Banten

Sikat Mafia Pangan! Mentan Amran Beberkan Dukungan Gibran dan Ratusan Tersangka yang Sudah Diciduk

Saeful Anwar | 20 April 2025, 14:58 WIB
Sikat Mafia Pangan! Mentan Amran Beberkan Dukungan Gibran dan Ratusan Tersangka yang Sudah Diciduk

AKURAT BANTEN- Sebuah video pidato Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menyebutkan dirinya pernah ditegur oleh Wakil Presiden (Wapres) terkait pemberantasan mafia pangan, sempat viral dan menimbulkan berbagai spekulasi.

Namun, Mentan Amran dengan tegas meluruskan informasi tersebut,  Ia beberkan dukungan Gibran dan ratusan rersangka yang sudah diciduk.

"Perlu saya klarifikasi, teguran itu terjadi dulu, bukan dari Wapres saat ini. Dan dulu juga saya anggap sebagai teguran yang sangat positif.Itu justru membuat saya makin hati-hati dan makin berani dalam memberantas mafia pangan," ujar Mentan Amran saat ditemui di Makassar, Jumat (18/4/2025).

Baca Juga: Kabar Baru Pensiunan PNS: Gaji Ke-13 Cair, Skema Pensiun Rp 1 Miliar Mengintai!

Mentan Amran menekankan bahwa Wapres Gibran Rakabuming Raka justru memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pemberantasan mafia pangan dan korupsi yang sedang digencarkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

"Pak Gibran sangat mendukung. Presiden dan Wapres solid mendukung kita untuk bersih-bersih pangan dan membela petani," tambahnya.

Baca Juga: Skandal Cinta Terlarang ASN: Drama 'Temuan' Bayi di Petanahan Kebumen, Jadi Bukti Hasil Hubungan Gelap!

Dukungan Penuh 

Mentan Amran menjelaskan bahwa pernyataan dalam video tersebut disampaikan dalam konteks akademik sebagai refleksi pengalaman masa lalu dalam memperjuangkan ketahanan pangan nasional.

"Saya ingin menunjukkan bahwa dalam menghadapi mafia pangan, kita harus berani, dan keberanian itu harus dibarengi dukungan dari pemimpin kita. Dan selama ini, saya mendapat dukungan penuh dari para Presiden dan Wakil Presiden, termasuk Presiden Prabowo dan Wapres Gibran hari ini," ujarnya.

Komitmen pemberantasan mafia pangan yang dilakukan oleh Presiden dan Wapres telah membuahkan hasil signifikan di Kementan.

Baca Juga: HEBOH! Ratusan Jenderal Purnawirawan TNI Ajukan 8 Tuntutan Mengguncang, Sampai Singgung Nama Gibran!

Sepanjang periode sebelumnya, 784 kasus mafia pangan berhasil diungkap, dengan 411 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus-kasus tersebut mencakup pelanggaran terkait pupuk, hortikultura, peternakan, hingga praktik curang dalam distribusi beras.

"Di internal Kementan pun, lebih dari 1.500 pegawai telah kami kenai demosi dan mutasi karena pelanggaran disiplin dan integritas. Ini adalah gerakan bersih-bersih yang kami lakukan tanpa pandang bulu," tegas Mentan Amran.

Baca Juga: HEBOH! Ratusan Jenderal Purnawirawan TNI Ajukan 8 Tuntutan Mengguncang, Sampai Singgung Nama Gibran!

Dalam 130 hari pertama Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, Kementan melanjutkan langkah tegas: 20 orang ditetapkan sebagai tersangka dan 50 perusahaan tengah diproses hukum karena merugikan negara dan petani.

Peringatan Keras kepada Mafia Pangan

Mentan Amran mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan potongan video tersebut untuk memecah soliditas pemerintah.

"Saya tegaskan, jangan coba-coba adu domba saya dengan Wapres. Semua Presiden dan Wapres yang pernah saya dampingi, termasuk Wapres Gibran, punya semangat yang sama: bersih-bersih mafia pangan dan bela petani," tegasnya.

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Oriental Circus Indonesia, yang Saat Ini Viral Karena Kasus Dugaan Eksploitasi pada Mantan Pemainnya

Ia juga memberikan peringatan keras kepada para pelaku mafia dan simpatisannya agar tidak mengganggu stabilitas ketahanan pangan nasional.

"Saat ini jalan menuju swasembada terang benderang. Jangan kalian para mafia dan simpatisannya mengadu domba. Kami tegak lurus pada Presiden dan Wapres. Kami solid untuk kedaulatan dan ketahanan pangan Indonesia," tutup Mentan Amran.

Kementan akan terus memperkuat kerja sama dengan KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan dalam membersihkan praktik mafia pangan dan menegakkan kebijakan pro-petani secara berkelanjutan di seluruh tanah air (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman