Heboh ! Video Anak Menteri Keuangan Purbaya, Yudo Sadewa: Sebut 'Pemerintah Konoha Bodoh' Bela Program Tapera Dan Sindir Sri Mulyani Agen CIA

AKURAT BANTEN-Yudo Sadewa, putra dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kembali menjadi sorotan publik. Setelah lama dikenal sebagai seorang trader dan sering mengunggah konten kontroversial di media sosial, namanya kembali mencuat karena beberapa unggahannya yang dianggap pedas dan provokatif.
Unggahan-unggahan ini tak hanya menyasar program pemerintah, tetapi juga menghina rakyat miskin dan menuding mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai "agen CIA".
Kontroversi yang Menghimpit Yudo Sadewa
Yudo Sadewa, yang nama lengkapnya Yudo Achilles Sadewa, dikenal publik sebagai seorang trader.
Hal ini bahkan pernah ditegaskan oleh ayahnya sendiri, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam sebuah unggahan pada tahun 2023 yang menyebut Yudo sebagai "si bocah trader lulus SMA".
Kontroversi dimulai ketika Yudo mengunggah video dan tulisan yang berisi kritik pedas terhadap pemerintah.
Dalam sebuah unggahan di Instagram, ia menuding Sri Mulyani sebagai agen CIA Amerika yang menyamar menjadi menteri.
Baca Juga: Heboh! Usai Dipecat, Budi Arie Ketauan Unfollow Akun Instagram Prabowo, Kenapa?
Walaupun akun tersebut kini sudah tidak ada, ungkapan tersebut sempat ramai diperbincangkan.
Tak berhenti di situ, Yudo juga membuat video stitch di TikTok menanggapi kritik terhadap program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Dalam video tersebut, ia awalnya tampak mendukung program Tapera, tetapi kemudian melontarkan sindiran yang sangat tajam.
"Gua sangat setuju sama program Tapera ini, kenapa? Ya lu tau lah bisa gotong-royong. Eh gak guys," ucap Yudo dalam video tersebut.
Kemudian, ia melanjutkan sindirannya, "Karena masyarakatnya udah miskin banyak protes, terus pengin cepat kaya, gak mau diambil duitnya, kan mencerminkan pemerintah juga. Eh bukan Indonesia yah, konoha yah."
Ia bahkan menyebut pemerintah Konoha (julukan yang ia berikan untuk Indonesia) "bodoh" dan "maling", yang menurutnya mencerminkan rakyatnya.
Polemik Program Tapera dan Reaksi Masyarakat
Seperti diketahui, program Tapera memang sempat memicu polemik besar di masyarakat.
Program ini menetapkan iuran wajib sebesar 3% dari gaji, di mana 2,5% ditanggung pekerja dan 0,5% oleh perusahaan.
Kewajiban ini berlaku untuk seluruh pekerja swasta mulai tahun 2027.
Banyak masyarakat merasa keberatan karena iuran ini menambah beban potongan gaji yang sebelumnya sudah dipotong untuk PPh 21, BPJS Kesehatan, dan BP Jamsostek.
Ilustrasinya, pekerja dengan gaji UMP DKI Jakarta Rp 5.067.381 akan dikenakan potongan Tapera sekitar Rp 126.684 per bulan, atau Rp 1,52 juta per tahun.
Hal ini dinilai membebani pekerja, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Sikap Yudo Sadewa yang seolah meremehkan protes masyarakat miskin ini menuai banyak kecaman.
Banyak yang menilai ucapannya tidak pantas, apalagi ia adalah putra dari seorang pejabat publik.
Baca Juga: Kontroversi Koboi di Kabinet Prabowo: Komentar Berani Menkeu Baru yang Guncang Publik
Purbaya Yudhi Sadewa, dari Ekonom hingga Menkeu
Di tengah kontroversi yang melibatkan putranya, Purbaya Yudhi Sadewa kini dipercaya mengemban tugas berat sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani.
Purbaya dikenal luas sebagai seorang ekonom senior dengan rekam jejak panjang di dunia riset dan kebijakan publik.
Ia meraih gelar doktor ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat. Kariernya dimulai di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di mana ia banyak menghasilkan kajian strategis tentang ekonomi.
Sebelum menjabat sebagai Menkeu, Purbaya pernah menduduki berbagai posisi penting, di antaranya:
-Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Perekonomian.
-Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Saat menjabat sebagai Ketua LPS, perannya sangat krusial dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, terutama selama pandemi Covid-19. Kini, ia dihadapkan pada tantangan besar memimpin kementerian yang bertugas mengelola keuangan negara.
Dengan latar belakang Purbaya yang sangat mumpuni, publik kini menanti bagaimana ia akan memimpin Kementerian Keuangan.
Namun, tak bisa dipungkiri, kontroversi yang melibatkan sang putra, Yudo Sadewa, tetap menjadi perbincangan hangat yang bisa memengaruhi persepsi publik (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 5Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









