Banten

Keselamatan Pasien Jadi Prioritas, RSCM Pastikan Layanan Medis Tetap Jalan Meski BPJS PBI Nonaktif

Cristina Malonda | 13 Februari 2026, 14:59 WIB
Keselamatan Pasien Jadi Prioritas, RSCM Pastikan Layanan Medis Tetap Jalan Meski BPJS PBI Nonaktif

AKURAT BANTEN - Manajemen Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tetap diberikan kepada seluruh pasien, termasuk peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang status kepesertaannya sedang tidak aktif.

Terutama dalam kondisi darurat, rumah sakit memastikan pasien memperoleh penanganan medis terlebih dahulu tanpa terhambat urusan administrasi.

Kebijakan ini ditegaskan untuk merespons isu yang sempat beredar mengenai dugaan penolakan pasien BPJS PBI nonaktif. Pihak rumah sakit memastikan bahwa keselamatan pasien adalah prioritas utama dalam setiap situasi.

Baca Juga: Reaksi Amanda Manopo Jadi Sorotan Usai Video Viral Frimawan Ludahi Fajar Sadboy di Podcast Deddy Corbuzier

Prinsip “Patient First”, Administrasi Menyusul
Direktur Medis dan Keperawatan RSCM, Renan Sukmawan, menegaskan bahwa pihaknya konsisten menerapkan prinsip patient first dalam seluruh layanan medis.

Menurutnya, pasien akan langsung mendapatkan tindakan medis sesuai kebutuhan klinis. Sementara itu, persoalan administrasi, termasuk status kepesertaan BPJS, dapat diselesaikan setelah kondisi pasien stabil.

“Utamakan pasien terlebih dahulu, administrasi bisa menyusul,” tegasnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Baca Juga: Reaksi Amanda Manopo Jadi Sorotan Usai Video Viral Frimawan Ludahi Fajar Sadboy di Podcast Deddy Corbuzier

Pernyataan ini diharapkan dapat memberikan kepastian dan rasa aman bagi masyarakat, khususnya peserta PBI yang khawatir tidak bisa mengakses layanan kesehatan akibat kendala administrasi.

Penyakit Katastropik Ditangani Tanpa Penundaan
RSCM juga menjelaskan bahwa dalam kasus penyakit katastropik atau kondisi yang mengancam nyawa, sistem penanganan akan berjalan secara otomatis. Artinya, pasien tetap akan mendapatkan tindakan segera tanpa menunggu proses aktivasi administrasi.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit sebagai fasilitas rujukan nasional yang menangani berbagai kasus berat dan kompleks.

Baca Juga: Miris! Guru agama di SDN Sebatik diduga mengalami perundungan sampai akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit

Pihak manajemen bahkan menegaskan bahwa pasien tidak perlu menunda kunjungan ke rumah sakit hanya karena masalah biaya atau kepesertaan.

“Datang saja ke rumah sakit. Jangan khawatir soal administrasi. Yang utama adalah keselamatan jiwa,” ujar perwakilan manajemen.

Kapasitas RSCM Terus Ditingkatkan
Selain menjamin pelayanan tetap berjalan, RSCM juga terus melakukan penguatan kapasitas layanan. Peningkatan ini dilakukan seiring tingginya jumlah pasien rujukan setiap tahun, terutama untuk kasus-kasus berat yang membutuhkan perawatan intensif dan jangka panjang.

Dalam dua tahun terakhir, jumlah tempat tidur di RSCM meningkat signifikan, dari sekitar 900 unit menjadi 1.280 unit. Penambahan kapasitas ini diharapkan mampu mengurangi antrean serta mempercepat akses layanan bagi pasien dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Bakal Kirim 8.000 TNI ke Gaza, MUI Ingatkan Soal Risiko Politik dan Moral

Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSCM berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, fasilitas, dan sistem penanganan darurat agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.

RSCM menegaskan bahwa pasien BPJS PBI nonaktif tetap berhak mendapatkan layanan medis, khususnya dalam kondisi darurat dan penyakit katastropik. Dengan mengedepankan keselamatan pasien serta memperluas kapasitas layanan, RSCM berupaya memastikan akses kesehatan tetap terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa terkendala persoalan administratif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.