Intensitas Hujan Tinggi, Dua Desa di Kabupaten Serang Terdampak Banjir, Akses Jalan belum dapat Dilalui

AKURAT BANTEN - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Serang sejak pagi ini menyebabkan banjir di dua lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Mancak dan Anyer. Selasa (07/01/25)
Peristiwa itu terjadi di Desa Labuan, Kecamatan Mancak dan Desa Cikedung di Kecamatan Anyer menjadi titik terdampak banjir.
Operator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Jhony E Wangga, menjelaskan saat ini jumlah rumah yang terdampak banjir belum dapat dipastikan karena laporan baru saja masuk.
Lantaran Tim tanggap darurat belum dapat langsung turun ke lokasi, mengingat hujan masih turun deras dan ketinggian air di sungai terus naik. Sehingga akses jalan belum dapat dilalui.
Baca Juga: Polisi Bakal Terapkan Tilang Sistem Poin dapat Berdampak SIM Dicabut, Simak Penjelasannya!
"Data sementara menunjukkan ketinggian air di beberapa titik berkisar antara 40 hingga 50 cm, namun kami belum dapat memastikan angka pastinya karena kondisi cuaca yang masih tidak menentu," ungkapnya.
Penyebab banjir di kedua lokasi tersebut masih dalam penyelidikan tim dilapangan di Desa Labuan, banjir disebabkan oleh meluapnya Sungai Sanghiang, sementara di Desa Cikedung, kata Jhony penyebab pasti terjadinya banjir belum dapat dipastikan.
"Di Cikedung, kami menduga banjir dapat dipengaruhi oleh faktor alam, seperti meluapnya rawa danau di sekitar kawasan tersebut, namun kami masih berkoordinasi dengan Satgas setempat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," lanjutnya.
Saat ini, BPBD Kabupaten Serang dan Satgas kecamatan terus berkoordinasi untuk memantau situasi di wilayah tersebut.
Baca Juga: BBPOM Serang Temukan Obat Stelan Tanpa Kemasan di Apotek Cilegon
"Kami masih melakukan koordinasi dengan satgas disana," tandasnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Kemenkes Perkuat Deteksi Penyakit Menular di Pintu Masuk Bandara Soekarno-Hatta
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8Viral! Pemilik Toko di NTT Gratiskan Susu Dan Popok Bayi untuk Korban Gempa: 'Kami Tidak Cari Untung'
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










