Skandal Sabung Ayam Lampung: Konflik Internal Aparat Terkuak?

AKURAT BANTEN-Sebuah tragedi mengguncang Kampung Karang Mani, Lampung, ketika penggerebekan arena judi sabung ayam berujung pada kematian tiga anggota kepolisian.
Insiden yang melibatkan dugaan keterlibatan oknum TNI ini memicu diskusi hangat di kalangan masyarakat dan pengamat.
Khairul Fahmi, pengamat militer dari ISESS, menyoroti kompleksitas kasus ini, terutama terkait akses senjata api dan implikasi hukumnya.
Baca Juga: Isi UU TNI Terbaru Mengerikan? TNI Aktif Bisa Ikut Memimpin Pemerintahan Lewat 14 Lembaga Ini
Pada tanggal 17 Maret 2025, tiga anggota Polsek Negara Batin, yaitu Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus, dan Bripda Ghalib, tewas dalam operasi penggerebekan arena judi sabung ayam.
Insiden ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena lokasi penggerebekan diduga kuat merupakan arena yang dikelola oleh oknum TNI.
Khairul Fahmi menegaskan bahwa insiden ini tidak dapat diartikan sebagai konflik antara TNI dan Polri, melainkan sebagai tindak kriminal murni yang melibatkan oknum aparat.
Baca Juga: Kopka Basarsyah: Sosok Kontroversial di Balik Tragedi Penembakan Polisi di Way Kanan
Akses terhadap senjata api menjadi faktor krusial yang memperparah situasi, mengubah potensi konflik menjadi kekerasan mematikan.
"Efek senjata, weapon effect, memicu terjadinya kekerasan sebagai upaya menyelesaikan konflik," ujar Fahmi, menekankan bagaimana keberadaan senjata api meningkatkan risiko eskalasi dalam situasi yang sudah tegang.
Kasus ini menyoroti perlunya penegakan hukum yang tegas, tanpa pandang bulu, terutama ketika melibatkan aparat penegak hukum.
Baca Juga: Tak Usah Daftar Online! Penukaran Uang Baru BI di BRI Cuma Bawa KTP, Catat Tanggalnya
Selain itu, insiden ini juga menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan dan pengendalian senjata api di kalangan aparat.
Masyarakat menanti transparansi dalam investigasi dan penegakan hukum.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa hukum harus ditegakkan secara adil, demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusin egara (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang








