Banten

Skandal 'Ibu Persit dan Junior Suami' Guncang TNI: Terbongkar dari Latihan Tari, Berujung 'Video 8 Menit' Palsu

Saeful Anwar | 8 Oktober 2025, 11:43 WIB
Skandal 'Ibu Persit dan Junior Suami' Guncang TNI: Terbongkar dari Latihan Tari, Berujung 'Video 8 Menit' Palsu

AKURAT BANTEN-Media sosial kembali dibuat gempar oleh isu perselingkuhan yang mencoreng institusi militer. Kali ini, nama HP, istri dari seorang Bintara TNI, menjadi sorotan setelah diduga menjalin hubungan terlarang dengan Pratu RH, junior suaminya sendiri.

Kasus yang melibatkan anggota Yonif 725/Woroagi di Sulawesi Tenggara ini bukan hanya menyita perhatian publik karena dramanya, tetapi juga karena memicu ancaman serius di dunia maya: beredarnya tautan palsu 'Video 8 Menit' yang mengintai data pribadi Anda.

HP merupakan istri sah dari Serka Muh Farid Batjo. Skandal yang kini ditangani oleh Polisi Militer (Denpom) Kendari ini bermula dari kedekatan yang terjalin dalam lingkungan tugas.

Awal Mula: HP dan Pratu RH. pertama kali dikabarkan dekat saat keduanya terlibat dalam tim tari gabungan.

Tim ini dibentuk dalam rangka persiapan acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di kesatuan.

Berlanjut ke Ranah Pribadi: Interaksi yang intens selama latihan kemudian berlanjut ke komunikasi personal.

Baca Juga: Garuda Siap Disuntik Modal Rp 30 Triliun, Citilink Bakal Meledak Ekspansi Armada

Keduanya disebut sering bertukar pesan di media sosial, dari saling sapa di Instagram hingga percakapan intim via WhatsApp.

Puncak Skandal: Berdasarkan laporan internal yang beredar, hubungan terlarang tersebut diduga berulang kali terjadi dalam rentang waktu Juli hingga September 2025.

Pratu RH. disebut memancing HP untuk bertemu di salah satu hotel di Kota Kendari.

Pengakuan dan rekaman percakapan pribadi mereka kemudian menjadi bukti yang memperkuat dugaan perselingkuhan ini.

Saat ini, Pratu RH. telah menjalani penyidikan oleh Polisi Militer (Pom) untuk menguak fakta dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum militer.

 Baca Juga: Update! Aliansi Gizi Seret 6 Pejabat BGN, Tuntut Pencopotan hingga Isu Jual Beli 'Titik Dapur' Program Makan Bergizi Gratis

Jebakan Paling Berbahaya: Hati-hati Link 'Video 8 Menit' Palsu!

Di tengah isu perselingkuhan yang memanas, muncul fenomena yang jauh lebih mengancam: berondongan tautan (link) di media sosial yang mengklaim sebagai "Video Asli 8 Menit" atau "Bukti Eksklusif Skandal HP dan Pratu RH".

Sayangnya, hasil penelusuran menunjukkan bahwa puluhan link tersebut adalah jebakan.

Tautan provokatif ini merupakan modus kejahatan siber yang dikenal sebagai phishing atau penyebaran malware, yang memanfaatkan rasa penasaran publik.

Risiko Fatal Jika Anda Mengklik Link Palsu Tersebut:

Risiko Digital Penjelasan Singkat

Pencurian Data Pribadi (Phishing) Link palsu akan meminta Anda memasukkan login atau data sensitif (password media sosial, PIN/OTP) yang kemudian dicuri oleh peretas.

Infeksi Malware/Virus Tautan berbahaya dapat secara otomatis mengunduh virus, spyware, atau ransomware ke ponsel/komputer Anda, yang bisa merusak sistem dan mencuri seluruh isi perangkat.

Kerugian Finansial Data curian, terutama informasi perbankan atau dompet digital, dapat digunakan peretas untuk menguras rekening bank korban.

Pengendalian Perangkat Jarak Jauh Dalam kasus terburuk, malware bisa memberikan akses penuh kepada peretas untuk menyadap, memantau aktivitas, atau bahkan mengendalikan perangkat Anda.

Baca Juga: Chef Devina Bukan Korban Pertama, Syahrini Colong Foto Pedagang UMKM Demi Naikkan Dagangannya


Pesan Kritis: Jangan Sampai Rasa Penasaran Mengubah Anda Menjadi Korban

Skandal yang melibatkan anggota Persit dan prajurit TNI ini memang layak menjadi berita, namun masyarakat diimbau untuk tidak larut dalam drama dan nafsu mencari "bukti video".

Pakar keamanan siber dan komunitas anti-hoaks kompak meminta publik untuk berhenti mengklik sembarang tautan yang beredar.

Menyebarkan link palsu, meski tanpa sengaja, juga turut memperparah rumor dan dapat dikenai sanksi hukum terkait pelanggaran UU ITE.

Langkah Aman Melindungi Diri dari Jebakan Link Viral:
Stop Klik Clickbait: Jangan tergiur dengan judul yang terlalu bombastis dan provokatif, seperti "Video Eksklusif Bocor!"

Verifikasi Sumber: Selalu cek informasi hanya melalui media massa resmi dan kredibel, bukan dari akun anonim atau blog yang tidak jelas.

Waspada URL Aneh: Periksa alamat URL secara saksama. Tautan phishing sering kali menggunakan domain yang tidak wajar atau karakter aneh.

Gunakan Perlindungan: Pastikan perangkat Anda memiliki aplikasi antivirus dan fitur keamanan terbaru untuk mendeteksi ancaman digital.

Di tengah derasnya arus informasi yang viral, kewaspadaan digital adalah kunci utama. Jangan sampai rasa penasaran terhadap skandal berujung pada kerugian data dan finansial prDaganganny (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman