baik itu yang berusia 1-7 hari, ada juga persemaian mulai 10-12 hari, ini tentu hasil laporan tersebut kurang lebih sekitar 4340,8 Hektar yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai,” kata Nasir Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Sabtu, (7/12/2024)
Dari data 4340,8 hektar yang terendam dampak banjir tidak bertambah, mudah-mudahan air tersebut segera surut kemudian bisa selamat tapi kalau dalam 5-6 hari tidak surut, tentu ini akan busuk dan rusak berat terhadap tanaman tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, meninjau lokasi pesawahan pertanian yang terdampak banjir di Kabupaten Pandeglang sampai hari ini laporan yang diterima oleh DPKP Pandeglang ada 12 Kecamatan yang terdampak banjir pesawahan, baik itu yang sedang penanaman mulai dari usia 1-7 hari kemudian ada juga persemaian 10-12 hari.
“Ini tentu hasil laporan tersebut kurang lebih 4340,8 hektar, ini tentu harapan kita tidak bertambah semoga air cepat surut kemudian selamat, akan tetapi kalau dalam 5-6 hari tidak surut tentu ini akan busuk atau rusak berat terhadap tanaman itu sendiri,” terangnya.
Selain itu, tentu harus berupaya bagaimana cepat nanti kalau sudah surut untuk menanam kembali, upaya yang dilakukan sudah melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Pusat, untuk meminta sedia nya ada bantuan untuk benih agar bisa ditanam kembali untuk percepatan tanam.
Bulan Desember 2024, sebenarnya adalah target Pandeglang dengan luas tanam lebih kurang 21 ribu hektar. Akan tetapi dengan kondisi 12 Kecamatan yang terendam ini tentu semoga bisa ditutupi meskipun terkena banjir. Tapi pasti akan terhambat karena memang situasi air yang terlihat saat ini belum ada tanda-tanda surut.
“Mudah-mudahan air bisa cepat surut dan bisa selamat itu yang menjadi harapan kita, kalau pesawahan lahan pertanian tengah itu masuk daerah tadah hujan seperti Kecamatan Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Sindangresmi, Munjul hingga sampai ke wilayah Kecamatan Cikeusik,” ungkapnya (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang








