Banten

Polisi Bekuk Pelaku Mutilasi Perempuan di Sumbar, Diduga Sudah Bunuh 3 Orang

Andi Syafrani | 19 Juni 2025, 12:18 WIB
Polisi Bekuk Pelaku Mutilasi Perempuan di Sumbar, Diduga Sudah Bunuh 3 Orang

AKURAT BANTEN - Warga Sumatera Barat dikejutkan oleh kasus pembunuhan keji yang menggemparkan wilayah Padang Pariaman dan Kota Padang. Potongan tubuh manusia yang ditemukan di beberapa lokasi berbeda menjadi awal mula terbongkarnya aksi sadis seorang pelaku yang kini telah ditangkap polisi.

Korban utama yang diidentifikasi adalah Septia Adinda, perempuan berusia 25 tahun, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi termutilasi.

Penemuan ini bukan hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga mengguncang hati masyarakat setempat yang tak menyangka tragedi sekejam ini terjadi di lingkungan mereka.

Baca Juga: Biaya Perjalanan Dinas Tiga OPD Pemkab Serang Bermasalah, BPK Ungkap Indikasi Fiktif dan Kelebihan Bayar

Penangkapan pelaku menjadi titik terang setelah penyelidikan intensif oleh kepolisian. Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, memastikan bahwa tersangka sudah diamankan, lengkap dengan bukti berupa foto dan video proses penangkapan.

“Pelaku sudah kita tangkap,” ujar Faisol singkat pada Kamis (19/6), tanpa merinci identitas tersangka.

Namun, kabar yang lebih mengejutkan adalah dugaan bahwa pelaku tak hanya menghabisi nyawa Septia, tetapi juga dua orang lainnya. Hingga kini, polisi masih menahan informasi soal identitas dua korban tambahan tersebut, termasuk apakah mereka juga mengalami nasib tragis serupa.

Baca Juga: WNI di Iran Terancam, Indonesia Naikkan Status Siaga dan Siapkan Evakuasi di Tengah Konflik

Suasana di Rumah Sakit Bhayangkara Padang pada Rabu (18/6) dipenuhi isak tangis. Keluarga dan sahabat Septia tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan potongan tubuh yang diduga miliknya.

Salah satu petunjuk yang membuat mereka yakin adalah sebuah cincin khas di potongan tangan yang ditemukan. Putri Wulan, sahabat dekat Septia, mengenali cincin itu seketika.

“Cincin itu spesial, cuma Septia yang punya. Dia pesan khusus, modelnya beda dari yang lain. Begitu lihat, aku langsung tahu itu miliknya,” ungkap Putri dengan suara parau, penuh duka.

Ia juga mengisahkan bahwa Septia sudah tak bisa dihubungi selama empat hari sebelum kabar mengerikan ini tersiar.

Baca Juga: Update! Berikut Jadwal Terbaru Piala Presiden 2025, Persib vs Port FC jadi Pembuka

Kasus ini meninggalkan luka yang tak terperi bagi keluarga dan kerabat korban. Belum ada kejelasan soal motif di balik aksi keji ini, apalagi jika benar pelaku telah menghabisi tiga nyawa.

Warga setempat berharap polisi segera mengungkap kasus ini secara transparan, memberikan jawaban atas pertanyaan yang kini menghantui: mengapa dan bagaimana peristiwa mengerikan ini bisa terjadi? Beberapa spekulasi muncul di kalangan masyarakat, mulai dari motif dendam pribadi hingga kemungkinan keterkaitan dengan kasus lain, tetapi polisi belum memberikan pernyataan resmi soal hal ini.

Baca Juga: Marcella Santoso Tersandung Dua Kasus Hukum Besar: Dari Suap Rp60 Miliar hingga Obstruction of Justice

Penyelidikan masih terus berjalan dengan penuh kehati-hatian. Tim penyidik kini fokus menggali keterangan dari pelaku yang sudah ditahan, sembari mengumpulkan bukti tambahan untuk memastikan identitas dua korban lainnya.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) tambahan juga dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya sisa potongan tubuh yang belum ditemukan.

Baca Juga: Bikin Aplikasi Pelacak Judi Online, Tenaga Ahli KPK Terima Komisi Rp 200 Juta dari Terdakwa Judol Kominfo

“Kami sedang bekerja keras untuk memastikan semua fakta terungkap. Ini bukan kasus sederhana, dan kami ingin memastikan keadilan untuk para korban,” ujar seorang sumber dari kepolisian yang enggan disebut namanya.

Proses identifikasi forensik juga masih berlangsung untuk memastikan semua bagian tubuh yang ditemukan dapat diidentifikasi dengan tepat.

Baca Juga: GEMPAR DUNIA! Bos Tambang Indonesia 'Lawan' Raja Minyak Rusia: Ini 5 Taipan Energi Terkaya 2025.

Tragedi ini tak hanya menjadi pukulan berat bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya keamanan dan kewaspadaan di tengah masyarakat.

Warga Padang Pariaman dan Kota Padang kini berharap agar kasus ini segera menemukan titik terang, dengan pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.

Di tengah duka, doa dan harapan terus mengalir untuk Septia dan korban lainnya, agar mereka mendapatkan keadilan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Penyelidikan polisi diharapkan dapat segera mengungkap seluruh fakta, membawa kedamaian bagi hati yang terluka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC