Konflik Iran-Israel Memanas, RI Siapkan Evakuasi 386 WNI Meski Sebagian Menolak Pulang

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Iran dan Israel yang kian memanas mendorong Pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk menyelamatkan warga negaranya.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenko Polhukam), Lodewijk Freidrich Paulus, mengungkapkan rencana evakuasi 386 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Namun, tidak semua WNI bersedia meninggalkan negara tersebut, meski situasi di wilayah itu kini masuk kategori rawan.
Baca Juga: Geger Pulau Indonesia Dijual Online, Pakar Hukum Tegaskan Itu Milik Negara, Bukan Barang Dagangan!
“Kami sedang berkoordinasi intensif. Dari 386 WNI di Iran, ada beberapa yang menolak dievakuasi, tapi jumlah pastinya masih kami dalami,” ujar Lodewijk saat berbincang dengan wartawan di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada Selasa, 24 Juni 2025.
Baca Juga: Komnas Perempuan Apresiasi Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak di Hari Bhayangkara ke-79
Untuk memastikan keselamatan WNI, pemerintah telah membentuk desk khusus perlindungan tenaga kerja migran, bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri.
Desk ini tak hanya fokus pada situasi di Iran, tapi juga di negara-negara tetangga yang berpotensi terdampak eskalasi konflik. Lodewijk menegaskan bahwa pihaknya terus memberikan imbauan agar WNI di wilayah rawan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan memburuknya situasi.
“Kami tidak hanya mengimbau WNI di Iran, tapi juga di negara-negara sekitar. Yang terpenting, mereka tahu cara mengamankan diri jika konflik membesar,” jelasnya dengan nada serius.
Sebagai bagian dari upaya evakuasi, Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Budi Gunawan, sebelumnya mengumumkan bahwa gelombang pertama evakuasi telah berlangsung.
Sebanyak 29 WNI, sebagian besar pelajar dan mahasiswa, telah kembali ke Indonesia melalui tiga penerbangan komersial dari Baku, Azerbaijan. Mereka berangkat pada 23 Juni 2025 dan tiba di Jakarta se Triad pada sore hari, 24 Juni 2025.
Baca Juga: Bau Busuk Kuota Haji, KPK Bidik Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas
“Gelombang pertama ini melibatkan 29 WNI yang sudah kami bawa pulang dengan aman. Prosesnya terkoordinasi dengan baik,” kata Budi dalam pernyataannya di Jakarta, Senin, 23 Juni 2025.
Konflik Iran-Israel, yang dipicu oleh ketegangan geopolitik baru-baru ini, membuat banyak WNI, khususnya pelajar di kota-kota seperti Qom dan Teheran, berada dalam situasi rentan.
Data Kementerian Luar Negeri menyebutkan sebagian besar dari 386 WNI di Iran adalah mahasiswa yang menempuh studi agama atau akademik di universitas-universitas setempat.
Pemerintah kini tengah memetakan wilayah-wilayah berisiko tinggi untuk memprioritaskan evakuasi, sembari berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Teheran untuk memastikan kelancaran proses.
Baca Juga: Miris! ART Dipaksa Makan Kotoran Anjing dan Tak Digaji Setahun oleh Majikan di Batam
Namun, tantangan evakuasi tidak hanya datang dari penolakan beberapa WNI untuk pulang, tetapi juga dari kondisi logistik yang rumit. Sebagian WNI, terutama mereka yang telah lama tinggal di Iran, merasa masih aman dan memilih tetap tinggal karena alasan pendidikan atau pekerjaan.
Pemerintah terus berupaya meyakinkan mereka melalui komunikasi intensif, termasuk memberikan informasi terkini soal situasi keamanan dan opsi kepulangan yang tersedia.
Baca Juga: Harga Emas Bergerak! Cek Daftar Lengkap Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini!
“Kami menghormati keputusan mereka, tapi kami juga terus mengimbau agar memprioritaskan keselamatan. Situasi bisa berubah kapan saja,” tambah Lodewijk, menekankan pentingnya kewaspadaan.
Upaya evakuasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi WNI di tengah ketidakpastian global. Selain melalui penerbangan komersial, pemerintah juga menyiapkan opsi lain seperti penerbangan khusus jika situasi memburuk.
Baca Juga: Khalid Basalamah Diperiksa KPK: Ada Apa di Balik Bisnis Haji Khusus?
Masyarakat Indonesia kini berharap agar proses evakuasi berjalan lancar dan semua WNI dapat kembali dengan selamat. Sementara itu, kisah para WNI ini menjadi pengingat betapa pentingnya koordinasi cepat dan solidaritas nasional dalam menghadapi krisis di luar negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










