Siskaeee Sentil Polisi Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 'Video Dewasaku Saja Cepat Ketangkep'

AKURAT BANTEN - Proses penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus, menuai banyak perhatian publik.
Salah satunya datang dari kreator konten dewasa Fransiska Candra Novitasari atau yang ramai dikenal dengan nama Siskaeee.
Menyoroti lambatnya penangkapan terhadap tersangka penyiraman air keras, Siskaeee melontarkan sentilan tajam terhadap kinerja aparat kepolisian.
Baca Juga: Kapolres Metro Tangerang Kota Pantau Arus Mudik di KM 13,5, Kondisi Lalu Lintas Masih Landai
Melalui akun media sosial X (Twitter) pribadinya @Vvip_siskaeee, perempuan berusia 27 tahun itu membandingkan kecepatan polisi saat menangani kasus yang menjerat dirinya dengan penanganan kasus kekerasan terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) tersebut.
Pada Jumat, 13 Maret 2026, Siskaeee membagikan ulang rekaman CCTV yang memperlihatkan momen penyerangan terhadap Andrie Yunus.
Dua orang tak dikenal diduga menjadi pelaku penyerangan. Akibat kejadian itu, Andrie mengalami luka bakar cukup serius.
Serangan air keras tersebut menyebabkan sekitar 24 persen tubuh Andrie Yunus mengalami luka bakar, terutama pada bagian wajah, dada, dan tangan. Selain itu, terdapat risiko gangguan penglihatan permanen akibat cairan kimia yang mengenai area wajahnya.
Dalam unggahannya, Siskaeee mengaku heran karena hingga lebih dari 24 jam pelaku belum berhasil ditangkap.
Menurutnya, wajah pelaku dalam rekaman video terlihat cukup jelas sehingga seharusnya aparat bisa bergerak lebih cepat.
Baca Juga: Wamen HAM Ungkap Pemerintah Siap Biayai Pemulihan Andrie Yunus Korban Penyiraman Air Keras
Ia kemudian menyindir dengan membandingkan kasus tersebut dengan pengalamannya saat ditangkap dalam kasus konten dewasa.
"Ini jelas banget. Masa gini aja lebih dari 1x24 jam enggak ketangkep," tulis Siskaeee
Siskaeee menilai polisi justru mampu mengidentifikasi dirinya meski dalam video yang dipermasalahkan ia menggunakan berbagai penyamaran seperti masker, kacamata, hingga topi.
Baca Juga: Iran Tutup Jalur Minyak Dunia, Trump Tegaskan Banyak Negara Siap Amankan Selat Hormuz
"Giliran bokepku pake masker kacamata topi dll bisa tuh nangkep xixixi," sambungnya.
Sindiran tersebut langsung menyita perhatian warganet dan memicu diskusi tentang kecepatan penegakan hukum di Indonesia.
Diketahui sebelumnya, Siskaeee pernah tersandung kasus hukum terkait produksi film dewasa di Jakarta Selatan pada akhir 2023.
Penangkapan tersebut menjadi salah satu alasan yang ia gunakan untuk menyoroti perbedaan penanganan antara kasus moralitas dengan kasus kekerasan serius.
Baca Juga: Kondisi Mojtaba Khamenei Disebut Terluka Parah oleh AS, Iran: Pemimpin Kami Baik-Baik Saja
Adapun pihak kepolisian menyatakan telah mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian serta memeriksa sejumlah saksi.
Meski begitu, hingga kini kedua pelaku masih dalam proses pengejaran.
Aparat juga mengungkapkan bahwa proses identifikasi pelaku dilakukan menggunakan metode scientific crime investigation guna memastikan identitas orang yang terekam kamera pengawas.
Pernyataan kritis Siskaeee di media sosial langsung memicu beragam respons dari netizen. Sebagian warganet menilai kritik tersebut mencerminkan kegelisahan publik terhadap lambatnya pengungkapan kasus kekerasan terhadap aktivis.
Publik berharap penanganan kasus kekerasan serius bisa mendapat prioritas yang sama cepatnya dengan kasus-kasus yang berkaitan dengan moralitas atau pornografi. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










