Baru 2 jam Sepakat Gencatan Senjata, Israel Bombardir Gaza, Tewaskan 82 Orang Tak Berdosa

AKURAT BANTEN - Kesepakatan gencatan antara Hamas dan Israel hanyalah sebuah janji dan bualan, nyatanya serangan tetap terjadi, beberapa jam sejak keduanya telah mencapai kesepakatan awal.
Belum sehari, usai kesepakatan tersebut, dilaporkan sedikitnya 82 orang tak berdosa tewas di Gaza, akibat serangan pasukan IDF.
Dikutip Akurat Banten dari Al Jazeera pada, Jumat (17/01/2024), sebuah rumah hancur setelah mendapatkan serangan dari zionis Israel, di dekat Gedung Serikat Insinyur di Kota Gaza, tepatnya dibagian utara Jalur Gaza, menewaskan 18 orang pada, Rabu (15/01/2025) malam.
Baca Juga: Libur Sekolah Selama Ramadan 2025? Mendikdasmen Ungkap Pertimbangkan Tiga Opsi
Selanjutnya, terdapat 12 jenazah yang telah diambil oleh pertahanan Sipil Palestina dari lingkungan Sheikh Radwan di Kota Gaza.
Sementara, di Gaza tengah sendiri, serangan pesawat nirawak Israel, sebabkan lima orang tewas dengan menargetkan sekelompok orang di daerah Karaj di kamp Bureij.
Jumlah korban tewas, diprediksi akan terus meningkat ketika warga Palestina kembali berlindung di tenda-tenda mereka, usai rayakan kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Israel dan Hamas pada, Rabu (15/01/2025) malam.
Baca Juga: Viral, Ramai-ramai Berburu Koin Jagat, Apa Sih Untungnya? Yuk! Simak Berikut ini
"Selama beberapa jam, orang-orang mengubah seluruh area ini menjadi panggung perayaan, sesuatu yang tidak biasa kita lihat di sini karena area ini dulunya merupakan panggung pemakaman bagi para korban perang dan tempat yang dipenuhi dengan penderitaan dan kesedihan," kata Hani Mahmoud kepada Al Jazeera.
Sebagai informasi, bahwa realisasi gencatan senjata akan dimulai pada, Minggu (19/01/2025).
Menurut Mahmoud, selama periode itu, warga di Gaza merasa khawatir, jika hal yang lebih buruk akan terjadi, seperti pengeboman yang dilakukan pasukan IDF Israel.
Baca Juga: Thailand akan Legalkan Perjudian dan Kasino, Demi Tingkatkan Perekonomi dan Pariwisata
"Kami memperkirakan akan terjadi lonjakan serangan pesawat nirawak dan artileri berat, dan itulah yang menyebabkan warga mengakhiri perayaan setelah dua jam," tutur Mahmoud.
Masih dari Kota Gaza, Anas al-Sharif melaporkan, bahwa serangan keji Israel tersebut, telah memadamkan kegembiraan yang dirasakan warga Gaza, ketika mendengar kabar pengumuman adanya gencatan senjata.
"Beberapa jam yang lalu, ada suasana kegembiraan dan kelegaan di antara warga di sini saat pengumuman gencatan senjata dibuat dari Doha, yang menyatakan bahwa gencatan senjata akan berlaku dalam beberapa hari mendatang," ungkap al-Sharif.
Baca Juga: Sungguh memalukan! Rencana MBG Gunakan Dana Zakat, Jika dari Infak dan Sedekah Boleh dan Fleksibel
Namun, usai pengumuman, pesawat tempur Israel melakukan pengeboman, sehingga, "Memadamkan kegembiraan warga, dengan menyerang secara membabi buta, terhadap rumah sakit, tempat penampungan, dan rumah dengan serangan udara langsung." pungkasnya.
Terkait kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan, baik Israel maupun Hamas mengaku telah tercapai, meskipun Israel sendiri mengatakan, masih mempertimbangkan beberapa rincian akhir, dan masih harus dibahas sebelum kesepakatan benar-benar disetujui.
Adapun kabar ini, bersumber dari pernyataan resmi kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengaku telah berbicara dengan tim negosiasi Israel di Doha pada Kamis (16/1) dini hari.
Pernyataan tersebut, diuraikan dalam bentuk penjelasan singkat, tentang ketidaksepakatan dengan Hamas, terkait tahanan Palestina mana yang akan dibebaskan sebagai ganti tawanan selama fase pertama kesepakatan.
Berdasarkan data sandera yang ditahan dipenjara Israel, hingga 1 Januari 2025, setidaknya ada 10.221 tahanan Palestina, tidak termasuk sejumlah warga Palestina yang sengaja diambil dari Gaza dan ditahan oleh militer, seperti Dr. Hussam Abu Safia, direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, yang dihancurkan oleh pasukan Israel.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Izzat al-Risheq, selaku anggota biro politik Hamas mengatakan, bahwa kesepakatan gencatan senjata memenuhi semua persyaratan kelompok Palestina, seperti:
Baca Juga: Haru Biru Warga Palestina, Rayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel
1. Penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.
2. Pengembalian orang-orang yang mengungsi ke rumah mereka.
3. Penghentian permanen perang diwilayah konflik.*******
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










