Warga Pondok Aren Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Pengecer Belum Dapat Pasokan

AKURAT BANTEN - Kebijakan pemerintah yang mengizinkan pengecer kembali menjual gas elpiji 3 kg tampaknya belum berjalan efektif di lapangan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia agar gas elpiji 3 Kg tetap bisa dijual oleh pengecer.
Setelah adanya keputusan tersebut, nyatanya warga Pondok Aren, Tangerang Selatan, masih kesulitan mendapatkan tabung gas bersubsidi.
Baca Juga: Edarkan Pil Koplo, Pasutri Warga Kota Serang Ditangkap Polisi
Salah seorang pengecer di kawasan Pondok Aren, menjelaskan bahwa ia belum menerima pasokan gas elpiji 3 kg karena terkendala persyaratan administrasi yang belum jelas.
Ia menjelaskan bahwa masih menunggu adanya surat resmi yang dikeluarkan oleh pangakalan resmi, namun hingga saat ini belum ada kabar.
Pangkalan resmi gas elpiji 3 kg sempat memberitahukan bahwa untuk pengecer harus menunggu adanya surat.
Baca Juga: Kepala BGN Ungkap Ubah Skema Pembayaran Makan Bergizi Gratis, Usai Ramai Isu Mitra Mundur
Namun pengecer di Pondok Aren tersebut juga kurang memahami tentang surat apa yang dimaksud.
Pemilik warung selaku pengecer gas elpiji 3 kg menjelaskan bahwa kekosongan pasokan gas elpiji 3 kg sudah berlangsung selama dua minggu terakhir.
Kurangnya informasi cara mendapatkan pasokan gas dan cara menjadi sub pangkalan resmi menjadi kendala utama.
Baca Juga: Polda Banten Bongkar Tambang Emas Ilegal di Lebak, 10 Penambang Emas Berhasil Ditangkap
Akibatnya para pengecer kebingungan karena tidak mengetahui secara pasti terkait distribusi gas atau prosedur untuk sub pangkalan para pengecer.
Hingga saat ini pengecer di Pondok Aren tersebut masih kebingungan menunggu informasi surat resmi dari Pangkalan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









