Hati-hati Menular, Ketahui Apa Itu Sifilis atau Raja Singa? Berikut Gejala dan Penyebabnya!

AKURAT BANTEN - Dapat berbahaya bagi kesehatan, Sifilis merupakan infeksi menular seksual, yang awalnya hanya berupa luka kecil pada kelamin, rektum, atau mulut.
Apabila Sifilis tidak diobati dengan segera, infeksi ini dapat mengancam jiwa. Mari kenali lebih dekat mengenai penyebab dan gejala sifilis berikut ini.
Penyebab Sifilis (Raja Singa)
Sifilis biasa dikenal juga sebagai Raja Singa, penyakit ini merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Biasanya, penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dengan luka/ ruam sifilis ketika berhubungan seksual, baik itu secara oral, anal, atau vaginal.
Baca Juga: Glodok Ramai Jelang Perayaan Imlek 2025, Surganya Pernak-pernik Murah Khas Tionghoa
Tidak hanya orang dewasa, bayi pun bisa tertular sifilis selama masa kehamilan dan persalinan ibunya serta melalui pemberian ASI.
Perlu diketahui, penyebaran sifilis tidak seperti pada infeksi umumnya, karena tidak dapat ditularkan melalui kontak dengan benda-benda yang disentuh oleh pengidapnya.
Setelah sifilis menginfeksi tubuh Anda, gejalanya tidak akan langsung muncul bahkan bisa tetap bertahan dalam tubuh meski sudah bertahun-tahun lamanya.
Namun, sewaktu-waktu bakterinya bisa saja aktif kembali dan menimbulkan gejala hingga masalah kesehatan yang lebih serius. Misalnya, tulang, otot, otak, Itu sebabnya diperlukan pengobatan untuk menurunkan risikonya.
Baca Juga: Prabowo Angkat Bicara, Soal Dana Zakat Dipakai MBG, Ketua DPD RI: Tak Ambil Pusing dengan Istana
Gejala Sifilis
Bakteri sifilis di dalam tubuh berkembang secara bertahap, sehingga gejalanya pun akan bervariasi. Beberapa pengidapnya bahkan ada yang tidak mengalami gejala sama sekali. Nah, lebih jelaskan berikut tahapan perkembangan dari gejala sifilis.
1. Sifilis Primer
Sifilis primer merupakan tahapan pertama yang terjadi dalam kurun waktu 12 minggu pasca pengidapnya terinfeksi bakteri sifilis. Pada tahap ini, muncul luka pada bagian alat kelamin atau mulut pengidapnya.
Ukuran lukanya cukup kecil dan biasanya tidak menimbulkan gejala seperti rasa sakit. Itulah kenapa banyak pengidapnya yang terlambat mendapatkan pengobatan.
Baca Juga: Food Station Gelar Pasar Murah di Kelurahan Kalideres Jajakan Sembako Murah, Warga Sangat Antusias
Meski luka kecil ini bisa hilang dalam beberapa minggu atau bulan kemudian, bukan berarti Anda sembuh total dari penyakit ini. Bakterinya akan tetap berkembang dan bisa berpindah ke tahap sekunder bila tidak mendapatkan pengobatan.
2. Sifilis Sekunder
Beberapa bulan kemudian, 1-6 bulan, muncul ruam sifilis yang disertai dengan benjolan. Tidak hanya pada area kelamin, tetapi ruam bisa muncul pada bagian tubuh lainnya, seperti telapak kaki dan tangan, dada, panggul, perut, dan punggung.
Gejala lainnya yang mungkin muncul ketika pengidapnya memasuki tahap ini antara lain:
- kelelahan,
- demam,
- nyeri otot,
- sakit kepala,
- pembengkakan kelenjar getah bening,
- sakit tenggorokan,
- penurunan berat badan, dan
- rambut rontok.
Ingat, pengobatan yang maksimal akan menurunkan risiko pengidapnya mengalami infeksi sifilis yang lebih parah, seperti sifilis laten.
Baca Juga: Haru Biru Warga Palestina, Rayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel
3. Sifilis Laten
Sifilis laten hanya bisa dialami pengidapnya bila Anda memang tidak menjalani pengobatan pada dua tahap sebelumnya. Sebenarnya, pada tahapan ini, tidak ada gejala yang akan muncul.
Beberapa pengidapnya bahkan tidak menyadari kalau ia masih terjangkit sifilis. Namun, justru ini yang lebih parah karena bisa merusak tulang, saraf, jantung, dan organ tubuh vital lainnya.
Sifilis laten bisa berlangsung hingga 20 tahun. Namun, pada tahap ini, penularan sifilis jarang terjadi pada pasangan saat berhubungan seks.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran Gempol, 30 Rumah Hangus!
4. Sifilis Tersier (lanjutan)
Terakhir adalah sifilis tersier yang muncul bila infeksi awalnya tidak diobati dengan baik. Diperkirakan, sekitar 30-40% pengidap yang tidak mendapatkan pengobatan akan mengalami komplikasi lebih lanjut. Mulai dari otak, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, sendi, saraf, dan mata.
Bila Anda mengalami salah satu gejala di atas atau sudah tidak mendapatkan pengobatan Sifilis lagi, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin di Halodoc.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










