Penjaga Perlintasan Magetan Jadi Tersangka dalam Kecelakaan Maut yang Tewaskan Empat Nyawa

AKURAT BANTEN - Kecelakaan tragis yang terjadi di perlintasan kereta api JPL 08 Magetan akhirnya menemui titik terang. Polisi menetapkan AS (49), penjaga palang pintu perlintasan, sebagai tersangka utama dalam insiden yang menewaskan empat pengendara motor pada Senin, 19 Mei 2025.
Baca Juga: KPAI Minta Gubernur Jabar Tinjau Ulang Program Pendidikan di Barak Militer untuk Siswa
Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menyampaikan bahwa dari hasil penyelidikan, AS diduga lalai dalam menjalankan tugasnya.
“AS sempat membuka palang pintu setelah kereta Matarmaja melintas, padahal dia sudah mendapat informasi ada kereta lain yang akan lewat,” jelasnya.
Meski AS berusaha menutup palang kembali, waktu yang tersisa sudah terlalu singkat sehingga kecelakaan tidak bisa dihindari.
Baca Juga: Markas Kodim Poso Kebakaran, TNI AD Sisir Penyebab Lewat Tim Gabungan
Proses penyidikan melibatkan pemeriksaan berbagai pihak terkait, mulai dari Kepala Daop 7 Madiun, masinis KA Malioboro Ekspres, asisten masinis, petugas Polsuska, hingga saksi mata.
AS, warga Desa Lebak Ayu, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, diketahui sempat menerima laporan tentang dua kereta yang akan melintas, namun kelalaiannya dalam membuka palang menyebabkan tragedi.
Baca Juga: Jaro Midun, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Gadaikan STNK Demi Warga, Dedi Mulyadipun Turun Tangan!
Atas perbuatannya, AS dijerat dengan Pasal 359 dan 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dan luka berat. Hukuman yang diancamkan mencapai lima tahun penjara. Saat ini, polisi masih melengkapi berkas perkara untuk segera menyerahkan kasus ini ke kejaksaan.
Baca Juga: Diduga Batalkan Proyek Secara Sepihak, PT JMR Dilaporkan ke KPPU dan DPR RI
Dalam upaya meredakan ketegangan dan membangun empati, polisi juga memfasilitasi pertemuan antara AS dan keluarga korban.
“Kami ingin menjembatani komunikasi agar suasana tetap kondusif dan ada ruang untuk saling memaafkan,” tambah Kapolres.
Baca Juga: Heboh! Minyak Babi di RM Legendaris Ayam Goreng Widuran Solo, Muhammadiyah Minta Agar Diproses Hukum
Insiden terjadi di perlintasan resmi di KM 176+586, Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Magetan. Kereta Malioboro Ekspres jurusan Purwokerto–Malang menabrak tujuh pengendara motor yang sudah melintasi rel. Empat dari mereka meninggal dunia di tempat, sedangkan sisanya masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius.
Baca Juga: Waduh! Kuasai Lahan Parkir RSUD Tangsel, Ormas PP Raup Keuntungan Hingga Rp1 Miliar Per-tahun
Kejadian ini menjadi peringatan keras akan pentingnya pengawasan ketat dan disiplin tinggi dalam penjagaan perlintasan kereta api.
Keselamatan pengguna jalan dan kelancaran operasional kereta sangat bergantung pada kepatuhan semua pihak, terutama para penjaga perlintasan yang bertugas menjaga keamanan setiap saat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!








