Banten

Tak Cuma Bawa Kabur Uang, Modus WNA di Jakarta Bikin Geger!

Moehamad Dheny Permana | 6 Juli 2025, 19:02 WIB
Tak Cuma Bawa Kabur Uang, Modus WNA di Jakarta Bikin Geger!

Akurat Banten - Jakarta kembali diguncang dengan kasus yang bikin geleng-geleng kepala.

Bukan cuma soal uang raib dari laci kasir, tapi cara dua warga negara asing (WNA) beraksi justru membuka mata publik terhadap celah pengawasan di ibu kota.

Peristiwa yang terjadi di sebuah kedai seafood di Cilandak ini menjadi sorotan setelah terekam jelas oleh CCTV dan menyebar luas di media sosial.

Alih-alih sekadar pencurian, aksi ini menyeret isu lebih besar yaitu bagaimana sistem pengawasan keimigrasian dan pengendalian keberadaan WNA di wilayah padat seperti Jakarta Selatan.

Dari informasi yang beredar, dua WNA, diduga pasangan suami istri, melancarkan aksinya dengan taktik yang tergolong rapi.

Baca Juga: Bentak dan Aniaya Kurir, Pelanggan ShopeeFood di Sleman Jadi Tersangka

Sang wanita berpura-pura memesan minuman sambil mengalihkan perhatian kasir, sementara sang pria dengan cepat mengambil uang dari laci.

Meski total kerugiannya terbilang kecil, sekitar satu juta rupiah, namun dampak dari kejadian ini justru memicu diskusi lebih luas soal keamanan dan kesiapsiagaan petugas, baik dari pihak kepolisian maupun imigrasi.

Kantor Imigrasi Jakarta Selatan pun langsung gerak cepat. Lewat pernyataan resmi, mereka menyatakan sedang melakukan pelacakan dengan memanfaatkan sistem intelijen keimigrasian.

Kabid Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Prihatno Juniardi, bahkan mengajak masyarakat ikut berperan aktif dalam pelaporan.

Ini menjadi penting, mengingat banyak pelaku kejahatan lintas negara kerap berpindah-pindah tempat tinggal untuk menghindari deteksi.

Baca Juga: Update! Tim SAR Temukan Korban Tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

Kasus ini menyoroti satu hal penting yaitu keberadaan WNA yang tidak diawasi ketat bisa membuka celah tindakan kriminal, sekecil apa pun kerugiannya.

Maka, partisipasi publik dan peran teknologi seperti CCTV menjadi vital.

Tak cukup hanya mengandalkan aparat, sinergi antara warga, pemilik usaha, dan otoritas menjadi kunci mencegah kejadian serupa terulang.

Kini, semua mata tertuju pada hasil pelacakan yang dilakukan pihak imigrasi dan polisi.

Sembari menunggu, pelajaran terbesar dari kasus ini adalah bahwa kejahatan tak selalu datang dengan kekerasan.

Terkadang, hanya perlu sepasang senyum asing dan air minum botol untuk membuat kita lengah.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.