Bawa Uang Rp650 Miliar, Investor Asal Cina Siap Bangun Kawasan Industri di Kota Serang

AKURAT BANTEN - PT Jaya Dinasti Indonesia (JDI) Perusahaan asal Cina akan membangun kawasan industri di Sawah Luhur, Kota Serang, Provinsi Banten dengan total investasi mencapai Rp650 miliar.
Proyek ini dilakukan melalui skema Penanaman Modal Asing (PMA) dan saat ini, PT DJI tengah berproses mengajukan izin ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, menyatakan bahwa proyek ini sudah sesuai dengan rencana tata ruang Kota Serang, yang memang diperuntukkan bagi kawasan industri.
"Sawah Luhur itu rencana investor dari Cina melalui PMA. Mereka akan membuka kawasan industri dan sudah mengajukan izin. Sekarang masih dalam proses melalui pusat karena ini PMA. Nilai investasinya kurang lebih Rp650 miliar untuk penyiapan kawasan dan beberapa investasi lainnya," ujar Virgojanti kepada media di Gedung Negara, Kota Serang, Banten.
Kawasan industri ini akan berdiri di atas lahan seluas 150 hektare, dengan konsep terpadu yang mencakup permukiman, kawasan perdagangan, area komersial, serta hiburan dan pariwisata.
"Mereka tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi juga ada permukiman, perdagangan, komersial, dan hiburan. Harapannya, uang bisa terus berputar di sana. Kalau hanya kawasan industri saja, takutnya seperti yang sudah-sudah, sore hari sudah sepi. Dengan adanya hunian dan fasilitas pendukung, aktivitas ekonomi tetap berjalan," jelasnya. Jumat (7/3/25)
Lebih lanjut, Virgojanti mengungkapkan PT DJI juga sedang mengurus Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL), sebab tata ruang wilayah di kawasan tersebut juga dapat digunakan untuk kawasan industri.
"Nah nanti setelah proses AMDAL ini selesai mereka juga akan urus IUKI (Izin Usaha Kawasan Industri)," tandasnya.
Baca Juga: Banjir Landa Banten, Ribuan Rumah Terdampak di Tangerang, Pandeglang, dan Serang
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Banten, Muhamad Nizar meminta Pemprov Banten mengawal investasi ini hingga terealisasi.
Sebab, investasi ini dapat membantu meningkatkan taraf hidup warga di Provinsi Banten.
"Harapan terbesar kami, angka-angka yang minus di Banten bisa dikurangi salah satunya pengangguran dan kemiskinan, Pemerintah Provinsi harus ambil bagian untuk mensukeskan investasi tersebut. Karena untuk membangun daerah tidak cukup mengandalkan APBD," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









