Banten

Polisi Bergerak Cepat Tangani Keributan di SPBU Pinang, Berawal dari Uang Pecahan Rp2,000 Rusak

Irsyad Mohammad | 21 September 2025, 16:40 WIB
Polisi Bergerak Cepat Tangani Keributan di SPBU Pinang, Berawal dari Uang Pecahan Rp2,000 Rusak

AKURAT BANTEN - Keributan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan KH. Hasyim Ashari, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Sabtu (20/9/2025) malam, sempat memicu perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.

Polsek Pinang, Polres Metro Tangerang Kota, langsung turun tangan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mengamankan pihak-pihak yang terlibat.

Kapolsek Pinang, Iptu Adityo Wijanarko, menerangkan pihaknya mendapat informasi dari unggahan akun Instagram Info Ciledug yang memperlihatkan adanya keributan di area SPBU.

Baca Juga: Ternyata Bukan Disembah: Mengungkap Makna Tersembunyi Sapi dalam Agama Hindu yang Selama Ini Salah Dipahami

“Sekitar pukul 20.00 WIB kami menerima laporan dan segera menindaklanjuti dengan mengerahkan pawas, piket reskrim, serta tim opsnal. Langkah cepat ini penting agar kejadian tidak menimbulkan keresahan lebih luas,” ujarnya, Minggu (21/9/2025).

Hasil pemeriksaan polisi mengungkap keributan bermula ketika seorang operator SPBU bernama Abdurrahman melayani pengendara sepeda motor.

Saat itu, pengendara memberikan lembar uang pecahan Rp2.000 yang kondisinya rusak. Abdurrahman menolak uang tersebut dengan sopan dan meminta pengendara menggantinya.

Baca Juga: Adhyaksa FC Banten Siap Pertahankan Tren Positif di Laga Kandang Perdana Lawan Bekasi City

Namun, teguran itu justru dibalas dengan nada tinggi hingga memicu adu mulut. Situasi memanas dan berujung pada aksi saling dorong.

“Untungnya, atasan korban yang berada di lokasi sempat melerai, sehingga perkelahian fisik lebih jauh dapat dicegah,” jelas Adityo.

Untuk memperjelas peristiwa, polisi segera memeriksa rekaman CCTV SPBU dan meminta keterangan dari saksi-saksi di lapangan.

Baca Juga: Kenaikan Gaji Pensiunan PNS Era Prabowo Seret Padahal ASN Per September Gajinya Naik, Kenapa?

Dari hasil penyelidikan, dua orang teridentifikasi sebagai pihak yang terlibat dalam keributan, yakni MR (30) dan DI (22).

Keduanya kemudian diamankan ke Mapolsek Pinang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Setelah dilakukan mediasi, kasus ini dapat diselesaikan secara musyawarah. Pelapor dan kedua belah pihak sudah sepakat untuk saling memaafkan,” ujar Kapolsek.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, menegaskan langkah cepat aparat kepolisian merupakan bentuk tanggung jawab menjaga keamanan masyarakat, apalagi kasus tersebut telah lebih dulu menyebar di media sosial.

Baca Juga: Waspada! HIV/AIDS di Cilegon Melonjak: Mayoritas Kasus Serang Kaum Adam, Ada Apa?

“Setiap kejadian yang viral langsung kami tindaklanjuti. Jangan sampai masyarakat resah hanya karena peristiwa kecil yang tidak segera ditangani. Polisi hadir untuk memastikan penyelesaian masalah dilakukan dengan adil dan kondusif,” tegasnya.

Jauhari menambahkan, keributan yang bermula dari persoalan sepele harus menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk tetap mengedepankan kepala dingin dalam menghadapi masalah.

“Kami mengimbau warga agar tidak mudah terpancing emosi. Selesaikan persoalan dengan cara yang baik, jangan sampai merugikan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

Baca Juga: Prabowo Gibran 2 Periode Pasti, Jokowi Punya Strategi Politik Mengerikan dan Beri Arahan ke Rakyat

Hingga Minggu (21/9/2025), situasi di sekitar SPBU KH. Hasyim Ashari dinyatakan aman dan aktivitas masyarakat kembali normal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.