Polisi Bekuk Pelaku Mutilasi Perempuan di Sumbar, Diduga Sudah Bunuh 3 Orang

AKURAT BANTEN - Warga Sumatera Barat dikejutkan oleh kasus pembunuhan keji yang menggemparkan wilayah Padang Pariaman dan Kota Padang. Potongan tubuh manusia yang ditemukan di beberapa lokasi berbeda menjadi awal mula terbongkarnya aksi sadis seorang pelaku yang kini telah ditangkap polisi.
Korban utama yang diidentifikasi adalah Septia Adinda, perempuan berusia 25 tahun, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi termutilasi.
Penemuan ini bukan hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga mengguncang hati masyarakat setempat yang tak menyangka tragedi sekejam ini terjadi di lingkungan mereka.
Penangkapan pelaku menjadi titik terang setelah penyelidikan intensif oleh kepolisian. Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, memastikan bahwa tersangka sudah diamankan, lengkap dengan bukti berupa foto dan video proses penangkapan.
“Pelaku sudah kita tangkap,” ujar Faisol singkat pada Kamis (19/6), tanpa merinci identitas tersangka.
Namun, kabar yang lebih mengejutkan adalah dugaan bahwa pelaku tak hanya menghabisi nyawa Septia, tetapi juga dua orang lainnya. Hingga kini, polisi masih menahan informasi soal identitas dua korban tambahan tersebut, termasuk apakah mereka juga mengalami nasib tragis serupa.
Baca Juga: WNI di Iran Terancam, Indonesia Naikkan Status Siaga dan Siapkan Evakuasi di Tengah Konflik
Suasana di Rumah Sakit Bhayangkara Padang pada Rabu (18/6) dipenuhi isak tangis. Keluarga dan sahabat Septia tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan potongan tubuh yang diduga miliknya.
Salah satu petunjuk yang membuat mereka yakin adalah sebuah cincin khas di potongan tangan yang ditemukan. Putri Wulan, sahabat dekat Septia, mengenali cincin itu seketika.
“Cincin itu spesial, cuma Septia yang punya. Dia pesan khusus, modelnya beda dari yang lain. Begitu lihat, aku langsung tahu itu miliknya,” ungkap Putri dengan suara parau, penuh duka.
Ia juga mengisahkan bahwa Septia sudah tak bisa dihubungi selama empat hari sebelum kabar mengerikan ini tersiar.
Baca Juga: Update! Berikut Jadwal Terbaru Piala Presiden 2025, Persib vs Port FC jadi Pembuka
Kasus ini meninggalkan luka yang tak terperi bagi keluarga dan kerabat korban. Belum ada kejelasan soal motif di balik aksi keji ini, apalagi jika benar pelaku telah menghabisi tiga nyawa.
Warga setempat berharap polisi segera mengungkap kasus ini secara transparan, memberikan jawaban atas pertanyaan yang kini menghantui: mengapa dan bagaimana peristiwa mengerikan ini bisa terjadi? Beberapa spekulasi muncul di kalangan masyarakat, mulai dari motif dendam pribadi hingga kemungkinan keterkaitan dengan kasus lain, tetapi polisi belum memberikan pernyataan resmi soal hal ini.
Penyelidikan masih terus berjalan dengan penuh kehati-hatian. Tim penyidik kini fokus menggali keterangan dari pelaku yang sudah ditahan, sembari mengumpulkan bukti tambahan untuk memastikan identitas dua korban lainnya.
Olah tempat kejadian perkara (TKP) tambahan juga dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya sisa potongan tubuh yang belum ditemukan.
“Kami sedang bekerja keras untuk memastikan semua fakta terungkap. Ini bukan kasus sederhana, dan kami ingin memastikan keadilan untuk para korban,” ujar seorang sumber dari kepolisian yang enggan disebut namanya.
Proses identifikasi forensik juga masih berlangsung untuk memastikan semua bagian tubuh yang ditemukan dapat diidentifikasi dengan tepat.
Baca Juga: GEMPAR DUNIA! Bos Tambang Indonesia 'Lawan' Raja Minyak Rusia: Ini 5 Taipan Energi Terkaya 2025.
Tragedi ini tak hanya menjadi pukulan berat bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya keamanan dan kewaspadaan di tengah masyarakat.
Warga Padang Pariaman dan Kota Padang kini berharap agar kasus ini segera menemukan titik terang, dengan pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.
Di tengah duka, doa dan harapan terus mengalir untuk Septia dan korban lainnya, agar mereka mendapatkan keadilan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Penyelidikan polisi diharapkan dapat segera mengungkap seluruh fakta, membawa kedamaian bagi hati yang terluka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







