Banten

Prabowo Tunjuk Bahlil Pimpin Satgas Transisi Energi Dorong Indonesia Menuju Era Energi Bersih

Riski Endah Setyawati | 8 Maret 2026, 19:23 WIB
Prabowo Tunjuk Bahlil Pimpin Satgas Transisi Energi Dorong Indonesia Menuju Era Energi Bersih
Foto Prabowo (Istimewa)

Akurat Banten - Pemerintah Indonesia mulai mempercepat langkah menuju pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan nasional.

Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan penting dengan menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi.

Penunjukan tersebut dilakukan setelah Presiden menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Istana Negara Jakarta.

Pertemuan itu membahas berbagai langkah strategis untuk memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Mudik Gratis AirNav 2026, Waktu Pendaftaran Gelombang Kedua Resmi Diubah

Fokus utama pembahasan adalah bagaimana mempercepat peralihan dari energi berbasis fosil menuju energi bersih yang lebih berkelanjutan.

Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah program prioritas yang bertujuan mendorong percepatan penggunaan energi ramah lingkungan.

Salah satu program yang tengah disiapkan adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di berbagai wilayah Indonesia.

Pembangunan fasilitas energi surya tersebut nantinya akan dimanfaatkan oleh berbagai institusi, termasuk sekolah dan masyarakat desa.

Menurut Bahlil, proyek ini diharapkan mampu menjadi salah satu pendorong utama peningkatan penggunaan energi bersih di tingkat masyarakat.

Baca Juga: Lenovo Siapkan Ponsel Layar Super Besar dengan Kamera 200 MP Periskop

"Kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden, yang pembahasannya pada implementasi energi bersih dan terbarukan. Di dalamnya, termasuk kaitannya dengan (program) 100 gigawatt (GW) untuk PLTS, kemudian energi baru terbarukan," ujar Bahlil.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan satuan tugas khusus ini dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program energi bersih yang telah dirancang pemerintah.

Selain itu, keberadaan satgas juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara dalam sektor energi.

Langkah percepatan transisi energi ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar diesel.

Bahlil menilai peralihan dari pembangkit listrik tenaga diesel menuju pembangkit listrik tenaga surya dapat memberikan dampak besar terhadap efisiensi anggaran subsidi listrik.

Dengan perubahan tersebut, beban subsidi listrik yang selama ini cukup besar berpotensi berkurang secara signifikan.

Baca Juga: Penertiban Pak Ogah di Grogol Petamburan Diperketat, Petugas Gabungan Sasar Titik Rawan Kemacetan

"Sudah tentu orientasinya ini adalah transisi energi bisa kita lakukan lebih cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi. Karena dengan kita mengonversi dari PLTD atau diesel ke PLTS, maka itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik," tambah Bahlil.

Pemerintah juga menilai bahwa pengembangan energi surya dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan akses listrik di berbagai daerah terpencil.

Banyak wilayah di Indonesia, terutama di pulau-pulau kecil dan daerah terluar, masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik.

Karena itu, pembangunan pembangkit tenaga surya dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan energi yang lebih merata bagi masyarakat.

Baca Juga: MacBook Neo Resmi Dirilis Apple Laptop Mac Termurah dengan Chip A18 Pro dan Fitur AI Canggih

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan keadilan energi bagi seluruh warga negara.

Tidak hanya fokus pada sektor pembangkit listrik, pemerintah juga menargetkan percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Presiden Prabowo disebut memberikan arahan khusus agar proses konversi kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik dapat dipercepat.

Target yang disiapkan pemerintah cukup besar, yakni mendorong sekitar 120 juta sepeda motor untuk beralih menjadi motor listrik.

Program konversi ini diharapkan mampu menekan konsumsi bahan bakar fosil sekaligus mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, langkah tersebut juga diperkirakan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.

Pemerintah ingin memastikan bahwa transformasi menuju energi bersih tidak hanya terjadi di sektor pembangkit listrik, tetapi juga merambah sektor transportasi.

Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden berharap seluruh program tersebut dapat segera direalisasikan dalam waktu yang relatif cepat.

"Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan insya Allah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," sebut Bahlil.

Baca Juga: Warga Keluhkan Banjir di Pemukiman dan Tol Karang Tengah, Soroti Pembangunan Lapangan Padel Kingdom di Puri 11

Dengan pembentukan Satgas Percepatan Transisi Energi ini, pemerintah berharap berbagai program energi bersih dapat berjalan lebih terarah dan efektif.

Langkah tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia serius mempercepat transformasi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.