Banten

Menteri LHK Tinjau TPA Jatiwaringin, Targetkan Groundbreaking Waste to Energy Januari 2026

A. Zaki Iskandar | 24 Oktober 2025, 16:01 WIB
Menteri LHK Tinjau TPA Jatiwaringin, Targetkan Groundbreaking Waste to Energy Januari 2026

AKURAT BANTEN - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (25/10/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan setelah Kementerian LHK menjatuhkan sanksi administratif kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang terkait pengelolaan sampah di TPA Jatiwaringin yang masih menggunakan sistem open dumping.

Meski demikian, pemerintah daerah mulai berupaya memperbaiki pengelolaan sampah dengan merencanakan pembangunan fasilitas Waste to Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Bukan Orang Sembarangan: Siapa Sebenarnya Dokter Kamelia? Janda Sukses yang Setia Dampingi Ammar Zoni di Tengah Ancaman Intimidasi

Hanif meminta Pemkab Tangerang mempercepat pembangunan proyek tersebut dan memastikan groundbreaking dilakukan paling lambat awal Januari 2026.

“Bapak Presiden memerintahkan agar paling lambat awal Januari kegiatan groundbreaking pembangunan Waste to Energy bisa segera dilaksanakan,” ujar Hanif di lokasi.

Ia menjelaskan, data pembangunan proyek WTE di TPA Jatiwaringin telah dimasukkan ke dalam sistem Danantara, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Saat ini, Danantara tengah melakukan proses kualifikasi terhadap pengembang yang akan mengerjakan proyek tersebut.

Baca Juga: Kobaran Api Lahap Pabrik Limbah B3 di Karawang, Petugas Berjuang Padamkan Api di Tengah Malam

“Dalam waktu dekat akan segera ditetapkan pemenang pelaksana Waste to Energy untuk wilayah aglomerasi Tangerang,” jelasnya.

Selain meninjau kesiapan proyek, Hanif juga memberikan peringatan kepada Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, agar segera menyiapkan strategi pengelolaan sampah selama proses pembangunan WTE yang diperkirakan berlangsung selama dua tahun.

Ia menekankan, sebelum fasilitas WTE beroperasi penuh pada akhir 2027, volume sampah yang masuk ke TPA Jatiwaringin akan terus bertambah signifikan.

“Pembangunan Waste to Energy memerlukan waktu dua tahun. Artinya, hingga tahun 2027 akhir baru bisa beroperasi. Dalam dua tahun itu akan ada sekitar dua juta ton sampah yang harus segera dipikirkan penanganannya,” tegas Hanif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.